RADARSOLO.COM – Ribuan pengunjung dari berbagai daerah menyemut di kolam Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Minggu (19/7/2026).
Mereka antusias mengikuti gelaran tahunan Festival Memet Ikan yang ke-12.
Agenda menangkap ikan massal dengan alat tradisional tersebut berlangsung meriah.
Event ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-222 Klaten.
Baca Juga: Rapor Merah Stunting di Boyolali: Tinggi Badan 6.800 Anak Terdeteksi Pendek dan Sangat Pendek
Sejak pagi buta, masyarakat dari dalam maupun luar kota Klaten telah bersiap di sekeliling kolam.
Mereka membawa berbagai alat tangkap sederhana, mayoritas menggunakan jaring tangan.
Tanpa ada aba-aba dimulai, ribuan warga langsung turun menceburkan diri ke dalam kolam.
Mereka saling berebut mendapatkan berbagai jenis ikan yang telah disebar panitia di kolam.
Ketua Panitia Festival Memet Ikan Gemblegan Niko Joko Pramono menjelaskan, Memet Ikan tahun ini berbeda.
Baca Juga: Ganggu Ketenangan Pasien, Balap Liar di Depan RS Panti Waluyo Solo Diobrak-abrik Polisi
Antusias masyarakat jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Sekarang kegiatannya menjadi satu bagian Hari Jadi Klaten. Kalau sebelumnya kan kegiatan ini murni dikelola oleh pihak desa. Karena antusias warga yang datang begitu besar, sekarang berkolaborasi jadi satu dengan Hari Jadi Klaten," ujar Joko.
Pengunjung tidak hanya didominasi oleh warga lokal Kalikotes atau seputaran Klaten saja.
Ada pula datang dari luar kota yang penasaran merasakan sensasi berburu ikan secara tradisional ini.
Guna memuaskan ribuan peserta, panitia menebar beragam jenis ikan.
"Ada sekitar 2 ton lebih. Jenisnya bawal, nila dan mujair. Tujuan utama dari festival ini, pertama adalah untuk menghibur masyarakat luas. Kemudian yang kedua, bisa meningkatkan gizi masyarakat sekitar," imbuh Joko.
Keseruan memet ikan diakui oleh Siswanto, 49, pengunjung asal Desa Jebugan, Klaten Utara.
Ia berjuang ekstra keras di tengah kepungan ribuan peserta lain untuk bisa menjaring ikan ke dalam wadahnya.
"Tadi saya dapat 5 Kg lebih, tapi ukurannya kecil-kecil, kebanyakan jenis nila sama bawal. Dapatnya lumayan susah karena harus rebutan banyak orang, alatnya saya cuma pakai jaring saja," ucapnya.
Siswanto sudah kali ketiga mengikuti festival ini. "Nanti (ikan hasil tangkapan) digoreng untuk lauk bersama keluarga biar senang," katanya.
Kebahagiaan juga terpancar di wajah Kirmadi, 60. Meskipun harus berdesakan, ia mengaku sangat menikmati tradisi tahunan tersebut.
"Alhamdulillah dapat 4 Kg. Ada bawal sama nila, tapi banyakan nilanya," ujarnya.
Meskipun harus berebut, Kirmadi merasa bahagia ikut dalam Festival Memet Ikan untuk kali kedua. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com