Dorong Lahirnya Inovasi Produk Baru, 8 Klaster IKM Ditampilkan di Klaten Fair

Angga Purenda • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 17:34 WIB
Deretan produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang ditampilkan dalam acara Klaten Fair di Alun-alun Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Deretan produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang ditampilkan dalam acara Klaten Fair di Alun-alun Klaten, Minggu-Kamis (19-23/7/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM- Penyelenggaraan Klaten Fair 2026 kembali menjadi panggung penting bagi 55 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal untuk unjuk gigi.

Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Alun-alun Klaten pada Minggu-Kamis (19-23/7/2026)

Ajang yang dipusatkan di kawasan pusat kota tersebut tidak hanya menargetkan perputaran ekonomi.

Tetapi juga mendorong lahirnya inovasi produk baru dari hasil kolaborasi antar klaster IKM.

Baca Juga: Ketua Demokrat Solo Mundur, DPP Belum Tunjuk Pelaksana Tugas

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten Luciana Rina Damayanti menjelaskan, ajang Klaten Fair disiapkan untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi para pelaku usaha lokal agar semakin berdaya dan dikenal luas oleh masyarakat.

"Harapan kami pastinya yang pertama adalah memperkenalkan produk-produk industri dari IKM Klaten. Bagi pelaku IKM yang pertama kali mengikuti pameran diharapkan tumbuh pengalaman baru untuk saling bermitra dan belajar," ujar Rina saat ditemui di lokasi pameran, Senin (20/7/2026).

Khusus untuk jajaran IKM binaan Disperinaker, terdapat 40 stan pameran yang diisi secara bergiliran oleh 55 IKM dari delapan klaster unggulan.

Kedelapan klaster tersebut mencakup lurik, batik, kerajinan tangan, mebel atau furnitur, logam, konveksi, gerabah hingga olahan makanan.

Lebih lanjut, Rina menekankan pentingnya kolaborasi antar-klaster untuk melahirkan inovasi produk baru yang unik dan khas Klaten.

Baca Juga: Catat 131 Kejadian Kebakaran hingga Juli 2026, Damkar Klaten Peringatkan Soal Bahaya Bakar Sampah Sembarangan

Ia mencontohkan padupadan antara klaster lurik dengan fashion serta kolaborasi antara klaster logam dengan kerajinan tangan.

"Jika antarklaster ini berkolaborasi, akan memunculkan inovasi dan pasar-pasar baru. Di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global saat ini, strategi utama kita adalah menguatkan gerakan Bangga Buatan Indonesia dan menggunakan produk lokal. Jika ingin naik kelas, maka kualitas produk IKM-nya juga harus terus ditingkatkan," urai Luciana.

Salah satu pelaku IKM kerajinan miniatur asal Sentra Kerajinan Miniatur Blanceran, Kecamatan Karanganom, Sofyan, 46, menyambut positif keterlibatan IKM dalam ajang tahunan tersebut.

Pemilik usaha kerajinan miniatur berbahan limbah kayu jati yang telah merintis usahanya sejak tahun 2001 ini menilai Klaten Fair efektif sebagai sarana promosi.

Baca Juga: Dramatis! Sapi Bunting 9 Bulan Terperosok Sumur Tua di Ngadirojo Wonogiri Berhasil Dievakuasi

"Kami dari petajin sangat senang diikutsertakan. Harapan kami tentu untuk promosi, baik lokal Klaten maupun luar kota. Di hari pertama kemarin pengunjung lumayan banyak, bahkan ada pengunjung luar kota yang membeli dan ada juga warga Klaten yang baru tahu kalau di daerahnya ada kerajinan miniatur seperti ini," ungkap Sofyan.

Sofyan, yang produk miniaturnya sudah menembus pasar ekspor lewat pemesanan berkala, berharap perhatian dan pendampingan dari pemerintah daerah dapat terus berlanjut.

"Harapan kami ke depan, para perajin dan IKM kecil terus mendapatkan perhatian dan kemudahan. Baik dari sisi perizinan maupun pengembangan kapasitas. Sinergi seperti Klaten Fair ini sangat dibutuhkan agar industri kreatif di Klaten bisa terus bangkit dan berinovasi," pungkas Sofyan. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
klaten fair 2026 ikm klaten cinta produk dalam negeri inovasi produk lokal