RADARSOLO.COM-Memanfaatkan momentum libur panjang kenaikan kelas, sebanyak 219 anak mengikuti program khitanan massal gratis yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Klaten.
Kegiatan sosial keagamaan ini dipusatkan di Masjid Raya Klaten, Kamis (25/6/2026).
Program rutin tahunan itu menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Klaten.
Baca Juga: Diduga Korsleting, Sepeda Motor Yamaha Aerox Terbakar di Jalan Lawu Karanganyar
Sebagai bentuk penyaluran Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dikelola oleh Baznas dari himpunan Infak Ramadan.
Wakil Ketua I Baznas Klaten Rantiman menjelaskan, antusias masyarakat Klaten terhadap program tersebut sangat tinggi.
Bahkan, jumlah pendaftar melampaui target awal yang telah direncanakan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT).
"Kuota awal 200 anak tetapi tidak bisa menampung semua pendaftar. Berkat adanya tambahan potensi dari donatur masyarakat dan kelompok usaha, hari ini kita bisa menambah kuota sehingga total yang mengikuti sunatan massal ada 219 anak," ujar Rantiman di lokasi acara.
Terkait pemilihan waktu di masa libur sekolah, Rantiman menilai sangat tepat agar tidak mengganggu proses belajar-mengajar.
Sekaligus memudahkan pihak keluarga dalam mendampingi anak-anak mereka selama masa pemulihan.
Meskipun seluruh peserta tidak dipungut biaya alias gratis, Baznas Klaten memastikan setiap anak mendapatkan pelayanan medis terbaik yang lengkap dari tiga rumah yakni RSUD Bagas Waras Klaten, RS Soeradji Tirtonegoro dan RSU Islam Klaten.
Peserta khitan massal juga mendapatkan bingkisan berupa baju koko, peci dan sarung. Termasuk uang saku sebesar Rp 100 ribu per anak.
"Tujuan utama dari kegiatan ini, pertama secara syar'i adalah melaksanakan sunah Rasul. Kedua, secara sosial jelas untuk mengurangi beban orang tua yang kurang mampu di Klaten," urai Rantiman.
Sementara itu, tampak ratusan anak menunggu giliran untuk menjalankan sunat.
Isak tangis anak-anak yang tegang bercampur dengan rona bahagia setelah mereka keluar dari ruang tindakan medis.
Baca Juga: Pujasera Dibangun Satu Lantai, Bisa Tampung 153 PKL Selter Dan Oprokan
Mufathan Al Ghifari, 11, alias Fathan, siswa kelas 5 MI Muhammadiyah Kahuman Ngawen asal Tempursari, Ngawen, mengaku sempat menangis saat dikhitan.
Namun, ia merasa senang setelah prosesnya selesai.
"Tadi takut sedikit, sempat menangis karena rasanya sakit. Tapi setelah ini rasanya enak dan lega banget. Senang bisa sunat pas liburan sekolah," tutur Fathan dengan wajah berseri-seri.
Fathan mengaku sangat gembira karena selain bisa berkhitan secara gratis, ia juga pulang membawa buah tangan yang lengkap.
"Dapat sarung, baju, peci, sama uang saku. Inginnya setelah ini bisa cepat sehat dan cepat sembuh," pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono