Gelar Pembersihan Pasar Sidoharjo Bayat Pasca Kebakaran, Ini Langkah Pemkab untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

Angga Purenda • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 20:11 WIB
Proses pembersihan Pasar Sidoharjo, Bayat pasca kebakaran yang dilakukan personel gabungan, Sabtu (1/8/2026). (Dokumentasi Kodim Klaten)
Proses pembersihan Pasar Sidoharjo, Bayat pasca kebakaran yang dilakukan personel gabungan, Sabtu (1/8/2026). (Dokumentasi Kodim Klaten)

RADARSOLO.COM- Upaya percepatan pemulihan pascakebakaran Pasar Sidoharjo di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, terus digenjot. Pada Sabtu (1/8/2026). 

Ratusan personel gabungan dari Kodim 0723/Klaten, Polsek Bayat, relawan kebencanaan, hingga instansi terkait menggelar aksi karya bakti gotong royong.

Mereka membuang dan membersihkan puing sisa kebakaran di kawasan pasar tersebut. Seperti diketahui kebakaran hebat melanda Pasar Sidoharjo pada Senin (27/7/2026) sore yang menghanguskan 101 los. 

Peristiwa tersebut melumpuhkan aktivitas ekonomi ratusan pedagang yang menggantungkan mata pencahariannya di pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tersebut.

Baca Juga: Angkat Motif Sindu Melati, KFF 2026 Sukses Sulap Wastra Klaten Jadi Fashion Modern

​Dipimpin langsung oleh Danramil 18/Bayat Kodim 0723/Klaten Kapten Inf Albertus Dheny W, personel gabungan bersama masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan material kayu hangus, seng, hingga besi tua. Menggunakan peralatan cangkul, sekop, dan karung.

​"Pembersihan ini dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan pasca kebakaran sehingga lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan aman. Kami hadir bersama Polri, relawan, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong meringankan beban para pedagang," ujar Albertus.

​Ia menegaskan, aksi ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta bentuk sinergi lintas sektor saat masyarakat mengalami bencana.

​"Semangat gotong royong seperti ini adalah modal sosial yang penting. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa saat masyarakat menghadapi musibah, semua komponen bangsa hadir dan bergerak bersama," tambahnya.

​Sementara itu, ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten Anang Widjatmoko menyampaikan bahwa penanganan darurat bagi para pedagang telah berjalan sesuai instruksi Bupati Klaten.

Baca Juga: 8.332 Jiwa Terdampak Kekeringan, BPBD Boyolali Kucurkan 114 Tangki Air Bersih 

Selain penyaluran bantuan sembako dari Dissos dan P3APPKB Klaten, prioritas utama Pemkab Klaten saat ini adalah memastikan roda perekonomian pedagang tetap berputar.

​"Instruksi dari Mas Bupati, kita siapkan area agar para pedagang bisa segera berjualan kembali secara sementara di sekeliling pasar yang sudah dibersihkan. Saya sudah instruksikan Lurah Pasar untuk memetakan tempat-tempatnya," jelas Anang.

​Anang menambahkan, Pemkab Klaten berencana membuatkan pasar darurat yang lebih representatif dengan memanfaatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun ini.

​"Sambil menunggu proses pembangunan permanen, kita rencanakan buatkan pasar darurat lewat anggaran perubahan agar lebih representatif. Untuk pembangunan kembali fisiknya, kita akan bekerja sama dengan Dinas PUPR," paparnya.

Baca Juga: Penyaluran Seragam Sekolah Gratis di Boyolali Masih Berproses, Sejumlah Sekolah Menolak

​Mengenai rencana penanganan fisik bangunan pasar, Anang menyebutkan bahwa perbaikan akan dimulai pada tahun ini dan dilanjutkan secara bertahap pada 2027.

​"Pembangunan fisik kita mulai tahun ini, namun tidak secara keseluruhan dulu. Nanti dilanjutkan pada 2027," kata Anang.

​Terkait estimasi nilai kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan 101 los Pasar Sidoharjo, Anang menuturkan sekira Rp 1 miliar, angka tersebut baru menghitung barang dagangan milik pedagang.

​"Itu kerugian dagangan saja, belum termasuk struktur bangunan gedung pasarnya," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
pasar bayat pemulihan ekonomo Kodim Klaten kebakaran pasar sidoharjo