RADARSOLO.COM-GOR Gelarsena Klaten menjadi saksi bisu bergemuruhnya semangat ratusan pesilat dari berbagai penjuru daerah.
Selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu (26-28/6/2026), digelar Festival dan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Piala Bupati Klaten dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-222 Klaten yang akan diperingati pada 28 Juli 2026.
Ajang bergengsi tahunan yang telah memasuki edisi kelima itu diikuti oleh sebanyak 690 peserta dari 19 perguruan silat se-Kabupaten Klaten.
Para peserta terbagi dalam beberapa jenjang usia, mulai dari usia dini, pra-remaja hingga remaja.
Ketua Panitia Pelaksana Slamet Haryo Mulyanto yang akrab disapa Yoyok menjelaskan bahwa kompetisi tersebut merupakan agenda rutin tahunan.
Bertujuan menjaring bibit-bibit unggul demi melanjutkan tongkat estafet prestasi para atlet senior Klaten di kancah dunia.
Baca Juga: Klaten Masuk 20 Besar Calon Penerima Program Pengelolaan Sampah Terpadu Kemendagri
"Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membina atlet dan mencari bibit penerus atlet senior kita yang sudah mendunia. IPSI Klaten bersyukur telah menyumbangkan atlet ke kejuaraan tingkat nasional maupun internasional, seperti SEA Games dan kejuaraan dunia. Melalui ajang ini, kita lakukan regenerasi," ujar Yoyok ditemui di sela acara, Sabtu (27/6/2026)
Rangkaian acara dimulai sejak Jumat (26/6) dengan mempertandingkan 180 partai untuk kategori usia dini dan pra-remaja.
Memasuki hari kedua, Sabtu (27/6), agenda dilanjutkan dengan festival pencak silat serta momentum sakral Pengukuhan Pengurus IPSI Kabupaten Klaten.
Pada hari kedua itu dihadiri langsung oleh Bupati Klaten, jajaran Forkopimda serta Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jawa Tengah.
Setelah pengukuhan, pertandingan kembali berlanjut hingga puncaknya pada hari Minggu (28/6/2026).
Selain fokus pada prestasi, Yoyok menegaskan bahwa kehadiran event resmi di bawah naungan IPSI itu menjadi pengikis isu miring dan stigma negatif masyarakat yang kerap mengaitkan pencak silat dengan tindakan arogan.
"Melalui festival dan kejuaraan ini, kita mengikis image negatif di luar sana. Ini acara resmi IPSI, bukan internal satu perguruan saja. Di sini, pesilat antar-perguruan bisa saling silaturahmi, guyub, rukun, dan saling berbagi informasi untuk kemajuan pencak silat. Terbukti, dari 19 perguruan yang ada, semua ikut berpartisipasi dan bersemangat kembali," tambah Yoyok.
Nantinya, para peraih juara dari kompetisi ini akan ditampung ke dalam tim khusus besutan IPSI Kabupaten Klaten.
Untuk dibina dengan metode latihan intensif sebelum diterjunkan ke jenjang kejuaraan yang lebih tinggi.
Nada apresiasi sekaligus komitmen tinggi disuarakan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Baca Juga: 78 Kloter Sudah Tiba di Debarkasi Solo, Rombongan Sapu Jagad Mendarat Selasa
Ia menggarisbawahi bahwa kompetisi tersebut adalah bukti nyata kehadiran pemerintah daerah bersama Forkopimda dan IPSI Klaten dalam merawat serta mengembangkan bakat generasi muda.
Namun, di hadapan ribuan pasang mata, Bupati Hamenang juga memberikan pesan menohok dan tegas kepada seluruh oknum yang masih kerap menyalahgunakan kemampuan bela diri untuk aksi meresahkan di ruang publik.
"Masih ada beberapa oknum yang menganggap perguruan silat ini tempat berkumpul, bergerombol, dan geng-gengan. Itu hal yang salah! Apalagi kalau menunjukkan kemampuannya di jalanan, itu makin salah lagi. Karena bertarung di sini artinya berprestasi," tegas Bupati Hamenang disambut gemuruh tepuk tangan.
Bupati Hamenang kemudian memberikan contoh nyata atlet silat berprestasi dunia kebanggaan Klaten yakni Khoirudin Mustakim.
Terlebih lagi kini masa depannya telah terjamin dan berhasil masuk menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui jalur prestasi olahraga.
Menutup sambutannya, Bupati Klaten berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Forkopimda guna menyelenggarakan event-event bergengsi serupa secara berkala dalam hitungan bulan ke depan.
Langkah itu diambil agar bakat dan skill para pesilat Klaten terus terasah dan siap menggebrak panggung provinsi, nasional, hingga internasional.(ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono