RADARSOLO.COM-Solidaritas dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh masyarakat Klaten.
Bantuan kemanusiaan dengan total nilai mencapai Rp 500 juta resmi disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh.
Dari total donasi tersebut, sebesar Rp 450 juta diserahkan langsung kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh sebagai pelaksana program.
Bantuan ini dialokasikan khusus untuk tahap pemulihan dengan fokus utama pada pembangunan fasilitas sanitasi di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie Jaya.
Baca Juga: Kasus DBD di Boyolali Turun Drastis Sepanjang Semester I 2026, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Sementara itu, sebelumnya telah disalurkan terlebih dahulu melalui PMI Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 50 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto Anggono Cipto kepada Ketua PMI Kota Banda Aceh Ahmad Haeqal Asri beberapa waktu lalu di Aceh.
Langkah tersebut menjadi bukti nyata kepercayaan yang kuat terhadap dedikasi PMI dalam menyalurkan bantuan secara cepat dan tepat sasaran.
Terlebih lagi memegang teguh prinsip-prinsip kemanusiaan.
"Musibah yang terjadi di Aceh adalah duka bagi kita semua. Bantuan ini mungkin tidak mampu menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat, namun kami berharap dapat menjadi penyemangat bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Purwanto, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Upayakan Pengembalian Dana Nasabah, Ini Langkah Intensif Pemkab Klaten Bereskan Kemelut PD BKK
Purwanto mengungkapkan, masyarakat Klaten turut mendoakan agar penyintas diberikan kekuatan, kesehatan dan segera pulih dari dampak bencana.
Menanggapi kepedulian luar biasa dari warga Klaten, Ketua PMI Kota Banda Aceh Ahmad Haeqal Asri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya.
"Kepedulian ini menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Ketika saudara kita tertimpa musibah, selalu ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu," ungkap Ahmad Haeqal.
Ia juga menegaskan komitmen penuh PMI dalam menjaga amanah tersebut melalui manajemen yang transparan dan akuntabel.
Sinergi ini diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara PMI Kabupaten Klaten dan PMI Kota Banda Aceh.
Baca Juga: Isi Liburan Sekolah, Anak-Anak di Teras Boyolali Diajarkan Ketuk Daun Pakai Palu Kayu
Di dalamnya mencakup kejelasan dalam proses perencanaan, pelaksanaan di lapangan, hingga pelaporan pertanggungjawaban.
Sementara itu, guna memastikan bantuan memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan warga.
Dana yang dikelola oleh PMI Kota Banda Aceh akan diimplementasikan ke dalam beberapa program infrastruktur.
Seperti pembuatan jamban sehat sebanyak enam unit. Dialokasikan masing-masing tiga unit untuk Kabupaten Bireuen dan tiga unit untuk Kabupaten Pidie Jaya.
Kemudian pemasangan jaringan pipa sepanjang 2.000 meter untuk akses air bersih.
Ditambah pembuatan sumber air bersih baru di lokasi terdampak sebanyak dua titik.
Ia berharap melalui kolaborasi erat ini, diharapkan proses pemulihan fasilitas di Bireuen dan Pidie Jaya dapat segera rampung.
Terlebih lagi langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono