Poltekkes Kemenkes Surakarta Bekali Kader Kesehatan Joton Klaten Lewat Metode Intervensi Spiritual Ibu Hamil  Jelang Persalinan

Angga Purenda • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:32 WIB

 

Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, Dr Sri Wahyuni, M.Mid saat foto bersama kader kesehatan di Aula Balai Desa Joton, Rabu (12/8/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, Dr. Sri Wahyuni, M.Mid saat foto bersama kader kesehatan di Aula Balai Desa Joton, Rabu (12/8/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM - Pendampingan intervensi spiritual bagi ibu hamil oleh kader kesehatan di tingkat desa dinilai penting. Mengingat membantu ibu hamil merasa lebih tenang dan mengurangi kecemasan menjelang persalinan.

Berangkat dari hal itu, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Klaten.

Salah satunya melalui kegiatan pelatihan bertajuk "Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pendampingan Intervensi Spiritual pada Ibu Hamil". Acara berlangsung di Aula Balai Desa Joton pada Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: ‎Dosen Kebidanan Poltekkes Surakarta Gelar Pengabdian Masyarakat, Ajarkan Inovasi Nuget Tempe Tingkatkan Gizi Balita

Kegiatan tersebut menghadirkan dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, Dr. Sri Wahyuni, M.Mid, sebagai narasumber utama, serta melibatkan puluhan kader kesehatan Desa Joton.

Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, Dr Sri Wahyuni, M.Mid saat memberikan materi dan pelatihan.  (Angga Purenda/Radar Solo)
Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, Dr. Sri Wahyuni, M.Mid saat memberikan materi dan pelatihan.  (Angga Purenda/Radar Solo)

 

Perempuan yang akrab dipanggil Yuni ini menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperluas peran kader kesehatan. 

Mengingat pelayanan kepada ibu hamil umumnya masih berfokus pada aspek fisik semata. Seperti penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah dan konsumsi tablet tambah darah.

"Ibu hamil itu yang dikuatkan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual. Spiritual di sini bukan semata masalah agama, melainkan bagaimana kemampuan ibu untuk bersyukur, rida terhadap perannya. Lalu sabar menghadapi ketidaknyamanan kehamilan, serta mengambil hikmah," terang Yuni.

 

Ia menambahkan, keterlibatan kader kesehatan sangat penting karena memiliki kedekatan emosional dan hubungan kemasyarakatan yang erat dengan warga. 

Ibu hamil sering kali merasa canggung atau sungkan bila berkonsultasi dengan bidan atau dokter. Tetapi bisa lebih terbuka saat berbincang dengan kader kesehatan.

Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 34 kader Desa Joton dibekali modul cetak khusus yang memuat landasan teori serta panduan praktis. 

Contohnya, simulasi percakapan untuk mendampingi ibu hamil secara spiritual di lapangan.

Baca Juga: ‎Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta gelar Pelatihan ke Kader Posyandu Desa Bakungan, Klaten, Membuat Nugget Tinggi Protein untuk Cegah Stunting

Langkah Poltekkes Kemenkes Surakarta tersebut mendapat apresiasi dari Bidan Desa Joton Sri Rochmani, S.Tr.Keb., Bdn. 

Ia mengungkapkan, kasus gangguan kesehatan jiwa, termasuk kecemasan pada masa kehamilan, trauma persalinan hingga baby blues menunjukkan tren peningkatan.

"Untuk di Desa Joton sendiri pernah ada kasus baby blues sekitar tahun 2023. Melalui skrining pada trimester pertama dan ketiga, tak jarang ditemukan ibu hamil yang mengalami kecemasan atau kebingungan merawat bayi pasca melahirkan," ungkap Rochmani.

Menurutnya, pembekalan intervensi spiritual tersebut bisa menjadi sarana deteksi dini. Serta pencegahan awal sebelum kecemasan berlanjut menjadi gangguan jiwa yang lebih berat.

“Jika dalam pendampingan ditemukan kondisi abnormal yang tidak bisa ditangani di tingkat kader, tindakan rujukan dapat segera dilakukan,” ucapnya

 

Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Desa Joton. Sekretaris Desa (Sekdes) Joton, Arif Setiadi, S.Pt. 

Ia menyambut baik sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dalam upaya menekan risiko kematian ibu hamil, balita serta penanganan stunting tersebut

"Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat bermanfaat untuk menambah wawasan ibu hamil maupun kader kesehatan. Ke depan, pemerintah desa berkomitmen untuk mendukung dan memfasilitasi, termasuk melalui penganggaran desa," ujar Arif.

Manfaat nyata kegiatan tersebut dirasakan langsung oleh peserta pelatihan. 

Baca Juga: Cegah Stunting, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta Dampingi Ibu Baduta Terapkan Menu Empat Bintang

Parmiatun, 46 tahun, salah seorang kader kesehatan Desa Joton, mengaku mendapatkan pemahaman baru yang sangat berharga.

"Selama ini kami hanya memantau dari segi fisik seperti di Posyandu. Sementara pemahaman terkait motivasi spiritual mungkin baru sekitar 20%. Lewat pelatihan ini, kami jadi terdorong dan tahu bagaimana harus bertindak serta memperlakukan ibu hamil di lapangan nanti," tutur Parmiatun.

Melalui program pemberdayaan tersebut, dia berharap para kader kesehatan di Desa Joton mampu mengoptimalkan peran mereka secara holistik. Tidak hanya melahirkan generasi yang sehat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual. (ren)

Editor : Syahaamah Fikria
kader kesehatan Poltekkes Kemenkes Surakarta Desa Joton ibu hamil