RADARSOLO.COM- Kebakaran hebat melanda area los Pasar Bayat di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Senin (27/7/2026) sore.
Pihak pengelola pasar memastikan aktivitas pedagang tidak akan diliburkan secara total pascakejadian tersebut.
Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah IV Klaten sekaligus pengampu Lurah Pasar Sidoharjo Aris Muwardi menjelaskan bahwa kobaran api diperkirakan mulai muncul sesudah pukul 16.00.
Saat insiden terjadi, seluruh pintu pasar sudah dalam keadaan terkunci dan petugas kebersihan telah selesai bertugas.
"Kronologis pastinya kami belum mengetahui secara pasti karena pintu pasar sudah terkunci dan petugas kebersihan sudah keluar. Tiba-tiba ada api dari dalam, dugaan sementara kemungkinan akibat korsleting listrik," ujar Aris Muwardi ditemui di lokasi kejadian, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan pendataan dan pengamatan awal, Aris mengungkapkan area yang terbakar mencakup enam los dengan total 24 petak.
Kerusakan di area los tersebut diperkirakan mencapai 70-80 persen.
"Kebanyakan pedagang yang menempati area tersebut menjual komoditas makanan ringan (snack), sayuran hingga bahan kebutuhan pokok atau sembako," ucapnya.
Aris menyebutkan, musibah tersebut berdampak pada sekitar 105 pedagang. Dari total keseluruhan 181 pedagang dan 101 kios yang terdaftar di Pasar Sidoharjo.
Baca Juga: 80 Lapak Hangus, Pasar Bayat Klaten Diamuk si Jago Merah
Mengenai nilai kerugian materiil, kerugian barang dagangan milik pedagang ditaksir mencapai Rp 500 juta- Rp 600 juta.
Sementara untuk kerusakan fisik bangunan pasar diperkirakan bisa menyentuh angka Rp1 miliar.
Terkait keberlangsungan aktivitas ekonomi pasca kebakaran, pihak pengelola tidak memberlakukan libur total bagi para pedagang.
"Untuk besok kita tidak meliburkan pedagang. Mereka tetap diperbolehkan datang untuk mengevakuasi dagangan, membersihkan atau memilah barang yang masih bisa dimanfaatkan. Tentunya dengan pengawasan dari petugas kami," jelasnya.
Aris menambahkan, meski saat ini terdapat garis polisi di area terdampak, aktivitas jual beli secara terbatas masih memungkinkan untuk dilakukan secara situasional.
Tentunya dengan memanfaatkan tempat-tempat aman yang masih tersisa di kawasan pasar. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com