RADARSOLO.COM- Kebakaran hebat melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Sabtu (1/8/2026).
Tumpukan sampah kering setinggi 12-15 meter pada Zona Landfill 1 hangus terbakar.
Setelah perjuangan maraton selama 15 jam tanpa henti, tim pemadam kebakaran gabungan akhirnya berhasil memadamkan dan menuntaskan proses pendinginan pada Minggu (2/8/2026) pukul 04.35.
Luas area tumpukan sampah yang terdampak kebakaran tersebut diperkirakan mencapai 1,5 hektare.
Dari total area tersebut, sekitar dua pertiga lahan habis dilalap si jago merah.
Sementara sepertiga sisanya berhasil diselamatkan dari perambatan api berkat penyekatan cepat menggunakan alat berat dan semprotan air bertekanan tinggi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com dari Damkar Klaten, kepulan asap pertama kali terlihat dari Zona Landfill 1 sisi timur. Tak jauh dari akses jalan utama.
Petugas TPA yang langsung melakukan pemeriksaan menemukan indikasi keberadaan bekas korek gas di area awal titik nyala.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino menjelaskan, kondisi suhu udara yang sangat menyengat pada Sabtu siang membuat korek gas rentan pecah atau menguap dan memicu percikan api.
Baca Juga: 6 Bansos Masih Cair Agustus 2026, PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras, Cek Daftar Penerimanya
"Korek gas bekas kalau terkena panas terik kan bisa pecah atau menguap. Diduga kuat pemicunya dari situ," ujar Sumino, Minggu (2/8/2026).
"Suhu udara Pukul 13.00 cukup panas memenuhi syarat titik nyala. Ditambah hembusan angin kencang sehingga api merambat sangat cepat,” lanjutnya.
Pegawai TPA sebenarnya sempat mencoba memadamkan mandiri.
Namun karena api membesar begitu cepat, mereka segera melapor ke Damkar.
Baca Juga: League Cup Bukan Target Utama Persis Solo, Ricky Nelson Beberkan Alasannya
Menanggapi laporan tersebut, Damkar Klaten langsung berkoordinasi dengan seluruh elemen lintas sektoral.
Sebanyak delapan unit mobil operasional dikerahkan ke lokasi, terdiri dari empat unit armada Damkar Klaten dan empat unit dari BPBD Kabupaten Klaten.
Bantuan armada dan personel juga datang dari Damkar Kabupaten Sukoharjo serta potensi relawan setempat.
Sekira 60 personel gabungan bahu-membahu menembus asap pekat dan medan tumpukan sampah yang terjal.
Tak hanya pemadaman langsung, strategi penyekatan dilakukan guna mengisolasi api agar tidak meluas ke area landfill lainnya.
"Untuk sepertiga area tumpukan sampah yang belum terbakar, kami lakukan pemutusan perambatan api," kata Sumino.
"Penyekatan dilakukan dengan penyiraman air secara intensif oleh petugas damkar serta pembuatan parit sekat, menggunakan tiga unit alat berat (dari DLH Klaten," imbuhnya.
Proses pemadaman yang memakan waktu hingga 15 jam nonstop bukannya tanpa hambatan.
Sumino membeberkan setidaknya ada tiga kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan selama penanganan berlangsung.
Kendala pertama adalah keterbatasan pasokan air di awal kejadian.
Hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 16.00, petugas masih mengandalkan pasokan dari hidran kota.
Kondisi tersebut menjadikan akses jalan bagi armada tangki dari sumber air ke lokasi kebakaran yang cukup jauh.
Kebuntuan pasokan air baru terurai setelah tim berhasil menyedot pasokan air dari aliran Sungai Kaligawe, Kecamatan Pedan.
"Medan dan objek terbakar yang sangat luas dan tinggi. Tumpukan sampah yang terbakar itu tingginya mencapai 12-15 meter dari permukaan tanah. Setara dengan bangunan gedung tiga lantai," ungkapnya.
"Petugas kami harus naik-turun membawa selang bertekanan tinggi secara konstan, yang mana membutuhkan stamina dan energi luar biasa," beber Sumino.
Kondisi TPA Troketon saat ini sudah relatif terkendali.
Namun, petugas gabungan dan pengelola TPA tetap disiagakan di lokasi guna mengantisipasi munculnya potensi titik api susulan dari dalam tumpukan sampah.
Catatan Damkar Klaten menunjukkan bahwa musibah kebakaran di TPA Troketon ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
Kebakaran pada awal Agustus 2026 ini merupakan kejadian ketiga yang melanda TPA Troketon dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
"Untuk di TPA Troketon ini sudah yang ketiga kalinya saya menangani kebakaran sejak tahun 2024, 2025 hingga 2026 ini. Setiap tahun selalu terjadi kebakaran. Polanya pun sama persis, selalu terjadi pada masa puncak musim kemarau di awal bulan Agustus," beber Sumino.
Baca Juga: Ricky Nelson Akui Persis Solo Belum Bisa Maksimalkan Taktik, Ini Penyebabnya
Guna mencegah kebakaran serupa berulang, pihak Damkar Klaten telah berkoordinasi dan memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten selaku pengelola TPA Troketon.
“Perlu dilakukan patroli rutin oleh pihak pengelola TPA dan melakukan pembasahan lahan tumpukan sampah secara rutin. Terutama saat cuaca terik ekstrem,” ucapnya.
Damkar juga mendorong pembuatan sumur dalam serta instalasi jaringan pemipaan hidran mandiri di area TPA.
Untuk menjamin ketersediaan air pemadaman tanpa perlu bergantung pada pasokan luar.
Sementara itu, Kepala DLH Klaten Srihadi saat dikonfirmasi radarsolo.com menegaskan pihaknya akan meningkatkan upaya pencegahan dengan melakukan penyiraman air lindi secara teratur ke seluruh area landfill.
Guna menjaga kelembaban timbunan sampah sehingga bisa mencegah munculnya titik api saat cuaca terik sinar matahari yang begitu ekstrem.(ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com