RADARSOLO.COM – Aktivitas Gunung Merapi masih tergolong tinggi. Dalam pemantauan sepanjang Selasa (30/6), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sedikitnya 15 kali guguran lava dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer ke sektor barat daya. Meski belum terjadi awan panas guguran, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena suplai magma masih berlangsung.
Berdasarkan laporan BPPTKG periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Merapi tampak jelas dengan asap kawah putih tipis setinggi sekitar 25 meter di atas puncak. Pada periode tersebut terekam 36 gempa guguran, 12 gempa hybrid atau fase banyak, serta empat gempa vulkanik dangkal.
Baca Juga: FSRD UNS Teliti Potensi Visual Pawukon untuk Pengembangan Tata Pamer Museum Radya Pustaka
Selama enam jam pengamatan pagi, petugas mengamati delapan kali guguran lava mengarah ke Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Memasuki periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, aktivitas kegempaan masih berlanjut. BPPTKG mencatat 31 gempa guguran, 16 gempa hybrid, dan dua gempa vulkanik dangkal.
Pada periode siang hingga sore itu, kembali teramati tujuh kali guguran lava ke arah barat daya, yakni Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Boyong, dengan jarak luncur maksimum sekitar 1.900 meter.
Hingga pemantauan malam dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Magelang, pukul 23.26 WIB, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan visual puncak terlihat jelas. Suhu udara tercatat 15 derajat Celsius, kelembapan 79,3 persen, dan angin dalam kondisi tenang.
BPPTKG menegaskan status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.
Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Baca Juga: Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer, Aktivitas Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga
BPPTKG juga mengingatkan bahwa suplai magma ke tubuh gunung masih berlangsung sehingga sewaktu-waktu dapat memicu guguran lava maupun awan panas guguran di dalam kawasan potensi bahaya.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya, mewaspadai ancaman lahar saat hujan turun di kawasan Merapi, serta mengantisipasi dampak hujan abu apabila terjadi erupsi eksplosif. (nik)
Editor : Niko auglandy