Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Serap Aspirasi Warga Lereng Merapi, Bupati Hamenang Komitmen Kembangkan Potensi Lokal Bawukan Klaten

Angga Purenda • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:08 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyerap aspirasi masyarakat dalam sambung rasa di Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang. (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyerap aspirasi masyarakat dalam sambung rasa di Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten kembali menggelar program Sambung Rasa sebagai wadah untuk menyerap aspirasi.

Sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kali ini, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hadir langsung menyapa warga Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang, di Gedung Serbaguna desa setempat,  Rabu (8/7/2026).

Selain berdialog, dalam kegiatan TERSEBUT Pemkab Klaten juga menyalurkan berbagai macam bantuan sosial.

Baca Juga: Sambung Rasa di Jatinom: Bupati Klaten Serap Aspirasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Randulanang

Termasuk menghadirkan berbagai pelayanan publik terpadu yang bisa diakses langsung oleh warga di lokasi.

Pada kesempatan itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap geliat ekonomi di Desa Bawukan.

Ia menilai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma) di wilayah lereng Gunung Merapi ini sudah bergerak dengan sangat luar biasa.

"Hari ini kita melanjutkan perjalanan Sambung Rasa di Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang untuk menyerap aspirasi secara langsung, membagikan bantuan, sekaligus mendekatkan pelayanan kepada warga. Yang menarik, alhamdulillah BUMDes dan BUMDesma di sini sudah bergerak luar biasa. Tentu kami akan memberikan pendampingan dan supporting," ujar Hamenang.

Di sisi lain, bupati menegaskan, pemerintah daerah siap mengintervensi sektor unggulan pertanian dan peternakan di Bawukan.

Salah satunya adalah pemenuhan bantuan bibit tanaman durian yang siap direalisasikan dalam waktu dekat.

Sedangkan di sektor peternakan akan dilaksanakan pendampingan berkelanjutan untuk para peternak sapi dan kambing.

Harapannyaa agar usahanya semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Bupati Hamenang menjelaskan bahwa proyek yang berkaitan dengan jalur evakuasi saat ini sudah mulai berjalan dan berproses.

Sementara untuk usulan jalan poros desa akan dimasukkan ke dalam perencanaan anggaran tahun depan.

"Terkait infrastruktur, insya Allah satu per satu akan kita realisasikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," jelas Hamenang.

Adapun mengenai usulan kenaikan insentif dari kader Posyandu, ketua RW, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bupati berterus terang bahwa ruang fiskal daerah saat ini belum memungkinkan.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Bupati Klaten Ajak Kepala OPD Naik Bus Sekolah dan Mobil Satpol PP ke Lokasi Sambung Rasa demi Hemat Anggaran

Namun, janji peningkatan insentif itu akan diwujudkan jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klaten meningkat dan dana transfer dari pusat sudah stabil.

Sementara itu, Kepala Desa Bawukan Slamet menyampaikan sejumlah usulan prioritas di hadapan bupati.

Beberapa poin penting yang diajukan pihak desa antara lain pembangunan jalan penghubung antara Desa Bawukan dan Desa Panggang sepanjang 725 meter.

“Perbaikan jalan lintas Sleman-Klaten-Boyolali yang melintasi tengah Desa Bawukan sepanjang 2 Km.Termasuk penyelesaian pembangunan rest area di Utara Pasar Butuh serta dukung untuk jalur wisata Kalitalang dan Bukit Klangon,” ucapnya.

Lebih lanjut, Slamet menjelaskan, dikenal sebagai sentra peternakan dan durian, Desa Bawukan ternyata menyimpan potensi kearifan lokal.

Berupa produksi gula jawa tradisional. Sayangnya, eksistensi profesi penyadap getah dari kini kian terancam punah.

Ia mengungkapkan, pada era tahun 1990-an, jumlah penyadap getah di desanya mencapai 98 persen.

Kini jumlahnya menyusut drastis hingga tersisa sekitar 5 persen atau berkisar 50-an orang yang menyebar di beberapa rumah dan menyetor ke pengepul.

"Ini kuliner warisan nenek moyang, tapi seiring berjalannya waktu, generasi muda kurang berminat menjadi penyadap getah dari kelapa," kata Slamet.(ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#desa bawukan #sambung rasa #potensi lokal #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #Kemalang