Peninjauan tersebut dilakukan untuk memantau langsung kondisi pasca kebakaran yang menghanguskan sebagian area pasar pada 27 Juli 2026.
Sekaligus mengawal penganggaran penanganan pasar dalam APBD Perubahan 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Klaten Agus Riyanto.
Didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Klaten Yudi B. Prabawa dan Sekretaris Komisi II DPRD Klaten Darmadi beserta jajaran anggota lainnya.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten Anang Widjatmoko serta Direktur Utama PT BPR Bank Klaten (Perseroda) Dewi Ekosari K.
Ketua Komisi II DPRD Klaten Agus Riyanto menjelaskan, peninjauan lapangan tersebut berkaitan erat dengan pelaksanaan fungsi DPRD terkait anggaran.
Mengingat penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) KUA-PPAS APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dijadwalkan berlangsung dalam Rapat Paripurna pada Kamis (13/8/2026) mendatang.
Dalam penyusunan APBD Perubahan 2026, terdapat dua poin alokasi anggaran utama yang disiapkan untuk pemulihan Pasar Sidoharjo Bayat.
Untuk pembangunan Pasar Darurat disiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta melalui DKUKMP Klaten.
Sedangkan untuk rehab Pasar Sidoharjo Bayat tahap pertama disiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta yang penanganannya dialokasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten.
"Penanganan ini tidak menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Melainkan menggunakan dana reguler di APBD Perubahan 2026," tegas Ketua Komisi II DPRD Klaten Agus, Senin (10/8/2026).
Selain itu, dalam fungsi penganggaran, DPRD Klaten juga menyetujui terkait penyediaan tambahan alokasi anggaran sebesar Rp 162 juta untuk subsidi bunga pinjaman ringan di PT BPR Bank Klaten. Khusus bagi para pedagang korban kebakaran di Pasar Sidoharjo Bayat.
Mengenai skema bantuan permodalan, pihak Komisi II menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp 162 juta tersebut murni dialokasikan sebagai subsidi bunga. Bukan berupa bantuan dana tunai.
"Ini paket khusus pedagang korban yang ingin mengajukan kredit. Kalau selama ini subsidi bunga berlaku umum, khusus di APBD Perubahan ini kita tambahkan alokasinya spesifik bagi pedagang terdampak kebakaran yang membutuhkan tambahan modal," tambahnya.
Sementara itu, Kepala DKUKMP Klaten Anang Widjatmoko menyampaikan bahwa pembersihan puing-puing sisa kebakaran di lokasi pasar telah diselesaikan.
Saat ini, sebanyak 101 pedagang yang menjadi korban kebakaran ditempatkan secara sementara di area sekitar pasar agar roda perekonomian mereka tetap berjalan.
"Sementara pedagang yang jumlahnya 101 korban kebakaran itu kita tempatkan di tempat-tempat sementara. Menempati selasar atau area pinggir pasar dulu agar mereka tetap bisa berjualan sehari-hari," ujar Anang.
Anang menambahkan, setelah APBD Perubahan 2026 disahkan, DKUKMP akan langsung tancap gas membangun fasilitas pasar darurat untuk menampung seluruh pedagang terdampak kebakaran.
"Kami dari DKUKMP bertanggung jawab penuh untuk pembangunan pasar daruratnya. Sedangkan untuk pekerjaan fisik rehabilitasi pasar, mulai dari tahap pertama hingga tahap berikutnya, nantinya akan dilaksanakan oleh pihak DPUPR," pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com