RADARSOLO.COM-Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) bukan sekadar penghargaan bergengsi semata.
Usai penobatan resmi pada Jumat (31/7/2026) di Lapangan Garuda, Kawasan Candi Prambanan, para pemenang terpilih langsung dihadapkan pada tanggung jawab besar.
Mereka sebagai komunikator utama dan agen perubahan bagi generasi muda di Kota Bersinar.
Seperti diketahui, dalam pemilihan duta GenRe, Nizar Fahmi dari Kecamatan Ceper dan Syifa Andini dari Kecamatan Ngawen resmi terpilih sebagai Duta GenRe 2026.
Pemkab Klaten menekankan pentingnya peran aktif Duta GenRe di tengah masyarakat.
Baca Juga: Tampung Ribuan Siswa Kurang Mampu, Pemkab Sukoharjo Dukung Penuh Keberlangsungan SRT 1 di Jombor
Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa para Duta GenRe dibentuk untuk memikul misi strategis.
"Duta GenRe bukan hanya gelar semata, tetapi menjadi duta yang mampu menerima amanah yang besar. Menjadi sahabat remaja, komunikator yang baik serta agen perubahan," ujar Jaka, Jumat (31/7/2026)
Kepala Dinas Sosial dan P3APPKB Klaten Puspo Enggar Hastuti menjelaskan, secara terperinci mengenai tugas serta misi lapangan yang akan dijalankan oleh para Duta GenRe selama masa baktinya.
Tugas utama para Duta GenRe adalah mengedukasi terkait masalah pokok remaja.
Baca Juga: Ratusan Pesilat Muda Berebut Tiket Prestasi di Popda Sukoharjo
Seperti pencegahan pernikahan dini, memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan fisik, mental dan finansial sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Kemudian pencegahan pergaulan bebas, mendorong remaja untuk membentengi diri dari perlaku berisiko dan menjaga kesehatan reproduksi.
Termasuk pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan membentengi generasi muda agar terhindar dari zat adiktif dan napza.
Dalam menjalankan tugasnya, para Duta GenRe akan turun langsung ke lapangan melalui berbagai wadah kegiatan remaja.
Menurut Puspo, sosialisasi yang dilakukan oleh sesama remaja jauh lebih efektif ketimbang diajarkan oleh orang tua.
Baca Juga: Harga Kain Jadi Tantangan, Rumah Produksi Bendera di Boyolali Genjot Produksi 80 Kodi Per Hari
"Mereka akan melakukan kampanye di sekolah-sekolah, komunitas, dan forum-forum kegiatan anak remaja. Kami menilai sosialisasi dengan usia sebaya akan jauh lebih bisa diterima oleh anak-anak remaja saat ini daripada kami yang tua ini," jelas Puspo.
Ia menambahkan, melalui wadah tersebut, para duta diharapkan dapat memotivasi remaja Klaten untuk merencanakan masa depannya sejak dini.
Mulai dari pilihan karier setelah lulus sekolah hingga membiasakan diri berkegiatan positif agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.
Selain mengemban misi sosial, para Duta GenRe juga ditugaskan untuk tetap memegang teguh akar kebudayaan lokal.
Terlebih lagi pemilihan Duta GenRe di Kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Candi Prambanan sebagai lokasi acara disengaja untuk mengingatkan para duta dan remaja Klaten agar tidak tergerus arus modernisasi yang kebablasan.
Baca Juga: Gagalkan Aksi Vandalisme di Area Sekolah, Polisi Amankan 22 Alumni dan 18 Kaleng Pilox
"Perkembangan remaja tidak boleh lepas dari kebudayaan nenek moyang. Di tengah maraknya media sosial dan gaya hidup barat, mereka harus ingat bahwa kita adalah orang Jawa yang memiliki tradisi saling menghargai dan menghormati yang lebih tua," pungkas Puspo.(ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com