RADARSOLO.COM – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi. Badan Geologi kembali melaporkan terjadinya awan panas guguran pada Kamis (2/7/2026) pagi, menandai kejadian serupa yang telah tiga kali terjadi dalam kurun lima hari terakhir.
Berdasarkan laporan resmi, awan panas guguran terjadi pada pukul 06.01 WIB. Material vulkanik meluncur sejauh sekitar 1.700 meter ke arah barat daya atau berhulu di Kali Krasak. Peristiwa tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 30,75 milimeter dan berdurasi 139,58 detik.
Sebelumnya, Gunung Merapi juga memuntahkan awan panas guguran pada Rabu (1/7/2026) pukul 13.05 WIB. Saat itu, jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter ke arah barat atau hulu Kali Sat/Putih, dengan amplitudo maksimum 52,12 milimeter dan durasi 171,16 detik.
Aktivitas serupa juga tercatat pada Minggu (28/6/2026) pukul 20.56 WIB. Awan panas guguran meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat menuju hulu Kali Sat/Putih, dengan amplitudo maksimum 50,64 milimeter dan durasi 118,41 detik.
Meski aktivitas awan panas guguran kembali terjadi, status aktivitas Gunung Merapi hingga kini masih berada pada Level III (Siaga).
Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena berpotensi dilalui awan panas, guguran lava, maupun material vulkanik lainnya.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi dari Badan Geologi dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan demi keselamatan bersama. (nik)
Editor : Niko auglandy