RADARSOLO.COM-Komisi II DPRD Kabupaten Klaten melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Sidoharjo, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, pada Senin (10/8/2026). Pasca pasar tradisional tersebut di lalap api pada 27 Juli 2026.
Kunjungan lapangan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Klaten Agus Riyanto, didampingi Wakil Ketua Komisi II Yudi B. Prabawa, Sekretaris Komisi II Darmadi, serta jajaran anggota Komisi II lainnya.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten Anang Widjatmoko serta Direktur Utama PT BPR Bank Klaten (Perseroda) Dewi Ekosari K.
Dalam tinjauan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Klaten Agus Riyanto memberikan catatan dan perhatian khusus pada upaya pencegahan agar musibah kebakaran tidak kembali terulang di sejumlah pasar tradisional di Klaten.
Ia mengungkapkan, berdasarkan penjelasan dari lurah pasar dan DKUKMP Klaten, insiden kebakaran di Pasar Sidoharjo diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
Bangunan pasar yang sudah tergolong tua membuat instalasi kelistrikannya kurang memadai.
"Pasar Sidoharjo ini kan sudah lama dibangun, jaringan listriknya belum memadai. Ada kemungkinan pedagang menarik sumber listrik dari luar dengan kabel yang tidak memenuhi standar," ujar Agus, Senin (10/8/2026)
Guna mengantisipasi kejadian serupa, Komisi II DPRD Klaten meminta DKUKMP agar penataan ulang pasar nantinya diimbangi dengan instalasi listrik yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Kami sudah matur ke Pak Anang (Kepala DKUKMP) supaya ke depannya diberi jaringan listrik yang benar-benar sesuai standar SNI agar musibah ini tidak terulang kembali," tegasnya.
Untuk menampung para pedagang yang terdampak, Pemkab Klaten menyiapkan skema anggaran pada APBD Perubahan 2026 sebesar Rp 400 juta untuk pembangunan pasar darurat.
Sedangkan Rp 400 juta lagi untuk renovasi tahap pertama Pasar Induk Sidoharjo.
Di sela-sela peninjauan, jajaran Komisi II DPRD Klaten juga berdialog langsung dengan para pedagang korban kebakaran.
Salah satu pedagang, Basuki, menyampaikan sejumlah masukan dan harapan usai tempatnya berjualan dikunjungi oleh anggota dewan tersebut.
"Ada sekitar 41 pedagang yang terdampak dan habis total. Mereka harus bangkit dari nol lagi. Kami mohon pihak pasar membebaskan dulu retribusi selama proses pembangunan," ungkap Basuki.
Di sisi lain, para Pedagang berharap pada kios yang kondisinya masih kokoh dan tidak terdampak parah agar tidak dibongkar total saat renovasi agar mempercepat proses pemulihan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Komisi II DPRD Klaten berkomitmen untuk mengawal dan mengoordinasikannya bersama dinas terkait agar proses pemulihan Pasar Sidoharjo Bayat berjalan lancar serta meringankan beban para pedagang. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com