RADARSOLO.COM-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi meluncurkan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI, di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Sabtu (22/8/2026).
Momentum peluncuran tersebut bukan sekadar peresmian kawasan wisata.
Melainkan penanda perubahan fungsi fundamental Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI dari ruang bermain tradisional menjadi ruang belajar berbasis pengalaman.
BERSEMI merupakan akronim dari Berbudaya, Eksploratif, Rekreatif, Sains, Ekologis, Mandiri, dan Inklusif.
Baca Juga: Siapa Ahmad Zaki? Ini Warisan Kebaikan Relawan yang Gugur saat Bantu Gempa Flores NTT
Tujuh nilai tersebut menjadi kompas arah pengembangan kawasan dari Kampung Dolanan yang sebenarnya sudah dirintis dan dikelola BUMDes Sinergi Sidowayah sejak 2016.
Menteri PPPA mengungkapkan, kunjungannya ke Desa Sidowayah terasa seperti healing sekaligus penguat komitmen nasional.
Selain meresmikan Kampung Dolanan BERSEMI, juga dilakukan launching Kampung Dolanan Ruang Bersama Indonesia.
Serta Kampung Pancasila dan pembentukan Forum Anak di tingkat desa dan kecamatan.
"Ini adalah kerja kolaboratif bagaimana kita melakukan upaya-upaya penyadaran melalui jalur budaya. Permainan tradisional ini kan salah satu peninggalan budaya yang harus kita perkuat dan perkenalkan kembali kepada anak-anak kita," ujarnya.
Baca Juga: Viral Video Euforia Sejumlah Mahasiswa di Pendopo Ageng ISI Surakarta, Kampus Minta Maaf
"Kenapa permainan tradisional? Karena anak-anak kita sekarang tidak bisa hanya diminta membatasi penggunaan gadget, tetapi harus diberikan solusi atau alternatifnya," imbuh Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.
Arifatul menegaskan, permainan tradisional memiliki filosofi yang sangat mendalam dan berdimensi sosial tinggi.
"Permainan tradisional ini mempunyai filosofi yang sangat tinggi karena tidak ada yang dimainkan sendiri. Minimal berdua, ada yang delapan sampai 10 orang. Di sinilah pembentukan karakter anak Indonesia terjadi. Mereka harus antre, sabar, tidak boleh curang, sportif, dan saling menghargai," tambahnya.
Menurutnya, permainan tradisional sedang merealisasikan nilai-nilai Pancasila.
Anak-anak tidak pernah melihat latar belakang mereka, tetapi tetap bermain bersama.
Baca Juga: Peralihan Status PPPK Guru Paruh Waktu Otomatis Tanpa Ulang Tes, Cek Syarat dan Ketentuannya
Arifatul menilai, inisiasi kehadiran Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI luar biasa.
Terutama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya dari tingkat desa.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut hangat rebranding Kampung Dolanan Sidowayah yang kini makin lengkap dan inovatif berkat kolaborasi lintas sektor bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan PT Tirta Investama (AQUA Klaten) serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Launching Kampung Dolanan Sidowayah ini merupakan rebranding dengan kolaborasi dari UNS dan AQUA, sehingga insya Allah semakin komplet dan luar biasa," ujar bupati.
"Harapan kita bersama, berawal dari Kampung Sidowayah ini ke depan kita bisa menyelamatkan generasi penerus agar mengenal kembali warisan budaya dan permainan tradisional dari leluhur," lanjutnya.
Baca Juga: SPPG Siswodipuran 2 Disuspend, Layanan MBG 2.426 Murid dan Posyandu Dialihkan ke 14 SPPG Lain
Hamenang menjelaskan, anak di Kampung Dolanan Sidowayah tidak hanya diajak bermain.
Tetapi banyak filosofi dan pelajaran karakter yang didapat untuk mendidik anak menjadi generasi muda yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Di kawasan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI, anak-anak diajak mengamati, mencoba, menghitung, berdiskusi serta memahami prinsip sains.
Melalui fenomena air dan permainan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Wahana berupa instalasi water science yang dikembangkan bersama PT Tirta Investama di Kampung Dolanan menerapkan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Baca Juga: Cegah Jual Beli Suara, PCNU Solo Raya Usul Surat Ahwa Diserahkan Menjelang Tabulasi Muktamar NU
Air tidak hanya dibaca sebagai sumber daya alam, melainkan medium edukasi kontekstual sehingga memberikan identitas baru yang kuat bagi Sidowayah sebagai kawasan edukasi air.
Kepala Desa Sidowayah Mujahid Jaryanto menceritakan, secara historis, Kampung Dolanan sudah dirintis sejak tahun 2016.
Namun, pada tahun 2026 ini dilakukan pembaharuan, renovasi serta penambahan wahana edukasi baru.
"Yang baru dari Kampung Dolanan ini adalah banyaknya edukasi yang kita tampilkan untuk mendidik anak Indonesia berkembang dan berinovasi lebih baik. Jadi anak-anak terbebas dari ketergantungan gadget," jelas Mujahid.
Selain permainan tradisional seperti egrang, dakon, gasing dan yoyo yang dihidupkan sebagai ruang interaksi antargenerasi, pengelola juga menambahkan edukasi raga sains seperti siklus air.
Baca Juga: Cegah Jual Beli Suara, PCNU Solo Raya Usul Surat Ahwa Diserahkan Menjelang Tabulasi Muktamar NU
Mujahid menambahkan, kawasan Kampung Dolanan Sidowayah seluas 600 meter persegi tersebut menempati area bersejarah berupa rumah dan pendapa milik peninggalan Mbah Demang yang diteruskan kepada keluarganya saat ini.
"Dulu rumah ini sempat mangkrak. Namun kita benahi dan tata seperti ini sehingga sekarang bisa memberikan manfaat edukatif maupun ekonomi bagi masyarakat desa. Wisata itu tidak harus identik dengan wahana air besar, rumah lama pun bisa kita optimalkan," pungkas Mujahid. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com