Pasar Bayat Klaten Terbakar: 105 Pedagang Terdampak, Pengelola Persilakan Pedagang Evakuasi Barang Dagangan

Angga Purenda • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 20:28 WIB
Kondisi los Pasar Sidoharjo, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten yang hangus di lalap api, Senin (27/7/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Kondisi los Pasar Sidoharjo, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten yang hangus di lalap api, Senin (27/7/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM- Kebakaran hebat melanda area los Pasar Bayat di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Senin (27/7/2026) sore.

Pihak pengelola pasar memastikan aktivitas pedagang tidak akan diliburkan secara total pascakejadian tersebut.

​Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah IV Klaten sekaligus pengampu Lurah Pasar Sidoharjo Aris Muwardi menjelaskan bahwa kobaran api diperkirakan mulai muncul sesudah pukul 16.00.

Baca Juga: Butuh 2 Jam Padamkan Api di Pasar Bayat Klaten, Petugas Damkar Terkendala Pintu-pintu Pasar yang Sudah Terkunci

Saat insiden terjadi, seluruh pintu pasar sudah dalam keadaan terkunci dan petugas kebersihan telah selesai bertugas.

​"Kronologis pastinya kami belum mengetahui secara pasti karena pintu pasar sudah terkunci dan petugas kebersihan sudah keluar. Tiba-tiba ada api dari dalam, dugaan sementara kemungkinan akibat korsleting listrik," ujar Aris Muwardi ditemui di lokasi kejadian, Senin (27/7/2026).

​Berdasarkan pendataan dan pengamatan awal, Aris mengungkapkan area yang terbakar mencakup enam los dengan total 24 petak.

Kerusakan di area los tersebut diperkirakan mencapai 70-80 persen. 

"Kebanyakan pedagang yang menempati area tersebut menjual komoditas makanan ringan (snack), sayuran hingga bahan kebutuhan pokok atau sembako," ucapnya.

​Aris menyebutkan, musibah tersebut berdampak pada sekitar 105 pedagang. Dari total keseluruhan 181 pedagang dan 101 kios yang terdaftar di Pasar Sidoharjo.

Baca Juga: 80 Lapak Hangus, Pasar Bayat Klaten Diamuk si Jago Merah

Mengenai nilai kerugian materiil, kerugian barang dagangan milik pedagang ditaksir mencapai Rp 500 juta- Rp 600 juta.

Sementara untuk kerusakan fisik bangunan pasar diperkirakan bisa menyentuh angka Rp1 miliar.

​Terkait keberlangsungan aktivitas ekonomi pasca kebakaran, pihak pengelola tidak memberlakukan libur total bagi para pedagang.

​"Untuk besok kita tidak meliburkan pedagang. Mereka tetap diperbolehkan datang untuk mengevakuasi dagangan, membersihkan atau memilah barang yang masih bisa dimanfaatkan. Tentunya dengan pengawasan dari petugas kami," jelasnya.

​Aris menambahkan, meski saat ini terdapat garis polisi di area terdampak, aktivitas jual beli secara terbatas masih memungkinkan untuk dilakukan secara situasional.

Tentunya dengan memanfaatkan tempat-tempat aman yang masih tersisa di kawasan pasar. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kebakaran pasar bayat pasar baya terbakar evakuasi jual beli pedagang