Tekan Kecelakaan Lalu Lintas, Pemkab Klaten Mulai Pasang 230 Titik Lampu Penerangan Jalan Secara Bertahap

Angga Purenda • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:55 WIB
Bupati Klaten Hamewang Wajar Ismoyo membantu mengecor tiang lampu penerangan jalan umum di kawasan Jalan Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (5/8/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)
Bupati Klaten Hamewang Wajar Ismoyo membantu mengecor tiang lampu penerangan jalan umum di kawasan Jalan Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (5/8/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)

RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten mulai merealisasikan pemasangan 230 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU) secara bertahap sejak pekan lalu.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kenyamanan aktivitas warga pada malam hari.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sempat meninjau secara langsung proses pemasangan LPJU di kawasan Jalan Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan.

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai rencana dan standar yang ditentukan.

Baca Juga: Cegah Tawuran dan Bullying Pelajar, Kapolsek Boyolali Kota Beri Pembinaan di SMK Muhammadiyah 4

Bupati Hamenang menjelaskan bahwa 230 unit lampu jalan ini diprioritaskan untuk didistribusikan ke sejumlah titik rawan dan minim penerangan di wilayah Kabupaten Klaten.

"Sebanyak 230 unit lampu penerangan jalan mulai kita pasang secara bertahap. Memang jika dibandingkan dengan kebutuhan di Kabupaten Klaten jumlah ini masih sedikit, karena kebutuhan lampu penerangan jalan masih mencapai ribuan titik,” ujar Hamenang, Senin (10/8/2026).

Lebih lanjut, Hamenang optimis bisa menyelesaikan pemasangan penerangan jalan umum dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Dalam pemasangannya, Pemkab Klaten sebelumnya pernah menerapkan penggunaan lampu penerangan jalan berbasis tenaga surya (solar cell). Hal itu sebagai langkah efisiensi anggaran dan energi. Namun, sistem tersebut menghadapi kendala di lapangan akibat maraknya penjarahan komponen.

"Beberapa tahun lalu kita mencoba menggunakan lampu tenaga surya sebagai bentuk penghematan energi. Namun kenyataannya banyak baterainya dicuri sehingga lampu tidak lagi berfungsi," jelasnya.

Baca Juga: Tiga Kali Mencoba, SDIU Al Khoir Boyolali Ingin Pecah Telur di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026

Atas evaluasi tersebut, Pemkab Klaten memutuskan untuk mengembalikan sistem penerangan jalan menggunakan jaringan listrik konvensional (PLN) agar keandalan dan keberlanjutannya lebih terjamin.

"Karena itu, saat ini kita kembali menggunakan sistem penerangan berbasis jaringan listrik agar lebih optimal dan berkelanjutan," tambah Hamenang.

Peningkatan kualitas sarana penerangan jalan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas. Termasuk meminimalisasi potensi tindak kejahatan jalanan di malam hari.

Selain itu, akses jalan yang terang benderang dinilai bakal menggairahkan roda perekonomian warga di wilayah sekitar.

Baca Juga: Pelajar Meninggal Akibat Kecelakaan di Bulusulur Wonogiri, Tokoh Masyarakat Desak Pasang Traffic Light

Hamenang berharap seluruh proses pemasangan penerangan lampu jalan berjalan tanpa hambatan dan sarana publik tersebut dapat dijaga bersama oleh masyarakat.

"Mudah-mudahan seluruh proses pemasangan berjalan lancar, lampunya awet dan benar-benar dapat menerangi serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Klaten," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
Lampu Penerangan Jalan Umum klaten selatan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo titik rawan