Pembakaran Sampah Picu Puluhan Kasus Kebakaran di Klaten, Warga Diimbau Waspada Puncak Kemarau

Angga Purenda • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:48 WIB
Ilustrasi pemadaman api di gudang rosok Desa Drono, Kecamatan Ngawen, Klaten, Minggu (26/7/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Ilustrasi pemadaman api di gudang rosok Desa Drono, Kecamatan Ngawen, Klaten, Minggu (26/7/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Kebiasaan membakar sampah dan lahan kering masih menjadi pemicu utama maraknya peristiwa kebakaran di Kabupaten Klaten.

Berdasarkan data Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Klaten, dari ratusan kasus kebakaran yang terjadi sepanjang tahun ini.

Puluhan kasus di antaranya dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang tak terkendali.

Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino mengungkapkan bahwa hingga akhir Juli 2026, total kejadian kebakaran di wilayah Klaten telah menembus angka lebih dari 160 kasus.

Baca Juga: Sudah Jadi Tersangka, Kades di Tamansari Boyolali Masih Aktif Bertugas

"Sampai tanggal 28 Juli kemarin saja tercatat ada 159 kejadian kebakaran. Jika ditambah estimasi rata-rata tiga kejadian per hari di sisa akhir bulan, totalnya sudah mendekati 169 kejadian," ujar Sumino saat dikonfirmasi radarsolo.jawapos.com, Minggu (6/8/2026).

Dari total keseluruhan kejadian tersebut, sektor pembakaran sampah dan lahan menyumbang angka yang cukup signifikan.

Sumino menyebutkan setidaknya ada sekira 65 kasus kebakaran yang berawal dari aktivitas pembakaran sampah maupun lahan kosong.

Menurut Sumino, tren peningkatkan kasus kebakaran ini perlu diwaspadai mengingat Klaten sedang memasuki periode rawan.

Berdasarkan pemetaan dan pengalaman tahun sebelumnya, puncak kasus kebakaran biasanya melonjak pada kurun waktu Juli-September seiring berlangsungnya musim kemarau.

Baca Juga: BPS Karanganyar Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026, Sasaran 341 Ribu Usaha

Oleh karena itu, pihak Damkar Klaten mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Terutama untuk menghindari pembakaran sampah sembarangan.

Begitu juga rutin memeriksa peralatan yang berpotensi memicu bahaya kebakaran.

"Kami mohon warga selalu waspada dan berhati-hati. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko kebakaran sangat penting. Termasuk mengecek peralatan pendukung keselamatan agar potensi kebakaran bisa kita cegah bersama," tegasnya.

Baca Juga: Ini Komentar Ricky Nelson Usai Persis Solo Takluk dari PSPS Pekanbaru: Kedalaman Skuad Masih Mengkhawatirkan

Menanggapi maraknya kebakaran akibat sampah, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan pentingnya menghentikan kebiasaan membakar sampah.

Pemkab Klaten terus mendorong edukasi dan optimalisasi pemilahan sampah berbasis desa sebagai solusi jangka panjang.

"Sebenarnya sudah ada banyak program. Untuk sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah plastik bisa disalurkan ke bank sampah atau diambil oleh pengumpul. Beberapa desa sudah menjalankan sistem ini dengan baik," jelas Hamenang.

Guna menekan angka kebakaran akibat pembakaran sampah secara permanen, Pemkab Klaten berkomitmen untuk memperluas sosialisasi ke seluruh desa agar menerapkan pola pemilahan yang sama.

Baca Juga: Sambung Rasa di Ngawen Klaten, Bupati Hamenang Resmikan Sanggar Seni dan Serap Aspirasi Soal Kerusakan Jalan

"Tinggal bagaimana kita sosialisasikan lebih masif lagi agar semua desa menerapkan hal yang sama. Kalau semua sudah menerapkan, insya Allah tidak ada lagi bakar-bakar sampah. Yang organik jadi kompos, yang plastik masuk ke bank sampah," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
klaten kebakaran puncak kemarau pembakaran sampah