RADARSOLO.COM - Lagi-lagi kasus kebakaran. Kali ini melanda gudang barang bekas (rosok) di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Kamis (30/7/2026) malam.
Peristiwa itu menjadi kejadian berulang setelah lokasi yang sama sempat terbakar pada Februari lalu.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino menjelaskan, laporan kebakaran mulai direspons petugas sekitar pukul 20.38.
Banyaknya material berjenis busa, spon, hingga sisa pecahan kendaraan truk dan bus membuat kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dipadamkan.
"Dugaan sementara dari percikan las pada Kamis (30/7/2026) sore yang mengenai busa dan tidak segera dipadamkan, hingga akhirnya merambat," jelas Samino.
"Barang yang terbakar rata-rata busa, spon dan karet sisa limbah kendaraan. Jadi api cepat membesar dan menghasilkan asap pekat," imbuhnya.
Sayangnya, lantaran penanganan awal kurang sigap, perambatan api berlangsung begitu cepat.
Sebelum akhirnya tim Damkar Klaten tiba di lokasi untuk melakukan pemutusan jalur kobaran api.
Proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih 2 jam sejak pukul 21.00.
Baca Juga: Ika Yuanita Sukses Kembangkan Kopi Kingkaf: Bangkit Lewat Reseller dan Rumah BUMN BRI Semarang
Mengingat insiden terjadi bertepatan dengan momen pergantian regu, Satpol PP dan Damkar Klaten mengerahkan sedikitnya 14 personel ke lokasi.
Penanganan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh (support) dari Damkar Sukoharjo yang menerjunkan satu regu beserta dua unit armada pemadam.
Selain itu, belasan relawan Kecamatan Juwiring dan potensi relawan setempat turut bahu-membahu menjinakkan si jago merah.
Dalam proses pendinginan, petugas di lapangan sempat menemui kendala tumpukan material yang mencapai ketinggian sekira satu meter.
"Petugas harus ekstra kerja keras mengurai dan membongkar tumpukan material bekas yang terbakar karena asap tebal masih mengepul dari bagian bawah tumpukan,” ucapnya.
Beruntung, bantuan dari para karyawan gudang sangat membantu mempercepat proses pembongkaran.
Hal itu menjadikan proses pemadaman dan pendinginan menjadi lebih cepat.
Mengingat insiden kebakaran di lokasi tersebut sudah terjadi dua kali sepanjang 2026, pihak Damkar Klaten memberikan imbauan tegas kepada pemilik usaha maupun para pekerja.
"Kebakaran ini sudah yang kedua kalinya di 2026. Kami menghimbau kepada pemilik maupun karyawan gudang untuk selalu berhati-hati. Ketika selesai menggunakan peralatan kerja seperti las, pastikan area benar-benar aman sebelum ditinggalkan," tegas Sumino.
Baca Juga: Punya Standar Tinggi Itu Salah? Ini Bedanya Standar dan Ekspektasi Berlebihan
Penanganan oleh Damkar Klaten berlangsung selama dua jam itu berhasil mengendalikan perambatan api.
Hingga berada dalam tahap akhir penuntasan pemadaman. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com