RADARSOLO.COM - BPJS Kesehatan Kantor Cabang Boyolali menggelar kegiatan Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Taman Lampion, Klaten Utara, pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang diisi dengan senam bersama dan edukasi kesehatan tersebut berkolaborasi dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten.
Suasana meriah dan penuh semangat tampak menyelimuti ratusan peserta lansia yang hadir. Lewat dipandu instruktur, mereka tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam demi menjaga kebugaran tubuh.
Baca Juga: Jangkau Daerah 3T di Indonesia, BPJS Kesehatan Luncurkan Layanan Ujung Negeri Secara Serentak
Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Boyolali dr. Dwika Arie Ristianto mengapresiasi loyalitas dan keaktifan para peserta yang selama ini konsisten menghidupkan program Prolanis. Ia menekankan bahwa dukungan terbesar bagi BPJS Kesehatan adalah kesembuhan dan kesehatan dari para peserta itu sendiri.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah bergabung dan menyukseskan Prolanis. Di usia yang ke-58 ini, kami mohon doanya selalu supaya BPJS Kesehatan bisa terus berkiprah, membuat Bapak dan Ibu bahagia dan sehat," ujarnya saat memberikan sambutan.
Pihaknya mengajak para peserta untuk terus menularkan gaya hidup sehat ini kepada lingkungan terdekat.
"Support yang paling besar untuk BPJS Kesehatan adalah kesehatan dari Bapak Ibu sekalian. Selalu aktif, selalu sehat, dan yang terpenting harus bahagia. Kami juga mohon bantuannya, ajak keluarga di rumah untuk tetap menjaga kesehatan," imbuhnya.
Manfaat nyata dari program Prolanis ini dirasakan langsung oleh Endang Windartini, 81, warga Perumda Belangwetan, Klaten Utara. Sebagai peserta aktif yang rutin melakukan kontrol kesehatan setiap bulan di FKTP PMI Klaten, Endang mengaku kesehatannya jauh lebih stabil di usia senjanya.
"Alasan saya ikut Prolanis ini untuk mempertahankan kesehatan supaya selalu sehat dan bugar. Karena usia-usia seperti ini kecenderungannya tensi tinggi (hipertensi),” jelas Endang yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang iurannya otomatis dipotong dari gaji pensiun pokok setiap bulannya.
Baca Juga: Dukung Program MBG, BPJS Kesehatan dan Puskesmas Boyolali 1 Skrining Siswa SMAN 1 Boyolali
Sementara itu, untuk upaya yang dilakukannya dalam menekan hipertensi dengan kontrol rutin. Termasuk menjaga pola makan dan selalu bergerak. Menurutnya, lansia itu harus selalu aktif beraktivitas.
Sementara itu, tepat di momentum HUT ke-58 ini, Endang berharap BPJS Kesehatan bisa terus meningkatkan kualitas layanannya. Terutama dalam memberikan kemudahan bagi kelompok lanjut usia (lansia).
"Harapan saya pelayanannya ditingkatkan dan dipermudah, lebih-lebih bagi kami yang lansia. Mungkin ada prioritas kemudahan untuk rujukan balik maupun saat penebusan obat agar semuanya berjalan lancar," harapnya.
Senada dengan Endang, manfaat luar biasa juga dirasakan oleh Alexander Sumarwanto, 72, peserta Prolanis asal Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper. Pensiunan yang sudah 21 tahun mengidap Diabetes Melitus (DM) sejak tahun 2005 ini mengaku program Prolanis menjadi penyelamat hidupnya.
"Dulu saat awal divonis, gula darah saya sempat menyentuh angka 498. Namun sejak program Prolanis ini digulirkan oleh PMI Klaten, gula darah saya sekarang bisa terkontrol stabil di bawah 140 terus," ungkap Alexander.
Ia menjelaskan, setiap bulannya ia rutin melakukan kontrol, mengambil resep obat hingga mendapat suntikan insulin rutin. Selama kondisinya terpantau normal di FKTP PMI Klaten bersama dr. Erlina Puspitasari, ia tidak perlu dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam (internis).
"Saya sangat senang dengan program ini. Kami bisa ikut senam berjamaah, tensi terkontrol, lalu sebulan sekali diambil sampel darah puasa, dan tiap enam bulan sekali dicek HbA1c-nya. Ini sangat membantu kami memantau kesehatan. Buktinya, walau sudah 21 tahun mengidap diabetes, saya masih bisa eksis berolahraga," ujar Alex yang juga peserta JKN segmen PPU yang iurannya otomatis dipotong dari gaji pensiun pokok setiap bulannya.
Memasuki usia ke-58, Alexander menilai BPJS Kesehatan telah berada di usia yang matang. Ia pun berharap instansi tersebut bisa terus menjaga komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
"Semoga pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Klaten dan di FKTP PMI, bisa terus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi sesuai standar yang ada," pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono