Tanamkan Toleransi Sejak Dini, 45 KB dan TK di Klaten Kunjungan Belajar di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama

Angga Purenda • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Anak-anak KB dan TK saat melakukan kunjungan belajar di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragam di Grha Bung Karno, Klaten, Selasa (11/8/2026). (Dokumentasi FKUB Klaten)
Anak-anak KB dan TK saat melakukan kunjungan belajar di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragam di Grha Bung Karno, Klaten, Selasa (11/8/2026). (Dokumentasi FKUB Klaten)

RADARSOLO.COM-Sebanyak 45 lembaga Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Klaten melaksanakan kegiatan kunjungan belajar atau outing class ke Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang berlokasi di Kompleks Grha Bung Karno, Klaten.

Kegiatan edukatif tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Senin (10/8/2026).

Program ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Klaten bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten.

Kepala Dispersip Klaten Pramana Agus Wijanarka menyampaikan bahwa jenjang usia dini merupakan fondasi yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan budaya kerukunan.

Baca Juga: Pakai "Sandi Ajaib" dan Larang Buka Kain 3 Hari, Begini Cara Gus Abal-abal Embat Uang Ratusan Juta Milik Ibu Rumah Tangga di Ngemplak Boyolali

"Anak-anak setingkat PAUD ini memang sudah saatnya ditanamkan nilai-nilai Pancasila. Tentang pentingnya sikap toleransi dan menjaga kerukunan di masyarakat. Kegiatan outing class ini semoga membuat anak-anak mengetahui lebih jauh tentang rumah ibadah dan fungsinya untuk beribadah bagi pemeluknya masing-masing," ujar Pramana yang dikutip dari rilis yang diterima radarsolo.jawapos.com pada Selasa (11/8/2026).

Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (11/8/2026), giliran anak-anak dari TK Pertiwi Nanggulan I dan III Kecamatan Cawas, Klaten yang mengikuti rangkaian kegiatan belajar di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama dengan didampingi oleh sejumlah guru dan kepala sekolah.

Selama di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama tersebut, anak-anak mendapatkan penjelasan dari para petugas.

Mengenai fungsi masing-masing rumah ibadah. Mulai dari Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Vihara, Klenteng hingga Pura yang berdiri dalam satu kompleks di Grha Bung Karno tersebut.

Sementara itu, salah satu perwakilan Umat Konghucu di Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama, Purwaningsih berpesan agar anak-anak dapat mengenali tempat ibadahnya sendiri.

Baca Juga: Modus Hilangkan Guna-guna dan Riba, Gus Abal-abal di Boyolali Tipu Ibu Rumah Tangga Hingga Rp105 Juta

Sekaligus menghormati tempat ibadah agama lainnya. Baik di lokasi edukasi maupun di lingkungan sekitar tempat tinggal.

"Kami sampaikan fungsi rumah ibadah sesuai dengan agama masing-masing. Termasuk pentingnya mengembangkan sikap toleransi. Saling pengertian di antara umat beragama yang berbeda. Hidup rukun serta mampu menjalin kerja sama dalam menjalani kehidupan," paparnya.

Secara terpisah oleh Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Perempuan Kabupaten Klaten Istikomah menilai kegiatan outing class dari 45 lembaga KB dan TK tersebut sangat efektif untuk menebar benih-benih kerukunan dan kebhinekaan.

Baca Juga: Cara Cek Desil 1-4 Penerima Bansos Agustus 2026, Panduan Resmi Pantau Status PKH dan BPNT Langsung Pakai HP

"Anak-anak mendapatkan pengalaman langsung, yang memperkaya wawasan mereka tentang keberagaman yang terjadi di masyarakat. Sangat berharga untuk membangun karakter anak yang berani, percaya diri dan memiliki wawasan luas. Melalui kunjungan belajar semacam ini, diharapkan anak-anak tumbuh dengan kesadaran akan indahnya kerukunan dan saling menghormati terhadap sesama," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kunjungan belajar kb dan tk kerukunan umat beragama edukasi toleransi