RADARSOLO.COM-Pelaksanaan betonisasi jalan di Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko, Klaten sepanjang 313 meter terus dikebut.
Kegiatan tersebut bagian dari program inovasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berkolaborasi dengan Kodim 0723/Klaten.
Betonisasi dilakukan secara gotong-royong oleh personel TNI dari Koramil 11/Karangnongko bersama warga Desa Somokaton yang telah dilakukan sejak Minggu (19/7/2026).
Setiap harinya, mereka bahu membahu menyelesaikan proses pengecoran jalan.
Danramil 11/Karangnongko Kapten Inf Sukimanto turun langsung bergabung bersama anggota dan masyarakat.
Percepatan betonisasi jalan itu bagian dari pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Khususnya melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Betonisasi jalan yang sedang dikerjakan memiliki nilai strategis karena merupakan akses utama menuju lahan pertanian milik warga. Selama ini kondisi jalan yang masih berupa tanah menyulitkan petani, terutama saat musim penghujan ketika jalur menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil panen,” jelas Sukimanto, Minggu (19/7/2026)
Melalui program tersebut, Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya berperan sebagai pendukung pembangunan.
Tetapi juga menjadi motor penggerak tumbuhnya budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Dengan dibangunnya jalan beton, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar. Jadi distribusi hasil pertanian dapat dilakukan secara lebih cepat, aman dan efisien,” ungkapnya.
Selain mendukung kelancaran aktivitas pertanian, pembangunan jalan tersebut juga diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Sekaligus membuka peluang berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Infrastruktur yang memadai juga akan mempermudah akses kendaraan menuju lahan maupun sentra pemasaran hasil pertanian.
Harapannya biaya distribusi dapat ditekan dan daya saing produk pertanian masyarakat semakin meningkat.
“Saya optimistis seluruh sasaran pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujar Sukimanto.
Baca Juga: Mengapa Ada Yoni di Waduk Lalung? Ternyata Kawasan Ini Menyimpan Jejak Peradaban Kuno
Ia menambahkan bahwa jalan beton yang dibangun merupakan investasi pembangunan yang akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
"Jalan ini merupakan akses vital menuju lahan pertanian. Setelah selesai dibangun, masyarakat akan lebih mudah mengangkut hasil panen. Biaya transportasi menjadi lebih efisien dan pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan perekonomian warga Desa Somokaton," tambahnya.
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan desa yang semakin maju, mandiri serta memiliki infrastruktur yang memadai.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat di Klaten.
Sebelumnya, Kepala Desa Somokaton Dwi Dono Lisnanto menjelaskan betonisasi jalan sepanjang 313 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 cm.
Kemudian didukung pembangunan talud jalan sepanjang 435 meter, tinggi 1,2 meter dan lebar 35 cm.
Ditambah pembangunan plat deker sepanjang 10 meter, lebar 1,7 meter dan tinggi 25 cm. Lengkap dengan pondasi di sisi kanan dan kiri masing-masing 20 meter.
Baca Juga: Bertubi-tubi Muncul Masalah, Kemenag Wonogiri Kaji Desakan Ponpes Santri Manjung Ditutup
Ada juga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak tiga unit rumah warga.
“Untuk jalan yang dibetonisasi saat ini, sebenarnya di sertifikat dan data desa itu gambar jalannya sudah ada sejak lama. Tapi selama ini tertutup dan dipakai warga untuk bertani. Melalui program KBMKB inilah jalan tersebut kita hidupkan total secara permanen," jelas Dwi. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com