Angkat Motif Sindu Melati, KFF 2026 Sukses Sulap Wastra Klaten Jadi Fashion Modern

Angga Purenda • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08 WIB
Peragaan busana dalam gelaran Klaten Fashion Festival (KFF) yang mengangkat motif Sindu Melati di kawasan Monumen Juang 45 Klaten. (Dokumentasi Diskominfo Klaten)
Peragaan busana dalam gelaran Klaten Fashion Festival (KFF) yang mengangkat motif Sindu Melati di kawasan Monumen Juang 45 Klaten. (Dokumentasi Diskominfo Klaten)

RADARSOLO.COM- Perhelatan puncak Klaten Fashion Festival (KFF) 2026 yang digelar di kawasan Monumen Juang 45 Klaten pada Minggu (2/8/2026) malam tidak sekadar menjadi ajang peragaan busana biasa.

Gelaran yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten ini sukses bertransformasi menjadi panggung pesona bagi motif batik khas Klaten yakni Sindu Melati.

​Mengangkat tema Sindu Melati Origin Code, KFF 2026 membuktikan bahwa wastra tradisional mampu menjelmakan diri menjadi produk fashion modern tanpa kehilangan ruh budayanya.

Baca Juga: 8.332 Jiwa Terdampak Kekeringan, BPBD Boyolali Kucurkan 114 Tangki Air Bersih

Tapi di tangan kreatif para desainer lokal Klaten, motif Sindu Melati dipadukan secara apik dengan berbagai elemen busana.

Mulai dari sentuhan nuansa emosional, eksplorasi kombinasi warna hingga karakter busana yang kuat.

​Karakter motif karya para perajin lokal Klaten itu kian hidup saat dibawakan oleh para model di atas catwalk.

Lewat gestur hingga ekspresi yang mendalam, para model sukses memperkuat kesan khas dari setiap corak Sindu Melati yang ditampilkan.

​Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan KFF 2026.

Menurutnya, KFF bukan sekadar wadah bagi para desainer dan model lokal Klaten untuk unjuk gigi. Melainkan langkah strategis dalam memperkuat identitas produk daerah.

Baca Juga: Atasi Jam Sibuk Keberangkatan Sekolah dan Kerja, Polres Wonogiri Siagakan Personel di Jalur Rawan Kepadatan

​"Kenapa gelaran ini (KFF) harus terus kita gaungkan? Karena ini dalam rangka mempromosikan wastra kain tradisional yang kaya akan nilai budaya, makna simbolis, serta filosofi. Harapannya gema kekayaan budaya Klaten ini tidak hanya terdengar di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau level nasional hingga internasional," ujar Hamenang.

​Batik Sindu Melati sendiri secara resmi telah ditetapkan sebagai motif khas Kabupaten Klaten melalui Keputusan Bupati Klaten Nomor 518.3/866 Tahun 2019. Kemudian diperbarui lewat Keputusan Bupati Klaten Nomor 31/050/3 Tahun 2025. 

Kehadirannya tidak hanya memperkokoh identitas budaya, melainkan juga menyokong pengembangan produk unggulan daerah.

Hamenang menambahkan, pendekatan promosi untuk batik dan lurik saat ini tidak cukup lagi dilakukan dengan cara konvensional.

Melainkan harus menyentuh sisi kreativitas dan inovasi.

Baca Juga: Penyaluran Seragam Sekolah Gratis di Boyolali Masih Berproses, Sejumlah Sekolah Menolak

​"Maka dari itu, kita dituntut untuk terus berinovasi. Baik dari segi pengembangan produknya maupun strategi dan cara kita mempromosikannya," tegasnya.

​Semangat inovasi tersebut dirasakan langsung dalam karya yang dibawakan oleh 20 desainer yang tergabung dalam komunitas Fashion Desainer Klaten (Fadeska). 

Panitia KFF 2026 sekaligus desainer asal Klaten Astrid Ediati mengungkapkan bahwa fashion memiliki makna mendalam yang melampaui sekadar pakaian.

​"Fashion bukan hanya tentang busana, tetapi adalah sebuah bahasa. Bahasa tentang siapa kita, dari mana kita berasal dan ke mana kita melangkah," ungkap Astrid.

​Astrid menjelaskan, tema Sindu Melati Origin Code membawa pesan khusus agar batik khas Klaten dapat menjangkau ruang publik yang lebih luas dan dinamis. Melampaui citra resminya selama ini.

​"Kami mengangkat batik Sindu Melati supaya tidak hanya dipandang sebagai busana seragam ASN saja. Karena selama ini masyarakat mengenal Sindu Melati identik dengan seragam dinas," ujar Astrid.

Baca Juga: Tebar Psywar, Media Vietnam Prediksi Garuda Tumbang: Berapa Prediksi Skor Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026 Malam Ini?

Astrid mengungkapkan, lewat desainer Fadeska yang hadir ingin menunjukkan bahwa dalam satu panggung, 20 karya berbeda mampu berbicara dengan gaya, warna dan cerita beragam.

Namun, semuanya tetap berangkat dari satu akar, satu identitas dan satu kebanggaan yang sama.

​Selain peragaan busana karya desainer lokal, rangkaian KFF 2026 juga diwarnai dengan berbagai kegiatan pendukung.

Berfokus pada penguatan dan peningkatan ekosistem ekonomi kreatif di bidang fashion Kabupaten Klaten. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kff 2026 motif sindu melati wastra tradisional Klaten Fashion Festival Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo