RADARSOLO.COM- PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura berkomitmen penuh dalam memperluas literasi keuangan.
Sekaligus memberdayakan kaum perempuan di sektor pelaku usaha mikro.
Langkah nyata itu diwujudkan melalui acara Sosialisasi Program Pembiayaan dan Edukasi Keuangan Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang digelar di aula Kantor Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Senin (29/6/2026).
Tak hanya fokus pada sektor ekonomi, dalam kegiatan tersebut PT MBK Ventura juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menyerahkan bantuan berupa tempat sampah pilah tiga untuk 16 desa di Kecamatan Delanggu.
Baca Juga: Gaungkan Literasi Keuangan Digital Di Lingkungan Kampus, BI Dan OJK Sambangi UNS
Asisten Regional Manager Jawa Tengah 3 PT MBK Ventura Catur Suci Rahayu menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan memperkenalkan sistem dan program pembiayaan MBK secara lebih mendalam kepada masyarakat luas.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan bisa lebih selektif dalam memilih lembaga keuangan yang aman dan resmi.
"Kami ingin memasyarakatkan lagi dan memperkenalkan secara lebih dalam bagaimana sistem di PT MBK," ujar perempuan yang dipanggil Uchi ini saat ditemui di lokasi acara, Senin (29/6/2026).
"Jadi masyarakat tahu lembaga mana yang sebaiknya diikuti untuk mendapatkan permodalan. Harapannya, masyarakat semakin bijak memilah-milih di tengah maraknya lembaga keuangan non-bank saat ini," imbuhnya.
Uchi menegaskan, fokus utama dari program pembiayaan PT MBK Ventura adalah kaum perempuan.
Hal ini selaras dengan visi misi perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat perekonomian keluarga.
"MBK khusus memberikan pembiayaan kepada perempuan karena kami ingin memberdayakan mereka untuk turut serta membantu perekonomian keluarga," tuturnya.
Mengingat maraknya kasus penipuan berbasis digital belakangan ini, PT MBK Ventura sengaja menggandeng OJK untuk memberikan literasi keuangan secara langsung kepada para peserta yang hadir.
"Kami bekerja sama dengan OJK dengan mengedukasi mengenai bahaya penipuan hingga pinjaman online (pinjol) ilegal. Tujuannya agar masyarakat luas memahami bagaimana pengelolaan keuangan yang baik dan aman," jelas Uchi.
Baca Juga: Antisipasi Pinjol dan Investasi Bodong, Pemkot Solo Ajak Masyarakat Melek Literasi Keuangan
Hingga saat ini, total nasabah PT MBK Ventura di wilayah Kabupaten Klaten telah mencapai sekira 1.700 nasabah.
Mayoritas dari mereka mengakses pembiayaan untuk modal kerja usaha produktif.
Seperti di sektor pertanian, peternakan, perikanan, usaha warung kelontong, kerajinan dan lain-lain.
Menjawab tantangan persaingan dengan lembaga keuangan lain, Ita membeberkan sejumlah keunggulan yang ditawarkan oleh MBK Ventura.
Selain mengedepankan aspek kesopanan dan solusi diskusi saat nasabah mengalami kendala pembayaran, MBK juga menerapkan sistem bunga yang transparan dan meringankan.
“Suku bunga flat 25 persen per tahun atau sekitar 2,08 persen per bulan (tidak ada kenaikan/penurunan selama periode pembiayaan 50 minggu)," ungkap dia.
"Nasabah yang sudah berjalan 25 minggu bisa mengajukan top-up modal. Pada sistem pelunasan atau top-up ini, sisa angsuran (minggu ke-26 hingga 50) hanya dihitung sisa pokoknya saja, tanpa menyertakan bagi hasil atau bunga yang belum berjalan,” lanjut Uchi.
Di sisi lain, jika catatan BI Checking bagus dan modal benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha, plafon pembiayaan akan ditingkatkan secara bertahap.
Bahkan, sudah banyak nasabah yang mendapatkan pembiayaan di atas Rp10 juta.
Kegiatan positif ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kecamatan Delanggu.
Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kasi PPM) Kecamatan Delanggu Erna Setyowati menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian PT MBK Ventura dan OJK.
Baca Juga: Gelar Rakornas 2026 di Solo, Aslindo Fokus Benahi Tata Kelola dan SDM Lembaga Keuangan Mikro
"Kami sangat mendukung program dari PT MBK ini. Kami menerima bantuan tempat sampah pilah dengan senang hati. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan pemanfaatan lain bagi warga,” ucap Erna.
Terkait sosialisasi dari PT MBK dan OJK, menurutnya memang sangat perlu disebarluaskan karena sekarang marak sekali penipuan undian palsu.
Hingga pinjol yang menguras habis uang masyarakat.
“Edukasi seperti ini membuat kita paham mana transaksi keuangan yang benar-benar terdaftar resmi di OJK," papar Erna.
Manfaat nyata dari kehadiran PT MBK Ventura dirasakan langsung oleh Uji Rezeki, 51, warga Desa Trasan, Kecamatan Juwiring.
Perempuan yang sudah menjadi nasabah setia MBK selama lebih dari 10 tahun ini mengaku sangat terbantu dalam mempertahankan geliat usahanya.
"Sangat bagus (sosialisasinya), bisa menambah pengetahuan bagi kami selaku nasabah. Selama 10 tahun lebih bergabung, modalnya saya pakai untuk usaha," tutur Uji.
"Dulu awalnya untuk ternak bebek, sekarang ganti untuk modal sewa sawah. Harapannya dengan menjadi nasabah MBK, permodalan terbantu dan usaha bisa terus lancar," pungkaanya.(ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono