RADARSOLO.COM-Program Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke-35 Tahun 2026 di Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko resmi dibuka.
Upacara pembukaan berlangsung di SMA Negeri 1 Karangnongko, Klaten, Selasa (7/7/2026).
Upacara itu dihadiri langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran Forkopimda, perwakilan Kodim 0723 Klaten dan Polri.
Begitu juga perangkat daerah, pemerintah desa, relawan serta elemen masyarakat setempat.
Baca Juga: Bupati Hamenang Dampingi Wamensos RI, Sebanyak 2.087 KPM PKH Klaten Graduasi Mandiri
Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi demi kelancaran program dari inovasi pemkab tersebut.
Ia menegaskan bahwa KBMKB bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur fisik, melainkan wadah untuk merawat jatidiri bangsa.
"KBMKB merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemkab Klaten, TNI, Polri, pemerintah desa dan masyarakat. Untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan. Program ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan," ujar Hamenang.
Hamenang juga menambahkan bahwa untuk mewujudkan visi Klaten yang maju, sejahtera dan berkelanjutan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.
Diperlukan kolaborasi erat dari seluruh elemen, termasuk dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.
Program KBMKB ke-35 ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 7 Juli-4 Agustus 2026.
Melibatkan 87 personel gabungan setiap harinya yang terdiri dari 30 anggota TNI, lima anggota Polri, dua teknisi, lima aparat desa, dan 45 warga setempat.
Secara terpadu, program ini akan mengeksekusi sejumlah target pembangunan yang meliputi sasaran fisik.
Berupa betonisasi jalan sepanjang 313 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 cm.
Baca Juga: Percepatan Pembangunan Pedesaan, Program KBMKB ke-34 di Malangjiwan Klaten Resmi Dibuka
Kemudian pembangunan talud jalan sepanjang 435 meter, tinggi 1,2 meter dan lebar 35 cm. Pembangunan plat deker sepanjang 10 meter, lebar 1,7 meter dan tinggi 25 cm. Lengkap dengan pondasi di sisi kanan dan kiri masing-masing 20 meter.
“Ada juga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak tiga unit rumah warga. Termasuk sasaran non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara. Penyuluhan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Somokaton Dwi Dono Lisnanto mengungkapkan rasa syukurnya atas terpilihnya Desa Somokaton sebagai lokasi KBMKB ke-35.
Ia menjelaskan bahwa proyek betonisasi dan pembuatan talud ini berfokus pada pembukaan Jalan Usaha Tani baru yang selama ini kondisinya berupa lahan sawah produktif.
"Sebenarnya di sertifikat dan data desa itu gambar jalannya sudah ada sejak lama, tapi selama ini tertutup dan dipakai warga untuk bertani. Baru sekitar tiga tahunan ini kami rintis untuk dibuka kembali. Melalui program KBMKB inilah jalan tersebut kita hidupkan total secara permanen," jelas Dwi Dono saat ditemui usai upacara.
Sebelum dibukanya akses ini, para petani setempat harus memutar cukup jauh untuk melakukan aktivitas tanam maupun membawa hasil panen mereka.
Baca Juga: Sinergi Membangun Daerah Perbatasan, Bupati Klaten Hamenang Buka KBMKB ke-33 di Pakisan Cawas
Dwi berharap, rampungnya proyek infrastruktur ini dapat membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
"Harapan kami jelas, nanti lalu lintas khususnya jalan usaha tani untuk produksi pertanian menjadi lancar. Jadi di samping meningkatkan efisiensi hasil pertanian, hal ini otomatis juga akan meningkatkan nilai jual harga tanah di sekitar sini," pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono