Klaten Bakal Gelar Karnaval Budaya, Angkat Sejarah Mataram Kuno hingga Potensi Daerah

Angga Purenda • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:06 WIB
Ilustrasi kemeriahan karnaval budaya di sepanjang Jalan Pemuda pada tahun lalu. (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)
Ilustrasi kemeriahan karnaval budaya di sepanjang Jalan Pemuda pada tahun lalu. (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)

RADARSOLO.COM-Kabupaten Klaten bersiap menggelar perhelatan karnaval budaya tahun ini.

Direncanakan pada Selasa (18/8/2026) di sepanjang Jalan Pemuda dengan mengusung tema Klaten Mandala Peradaban — Saka Sandyakala, Tumuju Cahya.

Nantinya karnaval budaya disambungkan dengan karnaval pembangunan yang akan dilangsungkan pada Rabu (19/8/2026).

Karnaval tersebut dirancang sebagai perjalanan yang menghubungkan keagungan peradaban Mataram Kuno dengan dinamika dan potensi Klaten masa kini.

Baca Juga: Lelang Barang Bukti dan Barang Rampasan, Kejari Karanganyar Setor Rp 374 Juta ke Kas Negara

Khusus karnaval budaya akan diikuti 28 kontingen dengan total peserta mencapai ribuan orang yang akan memadati sepanjang Jalan Pemuda.

Masing-masing kontingen bakal menyuguhkan beragam cerita, karakter, identitas wilayah melalui seni pertunjukan kolosal yang memikat.

Ada pun karnaval budaya akan dimulai pada pukul 13.00 dengan titik kumpul di depan Bank Jateng di Jalan Pemuda.

Sedangkan untuk panggung kehormatan ada di depan Rumah Dinas Bupati Klaten.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan, penyelenggaraan tahun ini menyajikan konsep pementasan yang berbeda dibandingkan pawai-pawai budaya sebelumnya.

Baca Juga: Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M

Setiap kecamatan tidak lagi sekadar tampil membawa rombongan atau parade visual biasa.

Melainkan diwajibkan mengusung narasi sejarah dan identitas geografis wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa perspektif Mataram Kuno menjadi magnet utama dalam perhelatan karnaval budaya tahun ini.

Hal ini untuk memperlihatkan bagaimana fondasi peradaban masa lalu membentuk identitas Klaten di era modern.

Baca Juga: Tindak Lanjuti Aspirasi Nasabah, DPRD Klaten Resmi Bentuk Pansus PD BKK Klaten

"Tahun ini akan spesial karena pawai budaya tidak hanya sekadar kecamatan menampilkan atraksi tapi akan ada sesuatu yang menarik yaitu mengangkat tema Mataram kuno," ujar Bupati Hamenang dikutip dari rilis yang diterima Kamis (13/8/2026).

Konsep karnaval budaya akan menempatkan 26 kecamatan sebagai pilar narasi utama.

Setiap kecamatan menggali secara mendalam kearifan lokalnya. Baik dari sisi sejarah, kekayaan alam, kerajinan rakyat, tradisi hingga aktivitas sosial masyarakat.

Berbagai wilayah hadir dengan membawa kekhasan narasi yang sangat kaya.

Seperti kontingen Prambanan akan membawakan kemegahan arsitektur candi legenda Roro Jonggrangan.

Sedangkan kontingen Kemalang akan menghadirkan ketangguhan masyarakat lereng Gunung Merapi.

Baca Juga: Tak Angkat Senjata, B.M. Diah Berjuang Lewat Pers

Kontingen dari Kecamatan lainnya turut memperkaya parade dengan tema-tema seperti persawahan, irigasi, perdagangan dan pendidikan.

Termasuk keterikatan harmonis antara desa dan pusat pemerintahan.

Seluruh cerita kebudayaan tersebut dirangkum secara sistematis ke dalam enam rumpun besar peradaban.

Meliputi Gapura Peradaban, Sabda Merapi, Tirta Kahuripan, Asta Kriya, Lumbung Mataram dan Nadi Kutha.

“Kekuatan utama karnaval ini terletak pada keterlibatan masyarakat secara inklusif," kata Hamenang. 

Baca Juga: Naskah Isi Lengkap Pidato Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026 Hari Ini, 14 Agustus 2026

Selain jajaran pemerintah daerah, perhelatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari sekolah, sanggar seni, karang taruna, kelompok tani, perajin lokal, tim PKK, komunitas kreatif hingga pelaku industri pariwisata.

Hamenang berharap dengan keterlibatan lintas sektor tersebut, 26 kecamatan dan puluhan kontingen pendukung tidak sekadar meramaikan jalanan.

Tetapi bersama-sama merajut gambaran utuh tentang identitas, kebanggaan dan arah masa depan Kabupaten Klaten. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
sejarah mataram kuno potensi daerah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo karnaval budaya