RADARSOLO.COM-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten telah mengirimkan sampel makanan yang disantap siswa SD IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas.
Hal itu untuk mengungkap penyebab yang membuat ratusan siswa mengalami keracunan pada Jumat (14/8/2026).
Sebelumnya, Dinkes Klaten yang mendapatkan laporan pada Sabtu (15/8/2026) langsung bergerak cepat ke sekolah untuk penanganan.
Termasuk mengamankan sampel makanan yang disantap siswa pada Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Viral Aksi Penyerangan Gerombolan Pemotor Bawa Sajam Terekam CCTV, Polresta Klaten Bergerak
Seperti diketahui, makanan yang disantap para siswa meliputi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terdiri dari nasi putih, nugget ayam homemade, tahu bumbu bali, tumis pokcoy wortel jamur kuping dan buah apel fuji hijau.
Ditambah snack yang diberikan oleh sekolah yang bekerja sama dengan penyedia berupa kue lapis.
Sebelumnya seluruh sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan dan disimpan dalam pendingin khusus (freezer).
Kemudian dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta pada Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Cara Ubah Desil DTSEN Pakai HP: Heboh Warga Ramai-Ramai Protes Tiba-tiba Naik Desil 10
“Hasilnya normatif keluar lima sampai tujuh hari setelah dikirim. Nanti kami akan berkoordinasi dengan koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) terkait hasilnya untuk melangkah ke tahap rekomendasi," ujar Kepala Dineks Klaten Anggit Budiarto, Rabu (19/8/2026).
Berdasarkan data penanganan Dinkes Klaten sebanyak 178 orang dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan seperti mual dan pusing.
Peristiwa tersebut diduga terjadi usai mereka menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta snack pada Jumat (14/8/2026) pagi.
“Tidak ada korban yang sampai menjalani rawat inap (opname). Sejumlah siswa dan warga sekolah yang mengalami gejala terus kita lakukan monitoring secara berkala,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SD IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, Sri Joko Purwanto, menyampaikan bahwa kondisi para siswa kini sudah jauh membaik.
Baca Juga: Lampaui Target Nasional, Pemkab Klaten Pastikan Luas LP2B Capai 87,31 Persen
Pada Senin (18/8/2026) sekira 95 persen dari total 666 siswa telah kembali beraktivitas dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Joko menceritakan, kasus tersebut baru terdeteksi pada Sabtu (15/8/2026) pagi setelah pihak sekolah menerima laporan dari orang tua siswa yang mengajukan izin tidak masuk sekolah.
"Hari Jumat anak-anak pulang pukul 11.00 dalam kondisi sehat. Gejala baru dirasakan siswa pada Jumat malam dan Sabtu pagi. Keluhan merata dari kelas 1 sampai kelas 6 serta beberapa guru dan karyawan. Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Dinkes, Kepolisian, Inafis, dan BGN," ungkap Joko.
Joko menambahkan, sebagai langkah antisipasi, pendistribusian program MBG di SD IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas sementara waktu dihentikan hingga hasil uji laboratorium resmi dikeluarkan oleh BB Labkesmas Yogyakarta. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com