Ikut Berebut di Festival Memet Ikan, Warga Bayat Klaten Kelelahan dan Akhirnya Meninggal Dunia

Angga Purenda • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 14:44 WIB
Jajaran dari Pamapta 2 Polresta Klaten melakukan olah TKP peserta Festival Memet Ikan di Desa Gemblegan, Kalikotes, Klaten yang meninggal dunia saat ikut berebut ikan, Minggu (19/7/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Jajaran dari Pamapta 2 Polresta Klaten melakukan olah TKP peserta Festival Memet Ikan di Desa Gemblegan, Kalikotes, Klaten yang meninggal dunia saat ikut berebut ikan, Minggu (19/7/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kemeriahan Festival Memet Ikan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, berujung duka, Minggu (19/7/2026) pagi.

Seorang warga dilaporkan pingsan saat turun ke kolam untuk berebut ikan.

Nahas, warga yang bernama Suheri, 46, warga Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Klaten akhirnya meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, Suheri datang ke lokasi bersama rekan-rekannya.

Baca Juga: Membeludak! Ribuan Warga Berebut 2 Ton Ikan dalam Festival Memet Ikan di Kalikotes Klaten

Mereka antusias turut  meramaikan Festival Memet Ikan yang merebutkan ikan seberat 2 ton.

Namun, tak lama setelah terjun ke kolam, Suheri diduga kelelahan dan tidak kuat melanjutkan aktivitas hingga akhirnya pingsan.

Ketua Panitia Festival Memet Ikan Niko Joko Pramono membenarkan adanya salah seorang peserta yang pingsan saat acara berlangsung.

"Tadi terjun (ke kolam), terus katanya dia enggak kuat, terus semende (bersandar) di tembok, lalu diangkat naik. Tadi posisinya masih pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Niko ditemui di sela-sela acara.

Pihak kepolisian dari Polresta Klaten yang berada di lokasi segera bertindak cepat memeriksa kondisi korban bersama petugas medis dari Puskesmas setempat.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Senapan Angin di Sragen, Renggut Nyawa Petani Tua

Pamapta 2 Polresta Klaten Ipda Djarot Duryono mengonfirmasi bahwa korban telah dinyatakan meninggal dunia setelah diperiksa oleh petugas kesehatan.

Ia menegaskan bahwa Suheri tidak meninggal akibat tenggelam, mengingat kondisi kolam yang tidak terlalu dalam.

Dari hasil pemeriksaan medis, Suheri diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta yang memicu fatalitas saat kelelahan di lokasi kejadian, yakni hipertensi.

Diduga korban mengalami serangan jantung yang dipicu oleh kekelahan saat berebut ikan.

Baca Juga: 5.000 Ekor Lele Milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Wonosamodro Mati, Diduga Diracun

“Petugas kesehatan dan Polsek Kalikotes tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” ucapnya.

Djarot menambahkan, jenazah Suheri telah dipulangkan ke rumah duka di Kecamatan Bayat untuk proses pemakaman.

Pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas.

"Keluarga sudah membuat surat pernyataan menerima bahwa kejadian ini adalah musibah," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
berebut ikan warga meninggal saat berebut ikan di festival memet ikan festival memet ikan meninggal dunia Kalikotes Klaten