RADARSOLO.COM- Pemkab Klaten berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui Latihan Bersama Relawan Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana) yang melibatkan enam kecamatan.
Yakni Kemalang, Manisrenggo, Prambanan, Karanganongko, Jogonalan dan Gantiwarno.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (6–7/7 2026) ini berpusat di gedung Sasono Kridho Dharma, Balai Desa Dompol, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Baca Juga: Update Kasus Minyakita Berbau Solar di Karanganyar: Bergantung Uji Lab, Sembilan Orang Diperiksa
Sebanyak 93 relawan, dengan keterwakilan satu personel dari setiap desa, hadir untuk mengikuti pelatihan intensif tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Camat Gantiwarno V. Retno Setyaningsih menjelaskan, latihan bersama itu menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi penanggulangan bencana yang cepat, tepat dan terkoordinasi.
"Tujuan utama kami adalah peningkatan kapasitas kesiapsiagaan relawan serta penguatan sinergi dan mentalitas mereka sebagai garda depan kemanusiaan. Selain itu, kegiatan ini mendukung peningkatan status kebencanaan kita dari level Pratama menuju level Madya," ujar Retno.
Lebih lanjut, Retno menjelaskan, pelatihan selama dua hari itu menghadirkan tiga narasumber.
Mereka berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Basarnas Surakarta dan relawan kecamatan.
Baca Juga: Pemilik Lupa Matikan Kompor, Rumah di Eromoko Wonogiri Rata Tanah
“Untuk materi kegiatannya meliputi safety briefing hingga pengurangan dan penanggulangan bencana. Ditambah pendirian tenda darurat yang efektif dan berstandar, dapur umum dan simulasi penanganan medis darurat di lokasi bencana,” ujar Retno.
Kepala BPBD Klaten Syahruna mengungkapkan, latihan bersama per dapil tersebut merupakan inisiatif dari para camat untuk menaikkan grade daerah.
"Tahun 2025–2026 ini Klaten sudah berada di level Pratama semua. Untuk naik ke level Madya, salah satu syaratnya adalah latihan bersama seperti ini agar saat bencana terjadi, semua elemen sudah mandiri," jelas Syahruna.
Keberhasilan Klaten dalam perencanaan penanggulangan bencana berbasis wilayah (Kecamatan Tangguh Kencana) ini bahkan menarik perhatian nasional.
Baca Juga: Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo Steril PKL, CFD Geser ke Jalan Veteran
Syahruna membeberkan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadikan Klaten sebagai pilot project percontohan studi banding.
“Dalam waktu dekat, sejumlah pejabat dari Kabupaten Magetan serta rombongan dari Provinsi Jawa Timur dijadwalkan berkunjung ke Klaten menggunakan anggaran mandiri untuk belajar skema ini,” tambah Syahruna.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turut hadir meninjau langsung pelaksanaan pelatihan.
Ia mengapresiasi tinggi semangat luar biasa para relawan Klaten yang jumlahnya sangat besar, namun menekankan pentingnya pembekalan ilmu dan keterampilan yang matang.
"Kabupaten Klaten memiliki beberapa potensi bencana nyata, mulai dari erupsi Gunung Merapi karena wilayah kita di lereng, potensi gempa tektonik hingga banjir. Kita harus sering berlatih agar kapasitas relawan meningkat, sehingga jika terjadi bencana, risiko korban jiwa bisa diminimalisir," beber Hamenang.
Baca Juga: Biaya Kuliah per Semester UIN Surakarta 2026, UKT Lengkap Semua Fakultas
Bupati juga mengingatkan agar insiden masa lalu tidak terulang kembali.
Di mana ada relawan yang berniat menolong namun justru mengalami kecelakaan saat menuju lokasi tugas.
"Kami tidak ingin semangat tinggi tanpa dibekali manajemen keselamatan. Jangan sampai mau jadi penolong, malah menjadi korban. Lewat pelatihan ini, ilmu mereka bertambah dan bisa meminimalisir risiko bagi diri sendiri maupun masyarakat," tegasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono