RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten memperkuat komitmennya dalam menyiapkan generasi masa depan yang tangguh sejak usia dini.
Langkah itu ditandai dengan Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Klaten Periode 2026–2030.
Sekaligus Sosialisasi Strategi Implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah Tahun 2026 yang digelar di salah satu hotel di Klaten, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Bunda PAUD Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang.
Baca Juga: I Gede Aditya Pamitan dengan Persis Solo, Ternyata Bukan Dicoret, Ini Alasan Sebenarnya
Berikutnya, Pj Sekda Klaten, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, koordinator wilayah pendidikan, camat se-Kabupaten Klaten, Bunda PAUD kecamatan, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Titin Windiyarsih menjelaskan bahwa agenda tersebut dirancang untuk menyamakan persepsi dan menyosialisasikan program kerja Bunda PAUD Kabupaten Klaten kepada seluruh anggota Pokja yang baru.
"Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang mendalam mengenai peran dan fungsi Pokja dalam mengoptimalkan layanan PAUD yang berkualitas. Kami berharap terjalin koordinasi yang lebih kuat antara Bunda PAUD Kabupaten dengan Pokja di tingkat kecamatan untuk menyinergikan seluruh program kerja," ujar Titin.
Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang mengukuhkan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Klaten Periode 2026–2030.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya paradigma baru di mana kebijakan wajib belajar kini telah bertransformasi menjadi 13 tahun, dengan memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah pada jenjang PAUD.
Menurut Fahrani, PAUD memiliki peran sebagai jembatan transisi anak-anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
"Di PAUD, anak-anak belajar melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. Didampingi oleh tenaga pendidik yang kompeten, mereka dipersiapkan dengan matang agar siap mental dan karakter saat memasuki jenjang sekolah dasar," jelasnya.
Ia juga mendorong penguatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) di Kabupaten Klaten. Program tersebut tidak hanya berfokus pada aspek akademi.
Melainkan juga menyentuh aspek kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan tumbuh kembang anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Fahrani turut mengapresiasi kerja sama antara disdik dengan Puskesmas dalam menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis di satuan PAUD.
Baca Juga: Legendaris Sejak 1977, Sego Tumpang Congor Mbok Semi Boyolali Tawarkan Sensasi Makan di Pawon
Mulai dari pemeriksaan gigi, telinga dan pemantauan tumbuh kembang. Hingga deteksi dini hambatan perkembangan seperti speech delay.
"Deteksi kesehatan sejak dini dan penyelarasan pola asuh antara sekolah dengan orang tua melalui kelas parenting adalah investasi mutlak kita untuk mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan penegasan kuat mengenai pentingnya pembentukan pokja tersebut.
Hamenang mengibaratkan tumbuh kembang anak usia dini layaknya membangun sebuah rumah.
"Ibarat sebuah rumah, jika pondasinya kuat maka bangunannya akan kokoh. Begitu pula dengan generasi kita. Pondasi itu dibangun sejak usia PAUD," ungkap bupati.
"Jika fase krusial ini terlewat, maka akan sangat sulit bagi kita untuk mengejar ketertinggalan ketika anak sudah memasuki sekolah dasar," lanjut dia.
Hamenang juga mengimbau seluruh anggota Pokja Bunda PAUD untuk bekerja responsif, kolaboratif, dan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Guna mendeteksi dini setiap kendala tumbuh kembang anak agar potensi terbaik mereka tidak hilang.
“Pokja Bunda PAUD Kabupaten Klaten yang baru dikukuhkan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam membangun sinergi lintas sektor. Termasuk melalui layanan PAUD di Klaten dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan siap menjadi pemimpin saat Indonesia genap berusia satu abad pada tahun 2045,” ucapnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com