RADARSOLO.COM- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten melangkah cepat dalam merespons potensi kekeringan di wilayah lereng Gunung Merapi pada musim kemarau pada tahun ini.
Ditandai dengan peluncuran perdana program distribusi air bersih tahun 2026 pada Sabtu (1/8/2026).
Dipusatkan di Dusun Geneng Kidul, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Pada penyaluran perdana tesebut, PMI Klaten mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih yang bersumber langsung dari mata air dan diangkut dengan dua tangki.
Langkah ini menjadi wujud nyata kesiapsiagaan serta kepedulian pelayanan kemanusiaan.
Di sisi lain, pendistribusian air bersih itu dalam rangka membantu masyarakat memperoleh pasokan air yang layak dan sehat.
Terutama selama musim kemarau kali ini.
Prosesi penyerahan bantuan pendistribusian air bersih dilakukan secara simbolis oleh Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto Anggono Cipto kepada perwakilan warga setempat.
Penyerahan itu sekaligus menandai dimulainya komitmen pelayanan distribusi air bersih PMI Klaten sepanjang musim kemarau tahun 2026.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam di Grup A Piala AFF 2026: Duel Penentu Tiket Semifinal
“Kesiapsiagaan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial PMI untuk memastikan warga terdampak kekeringan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar harian mereka,” ucap Purwanto.
Sementara itu, kegiatan pendistribusian air bersih tersebut, bukan sekadar bantuan teknis semata.
Melainkan juga bukti nyata transparansi pemanfaatan dana publik.
Mengingat program distribusi air bersih tersebut didanai melalui hasil pencapaian Bulan Dana PMI.
Ditambah dana partisipasi kepedulian masyarakat.
“Prinsip dari masyarakat, oleh masyarakat dan kembali untuk masyarakat benar-benar diwujudkan oleh PMI Kabupaten Klaten,” tambahnya
Yakni mengembalikan kontribusi warga dalam bentuk bantuan pelayanan kemanusiaan nyata.
Salah satunya pasokan air bersih di daerah rawan kekeringan pada musim kemarau.
Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan, untuk pendistribusian atau dropping air bersih dari PMI Kabupaten Klaten, pelaksanaannya menyesuaikan dengan permintaan masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Permohonan dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau pihak terkait. Kemudian akan dilakukan koordinasi dan penyesuaian jadwal pendistribusian,” jelasnya.
Selain itu, bagi donatur yang hendak berpartisipasi pendistribusian air bersih ke daerah rawan kekeringan melalui PMI Klaten dapat berdonasi sebesar Rp 300.000 per tangka.
Sekaligus dapat menyampaikan atau merekomendasikan titik lokasi yang ingin mendapatkan bantuan dropping air bersih.
“Selanjutnya, lokasi tersebut akan dikoordinasikan dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Melalui program yang telah resmi diluncurkan PMI Kabupaten Klaten tersebut, Purwanto berharap pemenuhan akses terhadap air yang sehat dan layak dapat terus terjaga di berbagai titik rawan kekeringan.
Hal ini menjadikan beban pengeluaran masyarakat untuk pembelian air bersih selama musim kemarau dapat terkurangi.
Sementara itu, pendistribusian dropping air bersih itu mendapat sambutan antusias dari pemerintah desa dan warga setempat. Kepala Dusun Geneng Kidul I Suhono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian PMI Kabupaten Klaten.
“Pasokan 5.000 liter air bersih ini memberikan dampak positif secara langsung dalam membantu mencukupi kebutuhan harian 37 Kepala Keluarga (KK). Terutama di dusun kami yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak kemarau ini,” ucapnya.(ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com