RADARSOLO.COM- Pelaksanaan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMP negeri di Klatendimulai serentak, Senin (29/6/2026).
Namun, di hari pertama pendaftaran yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (2/7/2026), para orang tua calon murid baru dibuat kebingungan akibat situs resmi pendaftaran mendadak mengalami gangguan (error).
Sebagai informasi, pada tahun ini sebanyak 65 SMP Negeri dengan total kuota 13.694 siswa di Klaten sudah terintegrasi penuh dalam sistem online melalui portal resmi spmb.klaten.go.id.
Berdasarkan pantauan radarsolo.jawapos.com di lapangan, gangguan akses internet atau error tersebut mulai terjadi sekitar pukul 09.00 akibat padatnya lalu lintas data di situs tersebut.
Peristiwa tidak bisa diaksesnya spmb.klaten.go.id tidak berlangsung lama. Pada pukul 12.00, link tersebut sudah bisa diakses.
Tetapi kendala teknis pada server di hari pertama ini tak pelak memicu kepanikan orang tua.
Salah satunya dialami oleh Betty, 45, warga Desa Delanggu, yang mendaftarkan putrinya, Naila Triwulandari, 12, ke sekolah incaran mereka, SMP Negeri 1 Delanggu.
"Dari pagi dicoba sudah tidak bisa, pakai HP saya eror terus. Sempat coba pakai HP anak bisa masuk tapi terus keluar lagi sendiri. Akhirnya ya jadi kemrusung (panik dan gelisah) sendiri, padahal rumah saya dekat sekali di belakang sekolah ini," ungkap Betty saat ditemui di lokasi, Senin (29/6/2026).
Betty memilih jalur Zonasi karena jarak rumahnya yang hanya berkisar 150 meter dari SMPN 1 Delanggu, meski sang anak lulusan SD Negeri 1 Delanggu memiliki nilai yang cukup memuaskan.
Baca Juga: Tangani 18 Kasus Kebakaran, Damkar Wonogiri Keluhkan Sulitnya Akses Mobil ke Kawasan Perbukitan
"Tadinya mau ikut jalur prestasi, tapi cari aman saja lewat zonasi karena dekat. Pilihan pertamanya tetap SMPN 1 Delanggu, lalu pilihan keduanya SMPN 3 Delanggu," imbuhnya.
Merespons kendala tersebut, pihak sekolah bergerak cepat memberikan edukasi dan menenangkan para orang tua yang sengaja datang ke sekolah untuk meminta kejelasan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 1 Delanggu Hartati meminta para orang tua tetap tenang dan bersabar.
"Server ini digunakan serentak se-Kabupaten Klaten. Jadi ibarat lalu lintas di dalam link tersebut sedang penuh sekali karena semua orang ingin buru-buru mendaftar di hari pertama. Kami sarankan tidak usah panik, silakan coba lagi secara berkala, 1 sampai 2 jam kemudian. Apalagi sistem pendaftaran ini terbuka 24 jam penuh," jelas Hartati.
Pihak panitia di SMP Negeri 1 Delanggu juga telah menyiapkan leaflet atau brosur panduan yang dibagikan kepada orang tua yang kebingungan.
Baca Juga: SPMB Online 2026 Jalur Domisili Jenjang SD Di Solo Diserbu Masyarakat, Rela Antre Berjam-Jam
Brosur tersebut memuat syarat dokumen, kuota jalur domisili, prestasi, afirmasi, mutasi serta mekanisme verifikasi berkas.
"Bagi orang tua yang mengalami kesulitan unggah foto KK atau dokumen yang kurang jelas, nanti di sistem akan ada penjelasannya untuk diminta mengulang," jelasnya.
"Jika sampai besok pagi masih ada kendala teknis yang betul-betul sulit, silakan datang kembali ke posko sekolah, kami siap melayani dan membantu dengan senang hati," tambah Hartati.
Meskipun server sempat terganggu mulai pukul 09.00, antusiasme pendaftar di SMPN 1 Delanggu tetap tinggi.
Sebelum terjadi gangguan, jumlah pendaftar di jalur prestasi tercatat sudah mengantre secara digital.
“Pendaftar untuk jalur prestasi (Hingga Pukul 09.00) sudah mencapai sekitar 70 orang. Sedangkan kuota Total SMPN 1 Delanggu sebanyak 224 siswa yang terbagi ke dalam 7 Rombongan Belajar (Rombel),” jelasnya.
Hartati tidak menampik bahwa SMP Negeri 1 Delanggu masih menjadi daya tarik utama bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Delanggu dan sekitarnya.
Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya, menyisihkan hingga 100-an calon siswa karena keterbatasan kuota.
"Hari pertama untuk jalur prestasi biasanya memang langsung diserbu dan kuotanya langsung terpenuhi. Untuk transparansi, kami juga menyediakan jurnal fisik hasil pemeringkatan sementara yang akan kami pasang di papan pengumuman sekolah setiap harinya. Harapannya agar orang tua yang ingin melihat posisi anaknya bisa memantau dengan lebih jelas dan puas," pungkas Hartati. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono