Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jadi Stasiun Tersibuk Keempat, Wisata Air dan Kuliner Dongkrak Lonjakan Penumpang KRL di Stasiun Klaten

Angga Purenda • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:43 WIB
Aktivitas naik-turun penumpang KRL di Stasiun Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Aktivitas naik-turun penumpang KRL di Stasiun Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Stasiun Klaten terus menunjukkan tren positif dengan menobatkan diri sebagai salah satu pilar utama pergerakan penumpang Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta.

Secara khusus, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyoroti performa Stasiun Klaten yang masuk dalam jajaran empat besar stasiun dengan volume penumpang tertinggi di Daop 6.

Total penumpang KRL di Stasiun Klaten sepanjang Semester I Tahun 2026 terdapat 352.130 pengguna.

Baca Juga: Roman Paparyga Dirumorkan Segera Gabung Klub Liga 1 Ini, Sang Striker Tinggalkan Persis Solo?

“Sebelumnya ada Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Palur. Untuk Stasiun Klaten rata-rata melayani sekitar 2.100 penumpang KRL per hari. Sedangkan pada libur sekolah ini mencapai 2.500 penumpang KRL,” ujar Karina ditemui di Stasiun Klaten, Jumat (3/7/2026).

Menurut Karina, pertumbuhan konstan sejak awal tahun ini tidak terlepas dari peran aktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

Langkah pemerintah daerah dalam merevitalisasi kawasan komersial dan objek wisata menjadi magnet baru bagi para pelancong.

Terlebih lagi berada di posisi keempat stasiun tersibuk, dikarenakan tingginya mobilitas masyarakat ke Klaten salah satunya dipicu oleh daya tarik wisata air serta pusat kuliner yang terus bersolek.

"Pemerintah daerah setempat terus melakukan upaya peningkatan area, baik dari sisi residensial maupun komersial di sekitar stasiun. Selain adanya sentra kuliner, kami juga mendapat informasi adanya revitalisasi area wisata air atau umbul. Ternyata banyak hidden gem di Klaten," jelas Karina.

Melihat potensi tersebut, KAI Commuter berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Baca Juga: Demokrat Akan Gelar Muscab, Tarso Jadi Salah Satu Calon Ketua DPC Wonogiri

Guna mendorong Klaten menjadi destinasi wisata unggulan yang terkoneksi langsung dengan transportasi publik.

Di sisi lain, Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan volume penumpang di Daop 6 Yogyakarta pada Semester I-2026 mencatatkan kinerja yang impresif.

Secara total, volume penumpang tumbuh sebesar 6,82 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

"Pertumbuhan ini tercatat mencapai hampir 5,3 juta penumpang selama semester pertama 2026. Ini merupakan akumulasi dari pengguna Commuter Line Yogyakarta–Palur maupun Commuter Line Prameks," ujar Karina.

Sementara itu, memasuki masa libur sekolah yang berlangsung dari 20 Juni-5 Juli 2026, KAI Commuter memproyeksikan total volume pengguna di Daop 6 Yogyakarta mencapai 360.000 orang.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 2: Ilija Spasojevic Resmi Gabung Semen Padang, Kabau Sirah Makin Ngeri di Pegadaian Championship 2026/2027

Guna mengantisipasi kepadatan, rata-rata penumpang harian yang melonjak dari 26.000 menjadi 31.000 orang langsung direspons dengan penambahan armada.

"Kami menambah jumlah perjalanan untuk Commuter Line Yogyakarta–Palur sebanyak 4 perjalanan per hari. Jadwal yang semula 27 perjalanan kini disesuaikan menjadi 31 perjalanan per hari selama masa liburan. Sementara untuk Prameks tetap dilayani 10 perjalanan per hari," tambah Karina.

Kenyamanan layanan KRL diakui langsung oleh Nurul, 30, salah seorang penumpang asal Kelurahan Mojayan, Klaten Tengah.

Ia memilih menggunakan KRL untuk melakukan perjalanan wisata menuju kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Bagi Nurul, ketepatan waktu dan kenyamanan menjadi alasan utama dirinya menggunakan moda transportasi berbasis rel ini.

Baca Juga: Pemkot Solo Perkuat Pembinaan Usia Dini, Sepak Bola Putri Jadi Perhatian Khusus

Apalagi memangkas waktu perjalanan dari Klaten ke Yogyakarta hingga 1 jam jika dibandingkan dengan menaiki bus maupun kendaraan bermotor.

"Pakai KRL itu enak, ada AC-nya dan meskipun kadang harus berdiri. Rasanya tidak terlalu sumpek. Jadwalnya juga pasti, jadi kita bisa tahu dan nunggu dari rumah dulu," kata Nurul.

Dari sisi pengeluaran, ia menilai tarif KRL jauh lebih ekonomis bagi kantong masyarakat.

"Tarifnya masih murah, cuma Rp8.000 dibanding kalau naik bus yang sekarang sekitar Rp10.000. Harapannya ya fasilitasnya terus dipertahankan dan tarifnya jangan naik dulu," ujar Nurul. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#stasiun tersibuk #krl #Stasiun Klaten #jumlah penumpang #wisata