Perkuat Literasi Digital Pelajar, Polresta Klaten Bekali 150 Siswa SMA Pelatihan Paham AI

Angga Purenda • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:04 WIB
Jajaran Polresta Klaten saat membekali 150 siswa SMA Muhammadiyah 1 Klaten melalui program paham AI, Rabu (12/8/2026). (Dokumentasi Polresta Klaten)
Jajaran Polresta Klaten saat membekali 150 siswa SMA Muhammadiyah 1 Klaten melalui program paham AI, Rabu (12/8/2026). (Dokumentasi Polresta Klaten)

RADARSOLO.COM - Pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) mendorong Polresta Klaten untuk memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda.

Melalui Program Paham AI, sebanyak 150 siswa SMA Muhammadiyah 1 Klaten dibekali pemahaman mendalam.

Terkait pemanfaatan AI yang aman, bijak dan bertanggung jawab di aula sekolah setempat, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan edukatif ini menghadirkan Master Trainer AI Polresta Klaten, IPTU Febriyanti M bersama tim Trainer Polresta Klaten.

Baca Juga: Solo Mulai Petakan Sampah dari Hulu, Budidaya Magot Jadi Salah Satu Andalan

Turut hadir mendampingi jalannya acara, Kasubbagbinkar Bag SDM Polresta Klaten AKP Iskandar Hamidi dan Kasubbagdalpers Bag SDM Polresta Klaten AKP Widodo.

Kasi Humas Polresta Klaten, AKP Suwoto menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang agar para pelajar mampu mengoptimalkan teknologi terkini secara positif.

Khususnya dalam menunjang kegiatan akademik dan pembelajaran harian.

"Kami ingin para pelajar tidak hanya mengenal dan menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab,” ujar Suwoto dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026)

Menurut Suwoto, literasi seperti itu penting agar generasi muda mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan etika dan keamanan digital.

Baca Juga: 97 Meter Drainase Dibangun, TMMD Sengkuyung Tata Kampung Makam Bergolo

Ada pun pelatihan berlangsung secara interaktif melalui kombinasi metode presentasi, diskusi kelompok dan sesi tanya jawab. Termasuk simulasi langsung penggunaan aplikasi berbasis AI.

Materi yang disampaikan disusun komprehensif, mencakup pengenalan dasar teknologi AI serta batasan etis dalam penggunaannya.

Kemudian Pemahaman mengenai risiko siber dan pentingnya melindungi data pribadi saat berinteraksi dengan platform digital.

“Ada juga materi yang berkaitan strategi memilah informasi tepercaya, mewaspadai penyalahgunaan teknologi dan menghindari bahaya disinformasi. Begitu juga terdapat pelatihan sederhana pemanfaatan AI untuk membantu pencarian informasi, analisis belajar, hingga pembuatan konten kreatif secara positif,” jelasnya.

Baca Juga: Backlog Perumahan Wonogiri Tembus 14 Ribu Unit, Wagub Jateng Taj Yasin Resmikan Bantuan Rumah Bata Interlocking

Suwoto menekankan bahwa kemudahan teknologi hendaknya tidak membuat pelajar lalai akan tanggung jawab moral dan hukum.

"Kami berharap melalui Program Paham AI ini, para siswa semakin memahami bahwa teknologi harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai kemudahan teknologi justru dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi tidak benar, melanggar privasi atau merugikan diri sendiri dan orang lain," tambahnya.

Untuk mengukur efektivitas pelatihan, panitia menerapkan mekanisme evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Di akhir kegiatan, sebanyak 150 peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan berhak menerima sertifikat kompetensi Program Paham AI bertajuk "Literasi Kecerdasan Artifisial Untuk Pelajar". (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
literasi digital pelajar ai Polresta Klaten