Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Suhu Kubah Tengah Gunung Merapi Meningkat, BPBD Klaten Ingatkan Terkait Larangan Aktivitas Pendakian di Jalur Sapur Angin

Angga Purenda • Kamis, 9 Juli 2026 | 17:32 WIB
Ilustrasi aktivitas menyusuri alam terbuka di lereng Gunung Merapi di kawasan Deles Indah menuju Puncak Argobelah. (Angga Purenda/Radar Solo)
Ilustrasi aktivitas menyusuri alam terbuka di lereng Gunung Merapi di kawasan Deles Indah menuju Puncak Argobelah. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten meminta masyarakat dan wisatawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terkait aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Kendati objek wisata di lereng Merapi wilayah Klaten dinyatakan masih aman, aktivitas pendakian ke puncak dipastikan tetap dilarang total.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Syahruna menjelaskan bahwa berdasarkan rapat koordinasi (rakor) Lingkar Merapi yang digelar beberapa waktu lalu, aktivitas Gunung Merapi masih terus fluktuatif. Sejak ditetapkan berstatus Siaga (Level III) pada akhir tahun 2020.

Baca Juga: 72 Persen Warga Sudah Pilah Sampah, Gajahan Siap Jadi Role Model Solo

Fokus pengamatan saat ini berada pada dinamika dua kubah lava Merapi, yakni Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah.

"Sejak menetapkan status Siaga pada 2020, muncul pertumbuhan kubah baru di sisi barat daya. Sampai sekarang, guguran lava pijar maupun awan panas bersumber dari kubah barat daya tersebut. Namun, hasil rakor kemarin menunjukkan adanya peningkatan suhu pada kubah lama atau kubah tengah," ujar Syahruna.

Pihaknya berharap peningkatan suhu pada kubah tengah tersebut dapat kembali melandai.

Kendati demikian, BPBD Klaten tetap memperketat kesiapsiagaan dan rutin melakukan pemantauan berkala di lapangan.

"Mudah-mudahan suhunya kembali turun dan tidak terjadi apa-apa. Namun sebagai langkah antisipasi, kita harus tetap waspada. Kesiapsiagaan dijaga dan tim kami akan tetap berputar melakukan patroli di sana," imbuhnya.

Terkait sektor pariwisata di lereng Merapi wilayah Klaten, Syahruna memastikan kawasan hilir masih berada dalam jarak aman untuk dikunjungi.

Baca Juga: Gempa Bikin Pipa Sumur Dalam Desa Kundern Sukoharjo Rusak, Segera Diperbaiki Untuk Atasi Krisis Air Bersih

"Untuk objek wisata seperti Kalitalang dan desa-desa wisata di sekitarnya, insyaallah kondisinya masih aman. Yang paling penting dan wajib dipatuhi adalah jangan ada yang nekat melakukan pendakian ke puncak," tegas Syahruna.

Mengacu pada rekomendasi resmi, BPBD Klaten menegaskan seluruh jalur pendakian ke Gunung Merapi di wilayah Klaten ditutup rapat.

Termasuk Jalur Pendakian Sapu Angin sejak  peningkatan status dari normal ke waspada pada 22 Mei 2018.

"Sesuai surat ketentuan, jalur pendakian Sapu Angin dan jalur lainnya tetap ditutup total semua," kata Syahruna.

Senada dengan BPBD Klaten, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) secara tegas melarang dan menutup total semua aktivitas pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga: Nekat Terobos Lampu Merah, Pajero Hantam Innova di Simpang Gemblegan Solo

Mengingat status Gunung Merapi yang masih berada pada Level III (Siaga), radius 3 Km dari puncak harus steril dari segala aktivitas manusia guna menghindari bahaya fatal dari awan panas dan guguran lava.

Pelarangan resmi tersebut kembali ditekankan lewat surat edaran nomor S.01./T.36/TU/HMS.01.08/06/2026.

Langkah tegas itu diambil BTNGM sekaligus untuk merespons maraknya ajakan, tren, maupun unggahan konten pendakian ilegal di berbagai media sosial akhir-akhir ini.

BTNGM mengingatkan bahwa jalur pendakian populer, termasuk jalur New Selo di Boyolali maupun jalur Sapu Angin di Klaten, seluruhnya berada di dalam zona bahaya yang sangat berisiko tinggi.

Masyarakat diminta bijak dan tidak tergiur oleh konten media sosial yang melanggar hukum serta membahayakan keselamatan jiwa tersebut.

Baca Juga: Setelah di Gladak Solo, Pinsar Boyolali Perjuangkan Kenaikan Harga Telur di Depan Kantor Pemkab Boyolali

Sementara itu, Perangkat Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur mengakui aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan.

Namun untuk dampaknya tidak sampai ke wilayahnya karena luncuran awan panas guguran mengarah ke Barat Daya.

“Sebagai antisipasi tentunya kami teman-teman relawan bersama pemerintah desa untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Termasuk selalu memperbarui informasi terkini tentang Merapi,” ujar Subur.

Baca Juga: Kejari Karanganyar Ajukan Kasasi dalam Kasus Korupsi Aset Kades Jaten

Kaitannya jalur pendakian, Subur berkomitmen, selama status Merapi masih siaga dan aktivitasnya meningkat, masih ditutup. Termasuk jalur melalui Sapu Angin yang ada di wilayahnya.

“Tentunya kami bekerja sama dengan pihak taman nasional untuk selalu menjaga. Jangan sampai kecolongan ada pendaki yang naik lewat jalur Sapu Angin,” ucapnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jalur sapu angin #gunung merapi #BPBD Klaten #status siaga #pendakian