RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten bersama Kodim 0723/Klaten secara resmi membuka pelaksanaan Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) Ke-34 Tahun Anggaran 2026 di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Jumat (26/6/2026).
Untuk upacara pembukaan digelar di Umbul Brondong, Desa Ngrundul Kecamatan Kebonarum.
Menjadi penanda dimulainya program percepatan pembangunan pedesaan melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Klaten Jaka Purwanto.
Baca Juga: Solo Career Expo Sediakan Jalur Khusus Difabel, Delapan Perusahaan Buka Lowongan Inklusif
Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Luis Timor Riyanto, yang sehari-hari menjabat sebagai Danramil 16/Tulung.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari unsur Forkopimda dan instansi terkait.
Termasuk Forkopicam Kebonarum, kepala desa se-Kecamatan Kebonarum dan para Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 0723/Klaten.
Termasuk Kapolsek se-Rayom Kebonarum, unsur BPD, Tim Penggerak PKK, tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Dalam amanat Bupati Klaten yang dibacakan oleh Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto disampaikan bahwa pelaksanaan KBMKB yang kini memasuki ke-34 bukan sekadar agenda pembangunan rutin semata.
Melainkan sebuah gerakan sosial dan pembangunan. Sekaligus gerakan pemberdayaan masyarakat yang lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong.
“KBMKB merupakan bukti nyata bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat, efektif dan berkelanjutan ketika pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan dalam satu tujuan. Program ini menjadi wujud nyata sinergi seluruh komponen dalam membangun desa,” ujar Jaka.
Lebih lanjut disampaikan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah.
Kemajuan desa akan menentukan kekuatan kecamatan dan pada akhirnya akan berkontribusi terhadap kemajuan kabupaten serta bangsa secara keseluruhan.
“Desa yang maju akan melahirkan kecamatan yang kuat. Kecamatan yang kuat akan membentuk kabupaten yang maju. Oleh karena itu, setiap pembangunan yang dilaksanakan di desa harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memberikan manfaat jangka panjang, serta meningkatkan kualitas hidup warga secara nyata," lanjutnya.
Pada pelaksanaan KBMKB Ke-34 di Desa Malangjiwan, sejumlah sasaran fisik akan dikerjakan.
Meliputi betonisasi jalan pertanian sepanjang 570 meter, pembangunan talud sepanjang 98 meter serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak tiga unit.
Selain pembangunan fisik, program itu juga menyasar kegiatan nonfisik berupa penyuluhan Bela Negara dan penyuluhan Administrasi Kependudukan (Disdukcapil) sebagai upaya meningkatkan wawasan kebangsaan.
Sekaligus kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat.
Di akhir amanatnya, Jaka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pelaksanaan KBMKB sebagai momentum mempererat persatuan dan solidaritas sosial.
“Dengan semangat kebersamaan, sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, Polri serta masyarakat, pelaksanaan KBMKB Ke-34 di Desa Malangjiwan diharapkan berjalan lancar, sukses dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ucapnya
Sementara itu, Kasdim 0723/Klaten Mayor Inf Ismail Syahuddin mewakili Dandim 0723/Klaten menegaskan bahwa pelaksanaan KBMKB Ke-34 diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan infrastruktur dasar. Tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia masyarakat.
“Pelaksanaan KBMKB difokuskan untuk mendukung peningkatan infrastruktur dasar sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia masyarakat. Salah satu sasaran utama adalah betonisasi jalan pertanian sepanjang 570 meter yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jalan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan desa.
Terlebih lagi jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat pedesaan. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono