RADARSOLO.COM-Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten menggelar Gebyar Inovasi Pendidikan 2026 selama dua hari, Rabu–Kamis (5–6/8/2026).
Bertempat di Grha Bung Karno, Klaten dengan mengusung tema “Kreativitas dan Inovasi Mewujudkan Pendidikan Bermutu”.
Ajang tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-222 Klaten. Sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menghadirkan 61 stan pameran yang diikuti oleh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.
Ditambah 26 Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan, 65 satuan SMP, unsur Kepala Sekolah, hingga pelaku UMKM Kabupaten Klaten turut berpartisipasi menyukseskan gelaran tersebut.
Kepala Disdik Klaten Titin Windiyarsih menyampaikan, Gebyar Inovasi Pendidikan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi seluruh insan pendidikan untuk berinovasi. Sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
"Ajang ini memberi kesempatan bagi masyarakat luas dan insan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMP. Untuk berkunjung dan menyaksikan berbagai inovasi pendidikan yang dilahirkan sepanjang tahun 2026," ujar Titin.
Lebih lanjut, Titin menjelaskan, beberapa inovasi unggulan karya siswa dan guru yang dipamerkan.
Di antaranya Green School Motivation yang merupakan gerakan dan motivasi pengembangan sekolah hijau. Termasuk edukasi pemilahan sampah organik berbasis pemindaian QR Code.
Selain pameran karya, acara juga dimeriahkan dengan unjuk bakat dan pertunjukan seni anak-anak.
Seperti dalang cilik, stand-up comedy, seni srandul, mendongeng bahasa Jawa, tari kreasi, hingga panggung musik anak.
Pada kesempatan tersebut, Disdik Klaten juga menyalurkan bantuan beasiswa bagi sejumlah siswa berprestasi.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang hadir langsung untuk membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Disdik Klaten beserta seluruh tenaga pendidik yang telah bersinergi.
Baca Juga: Waspada Karhutla di Puncak Kemarau, Terdeteksi 83 Hotspot di Wonogiri
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan adalah pilar utama investasi masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"Di era transformasi digital yang bergerak cepat, dunia pendidikan tidak bisa lagi menggunakan pola-pola lama yang kaku. Inovasi bukan sekadar kemewahan teknologi, melainkan kebutuhan dasar untuk menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan, inklusif dan relevan," tegas Bupati.
Hamenang berharap ajang Gebyar Inovasi Pendidikan menjadi media saling belajar, menginspirasi dan tumbuh bersama antar-satuan pendidikan.
Secara khusus, Bupati berpesan kepada para siswa dan pengisi acara agar tetap percaya diri menampilkan potensi terbaik tanpa melupakan kelestarian budaya lokal.
"Fondasi yang kokoh diawali dari dunia pendidikan. Dengan pendidikan yang berkualitas, SDM Klaten akan makin unggul dan berdaya saing. Pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ucapnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com