RADARSOLO.COM-Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia disajikan secara unik dan khidmat di objek wisata Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Minggu (9/8/2026).
Sebanyak 45 penyelam dari wilayah Klaten, Solo hingga Yogyakarta menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di dasar kolam alami tersebut.
Kemudian dilanjutkan dengan pembentangan bendera merah putih raksasa di permukaan air.
Tak sekadar mengenakan pakaian selam, para penyelam juga memadukannya dengan balutan busana batik ecoprint khas Kecamatan Pedan.
Khususnya mereka yang menjadi petugas pengibar bendera.
Kombinasi tersebut menegaskan semangat kemerdekaan yang menyatu dengan promosi potensi lokal dan kearifan lingkungan.
Aksi membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 18 x 20 meter di tengah Umbul Ponggok berkedalaman sekitar 2 meter menyedot perhatian.
Jumlah 45 personel penyelam yang diterjunkan secara khusus disesuaikan dengan simbol tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.
Beni, 32, sSalah satu petugas pengibar bendera di bawah air yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSI) Klaten mengungkapkan tantangan utama melakukan upacara di dalam mata air alami adalah menjaga daya apung (buoyancy).
Baca Juga: Gelar Run for Zero Waste, Bupati Klaten Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah
"Kalau terlalu ke dasar, pergerakan kaki bisa membuat pasir naik dan air jadi keruh, sehingga mengganggu dokumentasi," ujar Beni yang juga bertugas sebagai tim pendamping wahana Ponggok Walker tersebut.
Beni menambahkan, meski persiapan relatif singkat sekira dua kali latihan dalam sepekan terakhir, koordinasi antartim berjalan lancar.
Mengingat kegiatan upacara bawah air ini sudah menjadi agenda tahunan.
Penyelam lainnya, Tere Artika, 20, menyampaikan kesannya bisa berpartisipasi dalam momen spesial tersebut.
"Rasanya tentu senang sekali bisa mengibarkan bendera Merah Putih dengan suasana berbeda di bawah air. Kuncinya memang pada keseimbangan buoyancy tadi. Ditambah lagi kostum kita menggunakan batik ecoprint spesial dari Pedan, Klaten," kata Tere.
Baca Juga: Anak Sulung Sering Dituntut Jadi Contoh, Benarkah Bikin Mereka Lebih Perfeksionis?
Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok Nor Wasilah menjelaskan, upacara pra-peringatan HUT RI ini dirancang untuk menunjukkan kreativitas anak bangsa.
Sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah.
"Upacara bendera itu tidak hanya bisa dilakukan di darat, tetapi di dalam air pun bisa. Kami ingin mengangkat potensi wisata Umbul Ponggok dan menunjukkan bahwa dari sudut pandang mana pun kita bisa memperingati kemerdekaan," tutur Nor Wasilah.
Ia juga menyoroti penggunaan busana ecoprint yang terbuat dari bahan-bahan alami sebagai wujud kebanggaan atas kekayaan sumber daya alam Indonesia.
"Kostumnya memakai ecoprint berbahan alami. Kita angkat sisi natural Indonesia yang kaya akan potensi. Harapan ke depan tentu Indonesia semakin jaya, sukses dan masyarakatnya makmur menuju Indonesia Emas," tambahnya.
Baca Juga: Siapa Orang Pertama yang Menyebarkan Kabar Indonesia Merdeka?
Keunikan upacara bawah air ini tak hanya dirasakan oleh para peserta diving. Tetapi juga memikat para pengunjung yang memadati area tepi kolam.
Seluruh wisatawan yang berada di lokasi turut mengambil sikap hormat ke bendera saat prosesi pengibaran berlangsung diiringi lagu kebangsaan.
Salah seorang pengunjung asal Desa Wangen, Polanharjo, Anisa, 22, mengaku takjub melihat aksi para penyelam upacara HUT RI dan membentangkan bendera raksasa secara langsung untuk pertama kalinya.
"Bagus banget dan effort sekali aksi mereka di dalam air. Saya baru pertama kali lihat langsung upacara seperti ini. Sebagai warga Indonesia, saya ikut terharu dan bangga melihat apresiasi luar biasa ini dari tepi umbul," ungkap Anisa. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com