Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pioner Sport Tourism Malam Hari, Spring Night Run 2026 Siap Belah Umbul Ponggok hingga Umbul Cokro di Klaten

Angga Purenda • Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB
Destinasi wisata air Soko Alas di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Destinasi wisata air Soko Alas di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM- Kabupaten Klaten bersiap mencatatkan sejarah baru dalam dunia olahraga dan pariwisata nasional.

Untuk pertama kalinya, sebuah event lari nasional bertajuk Spring Night Run 2026 akan digelar di malam hari dengan konsep glow in the dark.

Baca Juga: Puncak Semarak Kenduren 2026, Bupati Rober Christanto Tekan Nota Kesepakatan Digitalisasi UMKM

Menariknya, para pelari bakal menyusuri deretan titik mata air atau umbul eksotis yang menjadi ikon destinasi wisata populer di Klaten.

Dibagi menjadi tiga kategori yakni family and kids, 5 Km dan 10 Km

Event itu diinisiasi oleh destinasi wisata Soko Alas yang merupakan unit usaha yang pengelolaannya melalui skema kerja sama antara pihak ketiga dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten.

Event lari itu dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026.

Mengambil titik start dan finish di venue Soko Alas, Ponggok.

Ditargetkan mampu menyedot 1.500 pelari, dengan mayoritas peserta dari luar kota dan kancah nasional.

Selama ini, kawasan Ponggok dan sekitarnya dikenal sangat padat (crowded) oleh wisatawan pada pagi hingga sore hari.

Baca Juga: Delapan Parpol Di Sukoharjo Punya Kepengurusan Baru

Namun, aktivitas pariwisata di malam hari masih sangat minim.

Spring Night Run 2026 hadir sebagai bentuk nyata untuk menghidupkan ekosistem night life yang positif melalui sport tourism.

"Kita ingin memperkenalkan bahwa Soko Alas ini menjadi salah satu sport tourism terbaik yang dimiliki oleh Kabupaten Klaten," ujar SW dari Manajemen Soko Alas.

"Harapan kami, acara ini bisa menginisiasi dan memberikan inspirasi kepada rekan-rekan muda lainnya bahwa banyak hal baru yang bisa dilakukan di Klaten," lanjutnya. 

Ia menegaskan bahwa event itu merupakan satu paket lengkap yang mengawinkan olahraga, kuliner, dan hiburan.

Baca Juga: Sentra Gitar Ngrombo Jadi Langganan Banjir, Bangun Pos Pantau di Bantaran Sungai

Berbeda dari race pada umumnya, para pelari akan dimanjakan dengan konsep all you can eat dan all you can drink seusai finish, diiringi panggung musik hiburan.

Konsep lari malam ini akan dikemas sangat estetik dengan permainan lampu yang memukau.

Panitia pelaksana Joe Adma menjelaskan bahwa sepanjang rute akan disediakan sedikitnya lima pos pemberhentian (water station).

Nantinya didekorasi untuk memberikan pengalaman visual yang berbeda.

Khusus pelari kategori 10 Km akan merasakan sensasi membelah malam melintasi Umbul Ponggok hingga Umbul Cokro, Kecamatan Tulung.

Baca Juga: Kunjungan ke Karanganyar, Menko Pangan: Emas, Nikel, Batu Bara Itu Punya Negara, tapi Dikasih Bupati ke Pengusaha

Termasuk para pelari lainnya juga akan melewati wisata air populer lainya seperti Umbul Besuki, Umbul Sigedhang dan Umbul Kapilaler.

"Kita sering mengklaim punya 1001 mata air, tapi kita belum punya event yang mengatakan bahwa kita satu-satunya. Melalui Spring Night Run inilah kita berupaya menghadirkan event berkelas nasional," kata Joe Adma.

Meskipun masuk dalam genre road run, jalur yang disuguhkan dijamin memberikan experience yang jauh berbeda dari event lari perkotaan.

Bagas Pratondho, trail runner asal Klaten sekaligus perwakilan Race Management dari komunitas lari Clongop Academia membagikan pengalamannya setelah melakukan uji coba rute.

Baca Juga: MinyaKita "Rasa" Solar Menyebar di Soloraya: PT KMR Tarik 182 Ribu Liter dari 3 Kabupaten, sang Direktur Ungkap Dugaan Sumber Masalahnya

"Jujur saya speechless. Rutenya sangat cakep dan berbeda," ucapnya. 

Jika biasanya lari malam itu di kota besar, kali ini pelari akan dibawa masuk ke jalan perkampungan, melewati gang-gang sempit yang hanya muat satu motor, kanan-kirinya sawah, jembatan sungai yang estetik.

"Termasuk melewati area tambak ikan warga dan umbul. Ini potensi luar biasa yang tidak dimiliki daerah lain," lanjut pria yang akrab disapa Pak Rektor tersebut.

Menjawab kekhawatiran para pelari mengenai faktor keamanan berlari di malam hari, pihak race management memastikan telah melakukan mitigasi secara matang.

Karakteristik jalur didominasi oleh jalan desa utama dengan kontur aspal, paving, dan beton yang minim kerusakan.

Untuk visibilitas, jalur perkampungan yang dipilih sebagian besar sudah dilengkapi penerangan warga.

Baca Juga: Peringati Hari Jadi ke-179 Boyolali, Ribuan Jemaah Padati Alun-alun Kidul untuk Sholawatan

Kendati demikian, panitia akan melakukan langkah ekstra dengan menyiapkan pita reflektif, penerangan tambahan hingga meminta pelari membawa lampu kepala demi kenyamanan pribadi selama berlari.(ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#lari malam hari #Spring Night Run 2026 #Umbul Ponggok #sport tourism