RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten melakukan ziarah ke makam leluhur pada Kamis (23/7/2026). Jelang Hari Jadi ke-22 Klaten yang akan diperingati pada Selasa (28/7/2026).
Ziarah diawali ke Makam Kiai Melati yang berada di Kampung Sekalekan, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah.
Kiai Melati diyakini sebagai sosok di balik cikal bakal dari nama Klaten.
Kemudian rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Panembahan Agung Kajoran yang berada di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.
Pada kompleks tersebut juga berziarah ke makam Bupati Klaten pertama KRT Mangun Negoro dan Bupati Klaten kedia KRT Mangudilaga.
Baca Juga: Ajang Promosi Produk Unggulan Daerah, Bupati Hamenang Resmi Buka Klaten Fair 2026
Dilanjutkan berziarah ke makam Sunan Pandanaran yang berada di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Seperti diketahui, Sunan Pandanaran dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam di Jawa, termasuk di Bayat sendiri.
Ada yang menarik dalam tradisi ziarah jelang Hari Jadi Klaten tahun ini. Bupati Hamenang bersama Forkopimda juga berziarah ke makam Bupati Klaten Haryanto Wibowo yang berada di Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari. Ia pernah menjabat pada periode 2000-2005.
Ditambah ke makam Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang berada di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari.
Benny dilantik bersama Bupati Hamenang pada Februari 2025 untuk mengemban amanah pada periode 2025-2030. Sebelum akhirnya meninggal pada Februari 2026.
Terakhir, bupati bersama Forkopimda melakukan ziarah ke makam Bupati Klaten ketiga yakni KRT Mangundilaga II. Lokasinya berada di Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah.
Pada setiap lokasi ziarah, Bupati Hamenang bersama rombongan memanjatkan doa dan tabur bunga.
Termasuk menyerahkan tali asih kepada juru kunci dan bantuan paket sembako kepada perwakilan warga di sekitar makam.
"Setiap menjelang hari jadi Klaten, biasanya kami mengawali dengan berziarah ke makam-makam bupati terdahulu serta sosok-sosok yang bersahaja seperti Sunan Pandanaran," ujar Hamenang.
Terkait berziarah ke makam Bupati Klaten Haryanto Wibowo, mengingat menjadi bupati pertama yang terpilih dalam pemilihan secara langsung.
Maka itu, peran positifnya selama memimpin Kota Bersinar perlu dilanjutkan.
"Di tahun ini, kami juga menambah satu lokasi ziarah lagi, yaitu ke makam almarhum Mas Wakil Bupati. Beliau berpulang beberapa bulan yang lalu dan ini menjadi momen yang di satu sisi kita merayakan hari jadi. Tetapi di sisi lain masih berduka karena belum ada setahun almarhum berpulang," tuturnya.
Melalui momen ziarah tersebut, doa dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Di saat yang sama, momentum ini menjadi pengingat bagi jajaran pemerintahan yang ditinggalkan untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan.
"Tentu dengan berziarah ini kami mendoakan beliau, insyaallah khusnul khatimah. Bagi kami yang masih diberi rezeki umur, ini menjadi pelecut untuk meneruskan perjuangan beliau, memastikan Kabupaten Klaten tetap berkembang, maju, sejahtera, dan berkelanjutan," tegasnya.
Mengenai pemikiran dan visi almarhum, Hamenang menegaskan bahwa program-program prioritas serta gagasan yang telah dirancang bersama akan terus dilanjutkan.
Faktor usia yang tidak terpaut jauh membuat keduanya memiliki kesamaan pandangan dalam membangun daerah.
Bagi Hamenang, sosok almarhum bukan sekadar rekan kerja di jajaran eksekutif, melainkan sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
Ia menegaskan bahwa jajaran Pemkab Klaten tidak boleh larut dalam kesedihan. Semangat almarhum akan terus dihidupkan melalui kerja nyata untuk masyarakat Klaten.
"Sayangnya beliau harus dipanggil lebih dulu. Namun kita tidak boleh sedih berlarut-larut. Kita harus tetap semangat untuk meneruskan perjuangan beliau demi kemajuan Kabupaten Klaten," ucapnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com