Peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten: Usung Sahita Hamemayu Raharja, Bupati Hamenang Komitmen Pacu Gotong-Royong Majukan Klaten

Angga Purenda • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 16:29 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat melakukan pemotongan tumpeng dalam peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten untuk diberikan bupati dan wakil bupati terdahulu, Selasa (28/7/2026). (DOK.DISKOMINFO KLATEN)

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat melakukan pemotongan tumpeng dalam peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten untuk diberikan bupati dan wakil bupati terdahulu, Selasa (28/7/2026). (DOK.DISKOMINFO KLATEN)

RADARSOLO.COM - Pemkab Klaten menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten di Alun-alun Klaten pada Selasa (28/7/2026).

Dipimpin Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Ribuan peserta dari berbagai unsur mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh khidmat dan kental nuansa budaya Jawa.

Seperti jajaran Forkopimda, instansi pemerintah dan tokoh masyarakat serta jajaran pimpinan daerah se-Solo Raya.

Termasuk dihadiri Bupati Klaten periode 1985-1995 Suhardjono dan Wakil Bupati Klaten 2021-2025 Yoga Hardaya, Bupati Sleman Harda Kiswaya.

Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke-222 Klaten: Pakai 2 Varietas Padi, Petani Milenial Juwiring Lukis Wajah Bupati Hamenang di Hamparan Sawah

Serta tamu istimewa Bupati Gayo Lues Suhaidi dari Provinsi Aceh semakin menambah kemeriahan perhelatan bersejarah tesebut.

Dalam wawancaranya usai upacara, Bupati Hamenang mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya perayaan Hari Jadi ke-222 Klaten.

Menurutnya, angka 222 memiliki makna historis dan keunikan tersendiri yang sangat langka.

"Tentu di hari jadi kali ini sangat spesial karena yang pertama memang angkanya sangat cantik, ke-222. Di mana ini hanya terjadi seumur hidup sekali, tiga angka yang bersamaan secara bersama-sama. Kita maknai momen ini dengan tema Sahita Hamemayu Raharja,” ucap Hamenang.

Hamenang menjelaskan bahwa filosofi dari Sahita Hamemayu Raharja menjadi arah pembangunan Kabupaten Klaten ke depan.

Tema tersebut mengandung makna ajakan mendalam untuk bersama-sama merawat, menjaga dan memelihara kemajuan demi mewujudkan kesejahteraan serta kemakmuran seluruh lapisan masyarakat.

"Lewat tema ini, kita inginkan bagaimana seluruh warga masyarakat, jajaran pemerintah daerah serta seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Klaten untuk bersatu padu dan bergotong-royong. Kita manfaatkan karunia Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya sumber air dan potensi alam Klaten untuk kemajuan bersama," tambah Hamenang.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-222 Klaten di Alun-alun Klaten. (Dok.Diskominfo Klaten)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-222 Klaten di Alun-alun Klaten. (Dok.Diskominfo Klaten)

Sesuai dengan komitmen melestarikan warisan leluhur, seluruh tata cara dan jalannya upacara dilaksanakan secara penuh menggunakan bahasa Jawa. 

Hal ini menegaskan komitmen Pemkab Klaten agar modernisasi pembangunan daerah tidak mengikis akar budaya serta tradisi lokal.

Suasana peringatan semakin hidup dengan hadirnya pertunjukan seni lintas daerah.

Tidak hanya menampilkan kebudayaan Jawa seperti Tari Payung Juwiring dan fragmen tari kolosal Hadeking Kabupaten Klaten (asal-usul berdirinya Klaten).

Ditutup dengan koreografi formasi angka 222.

Baca Juga: Momentum Hari Jadi ke-222 Klaten: Buka Ruang Fiskal Daerah, Ini Strategi Bupati Hamenang Bawa Klaten Makin Maju dan Sejahtera

Pada perhelatan tersebut juga menyuguhkan keindahan budaya Sumatera. Sebanyak sembilan penari pria yang merupakan mahasiswa asal Aceh tampil memukau membawakan Tari Saman Gayo.

Perpaduan Tari Saman dan Tari Payung Juwiring ini menjadi simbol visual yang melambangkan eratnya hubungan silaturahmi serta tali persaudaraan antara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Kehadiran Bupati Gayo Lues dari Aceh menjadi salah satu sorotan utama dalam perayaan Hari Jadi Klaten tahun ini.

Hubungan kekeluargaan kedua daerah ini bermula dari aksi kemanusiaan dan kepedulian jajaran Pemkab Klaten saat membantu penanganan bencana di Kabupaten Gayo Lues beberapa waktu lalu.

"Hadir saudara kita Bupati Gayo Lues dari Aceh, jauh-jauh datang ke sini. Awal perkenalan kita dipicu dari kepedulian saat ada bencana di sana, yang kemudian berkembang menjadi tali persaudaraan yang luar biasa. Hari ini, persaudaraan tersebut makin diperkuat secara resmi lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antardaerah," urai Hamenang.

Baca Juga: Tradisi Anjangsana Hari Jadi ke-222 Klaten: Bupati Hamenang Rajut Keharmonisan Bersama Bupati dan Wakil Bupati Klaten Terdahulu

Pada momentum Hari Jadi ke-222, Bupati mengungkapkan bahwa setidaknya ada sekira 20 penghargaan yang telah di raih Klaten baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Menurutnya, raihan kado manis berupa deretan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh jajarannya dan dukungan penuh dari masyarakat Klaten.

"Ini bukan kerja saya pribadi, melainkan buah kerja keras seluruh elemen pemerintah daerah dan sinergi masyarakat. Harapan dan cita-cita kita bersama di usianya yang ke-222 ini adalah agar Kabupaten Klaten terus tumbuh semakin maju, sejahtera dan berkelanjutan," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
hari jadi ke-222 klaten sahita hamemayu raharja upacara Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo