Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Wujudkan Ketahanan Pangan Desa, BUMDes Sejahtera Kranggan Sukses Integrasikan Peternakan Ayam Petelur dengan Budidaya Lele

Angga Purenda • Jumat, 26 Juni 2026 | 16:24 WIB
Pengambilan telur di kandang ternak milik BUMDes Sejahtera Kranggan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Pengambilan telur di kandang ternak milik BUMDes Sejahtera Kranggan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Pemerintah Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten terus berkomitmen memperkuat pilar ketahanan pangan lokal melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Salah satu langkah nyata yang menunjukkan hasil signifikan adalah unit peternakan ayam petelur yang dikelola langsung oleh BUMDes Sejahtera Kranggan.

Memanfaatkan Dana Desa untuk program ketahanan pangan, unit usaha tersebut tidak hanya mampu memproduksi ratusan butir telur segar setiap harinya.

Melainkan juga berhasil menerapkan inovasi sistem budidaya terintegrasi guna menekan biaya operasional di tengah fluktuasi harga pasar.

Baca Juga: OJK Resmi Cabut Izin Usaha PT BPR Ceper Permata Artha di Klaten, Bagaimana Nasib Nasabah?

Berdiri sejak Januari 2026 di atas tanah kas desa, peternakan tersebut menempati bangunan kandang berukuran sekitar 7 x 18 meter.

Pembiayaan awal pembangunan fasilitas serta pengadaan bibit bersumber dari alokasi dana program ketahanan pangan pemerintah desa dengan total anggaran mencapai Rp 250 juta.

Melalui pengelolaan yang tekun, unit usaha ini kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa yang sangat menjanjikan.

Penanggungjawab kandang Pramana Puja Sakti mengungkapkan, saat ini populasi ayam petelur yang dikelolanya mencapai 1.100 ekor.

Dari jumlah tersebut, tingkat produktivitas harian tergolong sangat tinggi, yakni berkisar antara 85 persen – 90 persen dari total populasi yang ada.

Baca Juga: Persis Solo Berpotensi Boyong Dua Pemain Diaspora, Aroma Persija Jakarta Semakin Terasa di Skuad Liga 2

"Setiap hari kami mampu memproduksi sekitar 53-54 Kg telur, atau jika dihitung butiran berkisar antara 950-970 butir. Alhamdulillah, setiap harinya dipastikan habis terserap langsung oleh masyarakat," ujar Pramana saat ditemui radarsolo.jawapos.com di lokasi kandang, Jumat (26/6/2026).

Untuk mekanisme distribusi, BUMDes Sejahtera Kranggan langsung mendistribusikan ke pembeli grosir.

Begitu juga pengelola melayani pembelian eceran langsung kepada warga yang berada di desa setempat.

Guna mempermudah akses pembelian, Pramana memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp untuk sistem pemesanan dari rumah ke rumah.

Pesanan eceran tersebut kemudian diantarkan langsung oleh pihak BUMDes tanpa melibatkan pihak ketiga.

Baca Juga: Mahasiswa UMS Bikin Obat Semprot Untuk Luka Diabetes Agar Tidak Diamputasi, Dilirik Perusahaan Kosmetik Malaysia

Hal itu menjadikan kesegaran produk tetap terjaga hingga ke tangan konsumen di seputaran wilayah terdekat.

Saat ini, harga telur eceran dipatok Rp21 ribu per Kg. Sedangkan harga grosir (dengan minimal pembelian satu kotak atau 15 Kg ) berada di harga Rp19 ribu per Kg.

“Unit usaha ini mampu meraup pendapatan bersih sekira Rp 4 juta per bulan dari total perputaran omzet mencapai kisaran Rp 27 juta,” jelasnya

Menariknya, kawasan peternakan tersebut menerapkan konsep pertanian terpadu.

Tepat di bawah konstruksi kandang ayam panggung, terdapat kolam yang diisi dengan sekitar 2.000 ekor bibit ikan lele.

Inovasi ini sengaja dirancang untuk menciptakan ekosistem yang bersih. Sekaligus memotong biaya kebersihan lingkungan kandang.

"Fungsi utama lele di bawah kandang ini adalah untuk menekan biaya pembersihan kotoran. Kotoran ayam serta sisa-sisa pakan yang jatuh ke bawah akan langsung dimakan oleh ikan lele,” jelas Pramana.

Ia mengungkapkan jika saat ini statusnya masih uji coba awal. Diproyeksikan panen perdana pada Agustus mendatang atau sekitar tujuh bulan masa pemeliharaan sejak tebar benih.

“Untuk penjualan ikan lele nantinya ditargetkan langsung untuk menyuplai kolam-kolam pemancingan di sekitar wilayah desa,” tambahnya.

Di sisi lain, tantangan di sektor peternakan saat ini dinilai cukup dinamis.

Pada bulan ini, pengelola dihadapkan pada situasi penurunan harga jual telur di pasaran yang berbanding terbalik dengan melonjaknya harga komponen pakan.

Baca Juga: Ramai Isu Gerbong Surabaya, Manajemen Persis Solo: Kami Ambil Pemain Terbaik Berbasis Data

Untuk menyiasati ketidakseimbangan tersebut, Pramana bersama rekannya, Kasman, 53, yang juga mengelola operasional kandang setiap harinya memilih untuk meracik komposisi pakan secara mandiri.

Langkah itu terbukti mampu memangkas pengeluaran pakan secara signifikan.

"Kami mengomposisikan pakan sendiri dengan mencampur jagung, konsentrat, bekatul (dedak), dan mineral tambahan. Ini sangat membantu menjaga margin keuntungan," ujar Pramana,

Pramana menjelaskan jika Keberadaan peternakan BUMDes Sejahtera Kranggan tersebut juga disinergikan dengan sub-unit pertanian desa.

Berupa mengolah lahan dengan menanam komoditas singkong dan kacang panjang oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).

Unit usaha itu semakin mempertegas BUMDes Sejahtera Kranggan telah meletakkan pondasi yang kokoh menuju kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.

Melalui penyediaan komoditas pangan bergizi yang terjangkau bagi warga, penyerapan tenaga kerja lokal hingga inovasi pengelolaan limbah. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pemerintah desa kranggan #bumdes sejahtera kranggan #klaten #Polanharjo