RADARSOLO.COM - Peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah dan tampil beda dari tahun sebelumnya.
Pemkab Klaten bersama jajaran seniman dan budayawan menggelar Pagelaran Hibridasi Wayang Kontemporer dengan mengusung lakon Sang Gatotkaca di Alun-Alun Klaten, Rabu (19/8/2026) malam.
Pertunjukan seni hibridasi tersebut memadukan secara harmonis antara seni wayang kulit tradisional, seni tari, teknologi modern hingga ekspresi visual estetik masa kini.
Baca Juga: Lampaui Target Nasional, Pemkab Klaten Pastikan Luas LP2B Capai 87,31 Persen
Ribuan warga pun memadati kawasan Alun-Alun Klaten untuk menyaksikan sajian budaya yang dikemas segar tersebut.
Wayang kulit yang dibiasanya ditampilkan dengan kelir dan memainkan liuk cahaya yang dipancarkan blencong, digantikan dengan layar proyektor modern.
Tampilannya menjadi lebih berwarna layaknya menonton layar teater.
Permainan cahaya panggung pun menambah apik pertunjukkan wayang orang yang menimpali penampilan wayang kulit yang dibawakan dalang asli Klaten.
Mereka adalah Ki Suluh Juniarsah, Ki Sigit Sukasman dan Ki Bayu Aji yang memainkan wayang kulit di balik layar.
Tepat di tengah pertunjukkan, penampilan seniwati senior Indonesia, Suyati atau akrab dikenal Yati Pesek, sukses memberikan warna dalam gelaran tersebut.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Klaten Sepakati MoU KUA-PPAS Perubahan APBD 2026, Ada Penambahan BTT Rp 11 Miliar
Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-222 Klaten M. Nasir menyampaikan, pertunjukan tersebut merupakan wujud apresiasi dan ajang pelestarian.
Sekaligus pengembangan seni budaya tradisional agar tetap hidup dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Hibridasi wayang kontemporer menjadi ruang kreativitas untuk mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan gagasan teknologi dan estetika masa kini," katanya.
"Mengusung tema Merawat Tradisi, Menghidupkan Kreativitas, Menembus Batas Zaman, kegiatan ini menjadi media aktualisasi agar seni wayang terus diapresiasi oleh generasi muda,” lanjut Nasir.
Ia menambahkan, pagelaran tersebut melibatkan 222 seniman dan budayawan asal Klaten.
Mulai dari seniman senior hingga komunitas muda, sebagai simbolis peringatan usia Klaten yang ke-222.
Pertunjukan tersebut didukung penuh oleh gabungan lintas komunitas seni lokal yaitu Guyub Dhalang Klaten (Gudhaka), Paguyuban Dhalang Muda Klaten (Padhuka) serta Sinden Klaten (Silat).
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi tinggi kolaborasi hebat para seniman, budayawan, dalang, pengrawit, hingga sinden lintas generasi di Kabupaten Klaten.
Baca Juga: Langkah Menuju Geopark, Pemkab Klaten Terima SK Penetapan KCAG dari Menteri ESDM
Menurutnya, konsep pagelaran kali ini sangat istimewa karena keluar dari pakem pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada umumnya.
“Gagasan ini diawali dari obrolan kami bersama para sesepuh wayang dan seniman Klaten beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, ide tersebut disepakati bersama hingga akhirnya lahir pertunjukan spektakuler ini sebagai kado istimewa Hari Jadi ke-222 Klaten,” tutur Hamenang.
Bupati Hamenang menegaskan, suksesnya pagelaran tersebut tidak lepas dari semangat gotong royong dan kesukarelaan para pelaku seni Klaten.
Menurutnya, dedikasi serta kerja keras para seniman tidak sekadar diukur dari anggaran APBD semata.
“Para dalang, sinden, dan seniman berjuang bersama-sama. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Semangat perjuangan dan keteguhan sosok Gatotkaca yang diangkat hendaknya menjadi teladan bagikita semua. Untuk tetap optimistis, bergotong-royong dan bergandengan tangan menghadapi masa-masa yang tidak mudah,” imbuhnya.
Melalui kemasan segar berbalut teknologi tersebut, Pemkab Klaten berharap seni tradisi dapat semakin memikat perhatian generasi muda.
Terutama untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
Selain pagelaran wayang, acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang berbagai perlombaan peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten dan HUT ke-81 RI.
Kemeriahan rangkaian peringatan Hari Jadi Klaten masih akan berlanjut hingga puncaknya pada 26 Agustus 2026 mendatang yang akan menghadirkan grup musik NDX AKA di Alun-Alun Klaten. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com