RADARSOLO.COM - Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam berlantai dua milik Bambang Juwandi, Kamis (16/7/2026) dini hari.
Peristiwa naas tersebut terjadi sekira pukul 03.00 di kawasan persawahan Blok 10, Dusun Krajan, Desa Krajan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten.
Informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, kebakaran kali pertama diketahui dua penjaga kandang yang tengah ronda malam.
Mereka adalah Reza Dwi Sakti, 27, warga Desa Kahuman, Polanharjo dan Muhamad Putra Pratama, 14 warga Desa Kalikotes.
Baca Juga: Harry Kane Ungkap Penyebab Inggris Gagal ke Final Piala Dunia Usai Dikalahkan Argentina
Saat kejadian, keduanya sedang duduk di teras depan kandang.
Tiba-tiba mereka dikejutkan suara aneh seperti benda terbakar yang bersumber dari bagian tengah bangunan di lantai dua.
Mendengar suara mencurigakan tersebut, kedua saksi segera melakukan pengecekan ke dalam area produksi.
Mereka terkejut saat mendapati kepulan asap tebal disertai kobaran api yang mulai menyala di lantai dua.
Menyadari bahaya yang mengancam, kedua penjaga sempat berupaya melakukan aksi tanggap darurat dengan mencari air untuk memadamkan api secara mandiri.
Karena material kandang didominasi kayu serta struktur rangka atas yang dilapisi atap galvalum, kobaran api cepat membesar dan meluas.
Kondisi tersebut memaksa mereka mundur demi keselamatan jiwa dan segera mencari bantuan luar.
Melihat situasi yang kian tidak terkendali, Putra Pratama segera menghubungi pemilik kandang, Bambang Juwandi.
Kemudian langsung meneruskan laporan darurat kepada pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten pada pukul 03.54.
Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto mengungkapkan, anggota Polsek Kalikotes beserta unsur TNI langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga.
“Kandang ayam yang terbakar berukuran 140x7 meter. Berisi 12 ribu ekor ayam umur satu hari,” ujar Suwoto.
Setelah tiba di lokasi, tim Damkar Klaten langsung melakukan pemadaman.
Dibantu anggota Polsek Kalikotes, Koramil 01 Kota, Relawan Foreka dan warga setempat.
Api baru bisa dipadamkan pada pukul 04.45.
Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino menjelaskan, berdasarkan pemantauan dari kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi, titik api kali pertema terdeteksi dari bagian tengah kandang lantai dua.
Diduga dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Rangka bangunan yang tersusun atas kombinasi kayu, cor serta atap galvalum membuat kobaran api dengan cepat melumat hampir 90 persen struktur utama bangunan.
Pemadaman api membutuhkan perjuangan ekstra. Mengingat posisi kandang berada di area persawahan.
Operasi pemadaman dan pendinginan total menghabiskan sekitar 16 ribu liter air dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 05.30.
Baca Juga: NJKB Honda Super One Bocor, Benarkah Harga Mobil Listrik Ini Mulai Rp257 Jutaan?
“Berkat kesigapan tim gabungan di lapangan, bangunan di sekitar lokasi berhasil diamankan dari rambatan api. Jadi kebakaran juga tidak meluas ke area pertanian produktif di sekitarnya,” ujarnya.
Kebakaran menyebabkan kerusakan parah hingga 90 persen kandang ternak dengan luasan sekira 500 meter persegi.
Untuk estimasi kerugian materi diperkirakan mencapai Rp2 miliar. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com