Ribuan Warga Padati Alun-alun, Klaten Sukses Raih Rekor Dunia MURI Usai 9.222 Porsi Sop Ayam

Angga Purenda • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:11 WIB
Ribuan Warga Padati Alun-alun, Klaten Sukses Raih Rekor Dunia MURI Usai 9.222 Porsi Sop Ayam (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Ribuan Warga Padati Alun-alun, Klaten Sukses Raih Rekor Dunia MURI Usai 9.222 Porsi Sop Ayam (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Ribuan orang memadati Alun-alun Klaten untuk menyantap Sop Ayam pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan itu tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian sop ayam terbanyak dengan 9.222 porsi.

Seluruh peserta memenuhi lapangan Alun-alun Klaten hingga jalan keliling. Mereka lesehan dan bersiap menyantap sop ayam barsama yang disajikan menggunakan wadah kertas.

Saat bersamaan petugas dari MURI menghitung jumlah total porsi makanan yang disajikan.

Setelah proses penghitungan selesai, mereka menikmati sop ayam yang disajikan. Lauknya pun tak ketinggalan seperti tahu hingga kerupuk. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran Forkopimda juga turut serta dalam kegiatan pencatatan rekor MURI tersebut.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyantap Sop Ayam dalam pencatatan rekor dunia MURI di Alun-alun Klaten, Sabtu (1/8/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyantap Sop Ayam dalam pencatatan rekor dunia MURI di Alun-alun Klaten, Sabtu (1/8/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

Dari target awal penyajian 9.222 porsi yang disesuaikan Hari Jadi ke-222 Klaten. Tetapi realisasinya di lapangan justru melampaui ekspektasi. MURI secara resmi mencatat total 9.694 porsi sop ayam disajikan dan dinikmati bersama oleh masyarakat setempat.

Piagam penghargaan bernomor 12829 diserahkan langsung oleh Senior Representative MURI Ari Andriani kepada Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo disaksikan oleh jajaran Forkopimda dan elemen masyarakat yang memadati lokasi acara.

Ribuan orang sedang menyantap Sop Ayam dalam pencatatan rekor dunia MURI di Alun-alun Klaten, Sabtu (1/8/2026) (Angga Purenda/Radar Solo)
Ribuan orang sedang menyantap Sop Ayam dalam pencatatan rekor dunia MURI di Alun-alun Klaten, Sabtu (1/8/2026) (Angga Purenda/Radar Solo)

"Sop ayam Klaten bukan sekadar hidangan berkuah hangat. Di setiap mangkuknya ada identitas, kekayaan rempah, dan cita rasa tradisi yang diwariskan turun-temurun," ujar Ari Andriani dalam sambutannya, Sabtu (1/8/2026),

Ari menambahkan bahwa pencatatan tersebut menjadi koleksi rekor MURI ke-14 yang berhasil diraih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Berdasarkan instruksi Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, rekor kuliner kali ini dinaikkan tingkatnya.

Atas capaian fantastis tersebut, MURI tidak hanya menganugerahkan rekor nasional, melainkan mengukuhkannya langsung sebagai Rekor Dunia.

"Karena sop ayam ini merupakan kuliner khas Klaten, maka oleh Ketua Umum MURI rekor ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional, namun dikukuhkan sebagai rekor dunia," tegasnya.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-222 Klaten sekaligus Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten, M. Nasir, mengungkapkan bahwa kesuksesan kegiatan tersebut tidak lepas dari gotong royong seluruh pihak.

Mulai dari elemen Pemkab, Forkopimda, BUMN/BUMD, dunia usaha, hingga para pelaku UMKM sop ayam dan relawan.

"Tentu ini menjadi media promosi kuliner khas agar semakin dikenal di tingkat nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata kuliner, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, serta memperkuat identitas daerah," papar Nasir.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengaku terharu dan bersyukur atas kado istimewa di ulang tahun Kabupaten Klaten yang ke-222 tersebut.

"Hari ini salah satu kado ulang tahun Kabupaten Klaten. Kita bikin rekor yang awalnya target hanya rekor MURI Indonesia, tapi alhamdulillah berkah ulang tahun ke-222, ternyata kita dapat rekor dunia," tutur Hamenang gembira.

Ia menegaskan bahwa acara pencatatan rekor tersebut bukan sebatas kegiatan makan bersama dalam jumlah besar, melainkan ada misi strategis di baliknya.

"Ini adalah pesan bahwa Kabupaten Klaten salah satu kuliner khas utamanya adalah sop ayam. Selama ini kalau saya keliling, orang luar kenalnya Soto. Ke depan pelan-pelan akan kita ubah citra itu agar warga di luar paham kalau ke Klaten, kuliner wajibnya adalah Sop Ayam," tambahnya.

Antusias warga terpancar jelas di sepanjang Alun-alun Klaten. Salah seorang warga yang menyantap Sop Ayam dalam pencatatan rekor MURI itu, Lia, 35, hadir memboyong suami dan anaknya.

"Seru banget bisa makan ramai-ramai sama warga Klaten lainnya. Lauknya tadi ada tahu sama kerupuk," tutur Lia asal Kecamatan Wedi, Klaten ini.

Lia mengaku menyukai sop ayam, terutama yang disajikan pisah. Yakni sering kali memesan dan menyantap sop ayam pisah kulit.

Dirinya pun berharap momen kebersamaan menyantap sop ayam tersebut bisa memicu kemajuan bagi daerahnya

"Harapannya semoga Klaten tambah jaya, tambah sukses, dan makin keren!" pungkasnya.(ren)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Sop Ayam klaten forkopimda rekor muri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo