RADARSOLO.COM-Memasuki periode musim kemarau tahun ini, sejumlah desa di wilayah lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten mulai mengalami krisis air bersih.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten bergerak cepat dengan mengintensifkan pendistribusian (dropping) air bersih ke wilayah terdampak atas permintaan dari para kepala desa setempat sejak pertengahan Juni lalu.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Klaten per Sabtu (11/7/2026), total air bersih yang telah digelontorkan sejak 15 Juni-11 Juli 2026 mencapai 218 tangki atau setara dengan 1.090.000 liter.
Baca Juga: Nguri-nguri Budaya di Alun-alun Kidul Boyolali, Festival Laras Rasa Larang Penggunaan Wadah Plastik
Distribusi dropping air bersih ini menyasar empat desa utama di Kecamatan Kemalang dengan total penerima manfaat mencapai 3.143 Kepala Keluarga (KK) atau 10.392 jiwa.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, mengungkapkan bahwa dalam operasi dropping air kali ini, pihak BPBD mengoptimalkan kekuatan armada tangki yang dimiliki.
"Alhamdulillah, untuk penanganan air ini pada awalnya kami bergerak dengan kekuatan lima armada. Dropping difokuskan di daerah-daerah atas seperti Desa Sidorejo, Tegalmulyo, Tlogowatu dan Kendalsari," ujar Syahruna saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).
Lebih lanjut, Syahruna menjelaskan bahwa dropping air bersih di lapangan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan sisa cadangan di penampungan warga.
Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan efisien.
Beberapa waktu lalu, aktivitas pengiriman sempat diliburkan dalam tiga hari terakhir. Guna menghabiskan sisa stok yang masih mencukupi kebutuhan harian warga.
Baca Juga: Persis Solo Datangkan Sosok Pemimpin Baru di Lini Tengah
"Sempat kami liburkan sementara karena kami melihat stok di bak penampungan warga masih ada. Tapi kita mulai dropping lagi. Kita lihat terus perkembangan kondisinya di lapangan," jelasnya.
Sebagai gambaran situasi harian, pada Sabtu (11/7) kemarin, BPBD Klaten mengirimkan tiga tangki air bersih ke Desa Sidorejo, Desa Kendalsari dan Desa Tlogowatu.
Pengiriman satu hari tersebut menyuplai kebutuhan 787 jiwa dengan total volume 45.000 liter air.
Menghadapi potensi kemarau panjang, Pemkab Klaten telah menyiapkan skenario mitigasi yang matang.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) tingkat Provinsi Jawa Tengah, puncak musim kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi pada Agustus-September 2026.
Baca Juga: Terjatuh dari Jok Motor, Warga Baturetno Wonogiri Meninggal Terlindas Bus
Kendati demikian, dampak hidrologisnya diperkirakan akan terasa hingga bulan Oktober 2026.
"Prediksi dari rakor di Jawa Tengah kemarin menunjukkan bahwa walaupun puncaknya di Agustus dan September, sisa dampak dan waktu pengisian air kembali masuk ke dalam tanah untuk stok itu baru stabil di Oktober. Jadi, bulan Oktober diperkirakan warga masih membutuhkan dropping air bersih," urai Syahruna.
Untuk menjamin ketersediaan air hingga akhir musim kemarau nanti, BPBD Klaten telah menyiapkan cadangan anggaran dan logistik yang sangat mencukupi.
"Persiapan kami sampai 1.000 tangki air bersih. Mudah-mudahan alokasi ini cukup untuk meng-cover kebutuhan masyarakat hingga musim kemarau berakhir," pungkasnya.
Sebelumnya, perangkat Desa Tegalmulyo Subur membenarkan bahwa kawasan lereng Merapi di desanya mulai merasakan dampak kemarau selama satu bulan terakhir.
Baca Juga: SD dan SMP di Sawit Boyolali Susah Dapat Murid Baru, Masalah Klasik yang Belum Teratasi
Saat ini, prioritas dropping air bersih diarahkan untuk bak penampungan umum dan tempat ibadah, khususnya di wilayah dataran tinggi.
Sedangkan bagi masyarakat yang cadangan airnya menipis sudah mulai berinisiatif membeli air bersih secara mandiri demi memenuhi kebutuhan harian mereka. Termasuk untuk kebutuhan ternak masing-masing. (ren)
Data Dropping Air Bersih dar 15 Juni – 11 Juli 2026:
- Desa Sidorejo: 64 Tangki (832 KK / 2.931 Jiwa)
- Desa Tegalmulyo: 50 Tangki (826 KK / 2.825 Jiwa)
- Desa Tlogowatu: 61 Tangki (1.113 KK / 3.265 Jiwa)
- Desa Kendalsari: 43 Tangki (372 KK / 1.371 Jiwa)
- Total Keseluruhan: 218 Tangki (1.090.000 Liter)