RADARSOLO.COM-Masyarakat Kecamatan Jatinom, Klaten, bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya dan religi terbesar tahun ini.
Yaitu perayaan tradisi, adat dan budaya sebaran Apem Yaa Qowiyyu 2026.
Berdasarkan perhitungan penanggalan, puncak acara adat yang dinanti-nantikan oleh ribuan masyarakat ini dipastikan jatuh pada hari Jum'at Wage, 31 Juli 2026 (bertepatan dengan 15 Sapar 1960 Be). Bertempat di Lapangan Klampeyan, Jatinom.
Tradisi Yaa Qowiyyu telah berumur lebih dari empat abad, atau tepatnya memasuki tahun ke-407.
Baca Juga: KPK Geledah Ruangan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Sejumlah Pejabat Eselon III Ikut Diperiksa
Di tengah gempuran modernisasi, komitmen untuk menjaga kemurnian tradisi ini terus dipegang teguh oleh pihak penyelenggara.
Ketua Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG) Moh Ebta Tricahyo Dwijo Nagoro menegaskan, esensi utama dari penyelenggaraan rutin Yaa Qowiyyu ini adalah pemeliharaan nilai-nilai kebudayaan agar tidak tenggelam oleh perkembangan zaman.
"Jangan sampai budaya yang mulia yang sudah ditinggalkan oleh Eyang Gribig ini tergerus oleh zaman yang akhirnya tenggelam. Nah, itu yang kami terus berkomitmen di dalam hal itu," ujar Ebta saat ditemui di Jatinom, Minggu (12/7/2026).
Ebta memaparkan bahwa langkah nyata yayasan dalam menjaga warisan leluhur tersebut diwujudkan melalui dua jalur utama.
Yakni pelaksanaan agenda tradisi tahunan serta penanaman ajaran spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Baca Juga: Wali Kota Angkat Jukir Inspiratif, Tawarkan Kerja ke Jepang
"Untuk menjaga nilai-nilai itu ya di antaranya agenda tahunan jelas bahwa Eyang Gribig mempunyai warisan lisan upacara tradisi ini. Yang kedua ya nilai-nilai luhur seperti ajaran-ajaran yang beliau sampaikan bahwa tetap taat, tawakal menjalankan apa yang menjadi perintah dan menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya,” jelas Ebta.
Sementara itu, untuk jumlah apem yang hendak dibagikan pada tahun ini diperkirakan 6-7 ton.
Apem itu merupakan hasil sedekah dari masyarakat Jatinom. Termasuk dari berbagai daerah seperti Boyolali, Sukoharjo, Magelang, Semarang hingga Jawa Timur.
“Tak hanya secara pribadi, ada juga warga satu kampung di luar Jatinom yang mengirimkan apem pada H-1 puncak tradisi. Seperti kelompok warga itu berasal dari wilayah Keposong, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, serta Dusun Pandanan, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Klaten,” jelasnya.
Baca Juga: Gebrakan Masjid Preneur Sragen, Target Satu Desa Satu Masjid Mandiri, Stimulus Naik Dua Kali Lipat!
Yayasan P3KAG telah menyusun rangkaian agenda khidmat yang melibatkan lapisan masyarakat, pemuka agama, serta budayawan setempat. (ren)
Kegiatan dijadwalkan berlangsung sejak pertengahan bulan Juli 2026 sebagai berikut:
- Kamis, 16 Juli 2026 | 16.00 WIB: Ambuka Songsong Winadi Eyang Kiai Ageng Gribig Jatinom
Berlokasi di Makam Kiai Ageng Gribig, Langgar Suran, dan Lapangan Klampeyan. Acara ini menandai pembukaan seluruh rangkaian sekaligus menyambut tanggal 1 Sapar.
- Rabu, 22 Juli 2026 | 06.00 – 16.00 WIB: Semakan Al Qur'an Bil Ghoib dan Khataman Al Qur'an
Kegiatan spiritual tadarus dan khataman Al-Qur'an secara penuh yang bertempat di kompleks Makam Kiai Ageng Gribig.
- Kamis, 23 Juli 2026 | 15.00 – 16.30 WIB: Pembukaan Yaa Qowiyyu Pasar Malam
Prosesi dimulai dengan berjalan kaki dari halaman kantor Kecamatan Jatinom menuju Makam Kiai Ageng Gribig dan Oro-oro Yaaqawiyyu. Acara ini diisi dengan zikir, tahlil umbul donga (doa bersama), serta pembukaan pasar malam rakyat.
- Kamis, 23 Juli 2026 | 20.00 WIB: Pengajian Haul Kiai Ageng Gribig & Salawat Al Barzanji
Pengajian akbar dan pembacaan salawat dalam rangka haul Kiai Ageng Gribig, bertempat di Makam Kiai Ageng Gribig Jatinom.
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 20.00 WIB: Ngaji Bareng (Kajian Budaya Islam Era Sultan Agung) & Ngopi Malahad
Ruang diskusi budaya dan agama yang mengkaji korelasi Islam dan budaya pada era Mataram Sultan Agung, bertempat di Masjid Alit Jatinom.
- Rabu, 29 Juli 2026 | 20.00 WIB: Santi Swaran Seni Laras Madya Manunggal Rasa Jatinom
Pementasan seni musik tradisional bernuansa islami (Santi Swaran) di Bangsal Makam Kiai Ageng Gribig.
- Kamis, 30 Juli 2026 | 13.30 WIB: Kirab Budaya dan Upacara Serah Terima Gunungan Apam
Arak-arakan gunungan apem ikonik yang diarak dari halaman Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Alit dan Masjid Gedhe Jatinom untuk disemayamkan sebelum puncak acara.
- Kamis, 30 Juli 2026 | 19.30 WIB: Malam Midodaren, Sedekah Apam, & Kenduri Seni
Malam sakral menjelang puncak acara yang dimeriahkan dengan sedekah apem, kenduri seni, dan pementasan Santi Swaran Laras Madya Condhong Qolbu Jatinom di Panggung Amphiteater/Lapangan Klampeyan.
- Jumat, 31 Juli 2026 | 12.00 WIB (Ba'da Salat Jumat): Puncak Grebeg Ageng Saparan: Penyebaran / Andum Apam Yaa Qowiyyu
Merupakan inti dari perayaan, di mana ribuan kue apem akan disebarkan dan dibagikan kepada lautan jemaah dan masyarakat di Lapangan Klampeyan Jatinom.
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 16.00 WIB: Rebo Wekasan / Pungkasan: Upacara Mingkuping Songsong Winadi
Prosesi penutupan payung ritual di Makam Kiai Ageng Gribig Jatinom yang sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian bulan Safar.
Sumber: Yayasan P3KAG
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com