Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Jadi Ajang Regenerasi, 15 Dalang Cilik Unjuk Gigi dalam Lomba Dalang Anak se-Kabupaten Klaten

Angga Purenda • Rabu, 15 Juli 2026 | 15:29 WIB
Lomba dalang anak yang diikuti 15 peserta di Pendapa Monumen Juang 45, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Lomba dalang anak yang diikuti 15 peserta di Pendapa Monumen Juang 45, Klaten, Rabu (15/7/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Panggung Pendapa Monumen Juang 45 Klaten tampak semarak pada Rabu (15/7/2026).

Suara tabuhan gamelan dan sebetan wayang bersahut-sahutan dalam gelaran Lomba Dalang Anak se-Kabupaten Klaten 2026.

Lomba digelar oleh Pemkab Klaten dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar).

Berkolaborasi dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Klaten.

Baca Juga: TMMD Sengkuyung Tahap III Boyolali Dimulai, Sasar Betonisasi Jalan 1.205 Meter di Desa Bercak

Diikuti oleh 15 peserta berbakat dari seluruh penjuru Kota Bersinar.

Ketua Pepadi Klaten sekaligus Ketua Panitia Lomba Ki Hary Sembung menjelaskan, perlombaan tahun ini dibagi ke dalam dua kategori usia.

Yakni Kategori A untuk usia 8-12 tahun. Sedangkan Kategori B untuk usia 13-15 tahun.

Dalam standarisasi lomba, panitia menerapkan sistem pakeliran padat dengan durasi tampil yang dibatasi maksimal 35 menit per peserta.

Meski demikian, para peserta dibebaskan untuk membawakan lakon atau cerita apa pun.

"Bakat asli anak-anak sudah bisa langsung terukur. Mulai dari kualitas sabetan (teknik memainkan wayang), onto wecono (artikulasi dan intonasi tokoh), hingga kekompakan dalam memimpin iringan musik," ujar Ki Hary Sembung ditemui di lokasi acara.

Menariknya, dua penampil pertama di awal acara secara kebetulan memainkan lakon yang sama, yaitu Aji Norontoko. Berdasarkan hasil dari pengundian nomor tampil saat technical meeting.

Untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan juri-juri profesional dari berbagai latar belakang. Di antaranya akademisi Sukisno, seniman pedalangan profesional sekaligus putra legendaris Ki Anom Suroto yakni Ki Bayu Aji serta tokoh dari Pepadi Klaten sendiri, Ki Joko Wardono.

Pihak panitia juga memfasilitasi kru penabuh gamelan (pengrawit), meski beberapa dalang cilik diperbolehkan membawa asisten inti sendiri. Seperti pengendang dan penyimping (asisten penata wayang).

“Harapan kami, generasi pedalangan di Kabupaten Klaten tidak terputus. Anak-anak sekarang banyak sekali godaannya, terutama gadget yang bisa membahayakan masa depan mereka jika berlebihan. Melalui lomba ini, kami menjaga agar semangat anak-anak yang belajar mendalang tetap tumbuh,” imbuh pria asal Wedi tersebut.

Baca Juga: Tim Sparta Selamatkan Perempuan Diduga Korban Penganiayaan di Rumah Kos

Menariknya, saat ini mayoritas peserta bukan lahir dari anak dalang. Melainkan anak-anak dari masyarakat awam yang tiba-tiba jatuh cinta pada wayang dan belajar di sanggar-sanggar. Salah satu contohnya di Omah Wayang Klaten.

Di antara belasan peserta, sosok Handal Rinestu, 8, sukses mencuri perhatian penonton.

Siswa kelas 3 SD Negeri 1 Blanceran, Karangnom ini tampil penuh percaya diri membawakan lakon Dewa Ruci.

Meski merupakan anak dari seorang guru dan bukan dari keluarga dalang, Handal mengaku jatuh cinta pada dunia wayang sejak masih duduk di bangku TK Besar setelah menonton penampilan Ki Bayu Aji.

Dibimbing oleh sang ayah serta mentornya, Handal rutin berlatih dua kali seminggu di Sanggar Pamor, Sukoharjo.

Meski persiapannya tergolong singkat untuk kompetisi kali ini, Handal bukanlah pendatang baru di dunia pakeliran cilik.

"Ini sudah kedua kalinya ikut lomba. Tahun 2025 kemarin sempat ikut Festival di Kartasura dan dapat Juara 2. Ke depannya, saya memang pengin sekali jadi dalang profesional," ucap Handal. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
lomba dalang anak kabupaten klaten Pepadi Klaten Dalang Cilik