RADARSOLO.COM - Mengawali tahun ajaran baru, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten menggelar kegiatan Masa Ta'aruf Santri Ibnu Abbas (Mastasia). Salah satunya yang dipusatkan di Kampus 2 Ibnu Abbas, Desa Troso, Kecamatan Karanganom.
Kegiatan yang berlangsung sejak Senin-Jumat (20-24/7/2026) ini diikuti sebanyak 536 santri baru jenjang SMP IT dan SMA IT, baik ikhwan (putra) maupun akhwat (putri).
Panitia Mastasia sekaligus Staf Kesiswaan SMP IT Ibnu Abbas Wiji Santoso menjelaskan, Mastasia dirancang sebagai masa orientasi dan adaptasi bagi para santri baru. Terutama dalam mengenalkan lingkungan sekolah serta kehidupan di dalam asrama.
”Melalui Mastasia, para santri diajak mengenalkan kehidupan pondok pesantren beserta aturan-aturannya, termasuk pelatihan kemandirian. Mengingat anak-anak kelas VII dan kelas X berada dalam masa transisi dari rumah ke pondok, potensi homesick tentu ada. Maka, penyesuaian ini penting dilakukan,” ujar Wiji, Kamis (23/7).
Wiji menuturkan, materi yang disampaikan merujuk pada tiga pilar utama pesantren, yakni penguatan akhlak di bidang kesantrian, ketahfizhan, dan akademik.
Pada sektor ketafizan, santri disosialisasikan terkait target hafalan Alquran, yakni 9 juz untuk lulusan SMP dan 15 juz untuk lulusan SMA.
Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026, Teknologi Digital Menjadi Tantangan Pola Asuh
Sementara pada sektor akademik, santri diarahkan untuk memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran yang terdaftar di dinas pendidikan.
PPTQ Ibnu Abbas juga menggandeng pihak luar seperti jajaran Polsek dan Koramil Karanganom untuk membekali para santri.
”Kami melibatkan kepolisian untuk sosialisasi anti-bullying dan penanggulangan kenakalan remaja. Sedangkan Koramil untuk wawasan kebangsaan. Walaupun berada di lingkungan pesantren, wawasan kebangsaan wajib dimiliki agar para santri tumbuh mencintai bangsa dan negara,” tegas Wiji.
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, Ajak Murid SD Melipat Baju Dan Main Dolanan Tradisional
Rangkaian Mastasia tersebut ditutup pada Jumat (24/7) dengan kegiatan outbound guna memberikan suasana yang menyenangkan dan mempererat rasa kebersamaan antar-santri.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Troso Polsek Karanganom Aipda Rendy Fardian yang hadir sebagai pemateri menyampaikan pentingnya pemahaman para santri mengenai bahaya perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, minuman keras, tawuran hingga penyimpangan perilaku remaja lainnya.
”Melihat dinamika kenakalan remaja saat ini, kami menekankan agar keimanan dan ketakwaan yang dipelajari di PPTQ Ibnu Abbas menjadi benteng utama dari pengaruh negatif perkembangan global,” ujar Rendy. (ren/adi)
Editor : Adi Pras