Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gunung Merapi Kembali Erupsi Awan Panas Pagi Ini, Tiga Kali Terjadi dalam Lima Hari Terakhir

Niko auglandy • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:09 WIB
Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas, Kamis pagi (2/7/2026), material vulkanik meluncur terjadi pada pukul 06.01 WIB. (Dok. Kementerian ESDM)
Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas, Kamis pagi (2/7/2026), material vulkanik meluncur terjadi pada pukul 06.01 WIB. (Dok. Kementerian ESDM)

RADARSOLO.COM – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi. Badan Geologi kembali melaporkan terjadinya awan panas guguran pada Kamis (2/7/2026) pagi, menandai kejadian serupa yang telah tiga kali terjadi dalam kurun lima hari terakhir.

Berdasarkan laporan resmi, awan panas guguran terjadi pada pukul 06.01 WIB. Material vulkanik meluncur sejauh sekitar 1.700 meter ke arah barat daya atau berhulu di Kali Krasak. Peristiwa tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 30,75 milimeter dan berdurasi 139,58 detik.

Sebelumnya, Gunung Merapi juga memuntahkan awan panas guguran pada Rabu (1/7/2026) pukul 13.05 WIB. Saat itu, jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter ke arah barat atau hulu Kali Sat/Putih, dengan amplitudo maksimum 52,12 milimeter dan durasi 171,16 detik.

Baca Juga: Top Skor Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Geser Lionel Messi di Puncak Meski Jumlah Gol Sama, Ini Alasannya

Aktivitas serupa juga tercatat pada Minggu (28/6/2026) pukul 20.56 WIB. Awan panas guguran meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat menuju hulu Kali Sat/Putih, dengan amplitudo maksimum 50,64 milimeter dan durasi 118,41 detik.

Meski aktivitas awan panas guguran kembali terjadi, status aktivitas Gunung Merapi hingga kini masih berada pada Level III (Siaga).

Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena berpotensi dilalui awan panas, guguran lava, maupun material vulkanik lainnya.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 Hari Ini: Belgia Lakukan Comeback Dramatis, Youri Tielemans Jadi Pahlawan Saat Tumbangkan Senegal 3-2

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi dari Badan Geologi dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan demi keselamatan bersama. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#gunung merapi #lava