Berkolaborasi dengan gelaran Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Pemuda pada Sabtu (25/7/2026) malam.
Suasana pusat kota Klaten dipadati ribuan warga sejak sore hari. Gelaran CFN yang menutup akses kendaraan di Jalan Pemuda.
Baca Juga: Jelang Hari Jadi ke-222, Bupati Hamenang Lakukan Anjangsana ke Kediaman Tiga Bupati Klaten Terdahulu
Mulai dari Simpang Lima Klatos hingga Simpang Tiga Perusda Aneka Usaha atau Lapas Klaten berlangsung sejak pukul 18.00-23.00.
Panggung hiburan dipandu oleh pembawa acara ternama Irfan Hakim dan Denada. Sederet artis papan atas tanah air sukses menggoyang warga Klaten.
Di antaranya Gilga Sahid, Bagindas, 3 Biduan, Mayang Ambyar, Wina KDI, Vanny KSB, Sephin Misa hingga aksi spektakuler dari pesulap Limbad.
Atmosfer kemeriahan memuncak saat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo naik ke panggung hiburan.
Ia ikut bernyanyi dan membawakan lagu hits Dumes serta lagu Jogja Istimewa yang liriknya diubah secara kreatif menjadi Klaten Keren, disambut sorak sorai penonton.
Dalam wawancaranya di sela-sela acara, Bupati Hamenang menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya perhelatan besar ini untuk menghibur warga Klaten.
"Alhamdulillah hari ini terlaksana acara Road to Kilau Raya MNC TV dalam rangka Hari Jadi ke-222 Klaten. Luar biasa malam puncaknya diisi oleh artis-artis ibu kota. Luar biasa untuk masyarakat Klaten, Selamat Hari Jadi ke-222," ujar Bupati Hamenang, Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: Jelang Hari Jadi Ke-222 Klaten, Hamenang Anjangsana ke Kediaman Tiga Bupati Terdahulu
Kemeriahan pesta musik dan gelaran CFN tidak hanya dirasakan oleh penonton.
Tetapi juga membawa berkah tersendiri bagi para Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kakilima (PKL).
Salah satunya Udin, 52, seorang pedagang asal Jimbung, Kecamatan Kalikotes yang sehari-hari berjualan di pasar tradisional dan Car Free Day (CFGD) ini mengaku dagangannya berupa terang bulan jadul dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per porsi ludes terjual hanya dalam rentang waktu 2 jam.
"Saya sampai lokasi pukul 19.30, pukul 21.30 langsung habis membawa 100 porsi. Kalau ada acara besar barsamaan seperti ini memang bagus buat pedagang, penjualannya naik pesat," ungkap Udin.
Meski demikian, Udin menumpahkan harapannya agar pemerintah daerah memberikan ruang yang lebih ramah bagi para PKL dan tidak terlalu membatasi lokasi berjualan.
"Kalau kita jualan tolong jangan dioprak-oprak (ditertibkan secara represif). Asal menjaga kebersihan dan tidak berjualan di area steril seperti depan rumah dinas atau kantor dinas, harapannya diizinkan," tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Triningsih, 53, pedagang jajanan olahan telur hingga sempol asal Mojayan, Klaten Tengah.
Baca Juga: Ajang Promosi Produk Unggulan Daerah, Bupati Hamenang Resmi Buka Klaten Fair 2026
Berjualan bersama suami dan anaknya, ia mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 1.000.000 dalam satu malam gelaran CFN berkat padatnya pengunjung.
Triningsih berharap Pemkab Klaten dapat mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali agenda CFN secara rutin di luar agenda CFD mingguan.
"Dulu CFN sempat ada dua minggu sekali, lalu ditiadakan. Harapan kami pedagang kecil ya pengin diadakan lagi secara berkala, misalnya sebulan sekali atau dua minggu sekali,” ucapnya.
Selain itu, dirinya berharap di Hari Jadi ke-222 Klaten ini, Pemkab bisa makin mempermudah izin dan tempat berjualan bagi pelaku UMKM agar Klaten semakin maju. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com